Peningkatan Pengetahuan Penanganan Henti Jantung melalui Pendidikan Kesehatan bagi Pegawai Puskesmas Tondano Kota Pekalongan
Keywords:
henti jantung, pendidikan kesehatan, pengetahuan, pegawai Puskesmas, pengabdian kepada MasyarakatAbstract
Henti jantung merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani dengan pertolongan pertama yang tepat. Pegawai Puskesmas memiliki peran penting sebagai penolong awal, namun tingkat pengetahuan tentang penanganan henti jantung masih bervariasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Puskesmas Tondano Kota Pekalongan mengenai penanganan henti jantung melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi, yang diikuti oleh 30 pegawai Puskesmas. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, skor pengetahuan peserta berada pada kategori rendah hingga sedang, yaitu 30-60. Setelah kegiatan dilaksanakan, skor meningkat menjadi kategori tinggi dengan rentang 70-80. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman pegawai Puskesmas tentang penanganan henti jantung. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan primer dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung di masyarakat.
References
[1] M. D. Panchal et al., "2019 American Heart Association focused update on advanced cardiovascular life support," Circulation, vol. 140, no. 24, pp. e881-e894, 2019.
[2] A. J. Handley et al., "European Resuscitation Council Guidelines 2021: Basic Life Support," Resuscitation, vol. 161, pp. 98-114, 2021.
[3] A. Alotaibi, S. Alamri, M. Almufleh, and A. Alsougi, "Knowledge and attitudes of primary health care physicians toward basic life support in Saudi Arabia," Journal of Family Medicine and Primary Care, vol. 8, no. 7, pp. 2321-2326, 2019.
[4] S. Tsegaye, M. Tesfaye, and D. Alemu, "Assessment of knowledge, attitude and practice of basic life support among healthcare providers in primary health centers," BMC Emergency Medicine, vol. 21, no. 1, pp. 1-9, 2021.
[5] J. K. Yeung, C. Ong, and L. W. Davies, "Retention of cardiopulmonary resuscitation skills in healthcare providers: A systematic review," Resuscitation, vol. 138, pp. 92-105, 2019.
[6] H. Cheng et al., "Effectiveness of educational interventions on cardiopulmonary resuscitation knowledge and skills among healthcare providers: A meta-analysis," Nurse Education Today, vol. 90, 104440, 2020.
[7] A. Nas, R. Thannhauser, K. Vart, and J. S. van Geel, "Simulation-based cardiopulmonary resuscitation training improves skills and knowledge: A randomized controlled trial," Simulation in Healthcare, vol. 12, no. 6, pp. 372-379, 2017.
[8] M. A. Oermann et al., "Video-based instruction versus traditional instruction for teaching cardiopulmonary resuscitation," Nurse Education in Practice, vol. 27, pp. 109-114, 2017.
[9] L. M. Greif et al., "Confidence and willingness to perform CPR after structured training among healthcare workers," Resuscitation Plus, vol. 5, 100089, 2021.
[10] N. Mpotos, K. De Wever, and M. Valcke, "Effect of repeated basic life support training on knowledge, skills, and attitude of healthcare professionals," European Journal of Emergency Medicine, vol. 27, no. 4, pp. 287-292, 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
