Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS: Kesiapan Mengajar di Kelas Inklusif

Authors

  • Salsabila Dimelda Putri Devhani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Fristy Nur Firdausy Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nur Aisyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mahfirlana Ariesanti Adini Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mariska Mega Rosalia Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Keywords:

Pendidikan Inklusif, Pelatihan Bahasa Isyarat, Kuantitatif Deskriptif, Kesiapan Mengajar

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut calon guru untuk memiliki beragam kompetensi komunikasi, termasuk kemampuan berinteraksi dengan peserta didik penyandang hambatan pendengaran. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai calon pendidik perlu dibekali keterampilan bahasa isyarat guna meningkatkan kesiapan mereka dalam mengajar di kelas inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan bahasa isyarat terhadap kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam konteks pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif untuk mengukur perubahan kesiapan mengajar mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesiapan mengajar mahasiswa, dari rata-rata 62% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Peningkatan ini terlihat jelas pada aspek keterampilan komunikasi, kepercayaan diri dalam mengajar, dan kesadaran terhadap praktik pendidikan inklusif. Oleh karena itu, pelatihan bahasa isyarat dinilai efektif dan sangat relevan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris guna mempersiapkan calon guru secara lebih optimal dalam menghadapi kelas inklusif.

References

[1] UNESCO, Global Education Monitoring Report 2020: Inclusion and Education - All Means All, Paris, France: UNESCO Publishing, 2020.

[2] J. Smith and L. Jones, "Teachers' communication skills in inclusive classrooms: Challenges and strategies," International Journal of Inclusive Education, vol. 22, no. 5, pp. 547-561, 2018.

[3] R. Williams and J. Smith, "Inclusive teaching practices and teacher readiness in higher education," Teaching and Teacher Education, vol. 86, pp. 102-115, 2019.

[4] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on the Rights of Persons with Disabilities, Jakarta, Indonesia, 2011.

[5] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi, Jakarta, Indonesia, 2017.

[6] Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pedoman Layanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, Surakarta, Indonesia, 2024.

[7] L. Holcomb, "A comparative study of how teachers communicate in deaf education classrooms," Journal of Deaf Studies and Deaf Education, vol. 30, no. 1, pp. 80-93, Jan. 2025.

[8] A. Perdana, R. Meiliawati, A. Rukmayadi, et al., "Efektivitas pelatihan bahasa isyarat dasar bagi calon guru inklusi di wilayah Provinsi Banten," Journal of Disability Studies and Research, 2023.

[9] S. Rahmawati and D. Kurniawan, "Students' perceptions of inclusive education in higher education," Journal of Disability Studies and Research, vol. 5, no. 2, pp. 101-112, 2023.

[10] A. Putri and R. Santoso, "Empathy and inclusive attitudes among pre-service teachers," Jurnal Psikologi, vol. 18, no. 1, pp. 45-58, 2025.

[11] M. Hasanah and N. Widodo, "Teacher readiness in inclusive classrooms: A descriptive study," International Journal of Pedagogy and Teacher Education, vol. 9, no. 1, pp. 22-31, 2025.

[12] I. N. Anggraeni and A. Candrasasi, "Efektivitas pelatihan bahasa isyarat untuk meningkatkan pemahaman komunikasi dengan pegawai tunarungu," Jurnal Psikologi, 2025.

[13] M. H. Mohd Yasin, K. T. Liong, and N. T. Tahir, "The readiness of typical students in communication by using sign language in Hearing Impairment Integration Programme," International Journal of Pedagogy and Teacher Education, 2025.

[14] J. Charles, T. Bali, and R. Sungwa, "Innovative strategies of sign language interpretation services to optimize learning for deaf students in inclusive classrooms," MANAGERE: Indonesian Journal of Educational Management, 2024.

[15] A. Brown and K. Davis, "Developing empathy and inclusive attitudes through sign language training," International Journal of Inclusive Education, vol. 24, no. 12, pp. 1345-1360, 2020,

[16] R. Saputra and L. Amalia, "Inclusive education management in higher education institutions," MANAGERE: Indonesian Journal of Educational Management, vol. 6, no. 2, pp. 89-98, 2024.

[17] M. Florian and H. Linklater, "Preparing teachers for inclusive education: Using inclusive pedagogy to enhance teaching and learning for all," Cambridge Journal of Education, vol. 40, no. 4, pp. 369-386, 2010.

[18] T. Loreman, C. Forlin, and U. Sharma, "Measuring teacher efficacy for inclusive practices: Development and validation of the TEIP scale," International Journal of Inclusive Education, vol. 18, no. 7, pp. 1-15, 2014.

[19] S. Marschark and P. E. Spencer, The Oxford Handbook of Deaf Studies, Language, and Education, 2nd ed. Oxford, UK: Oxford University Press, 2011.

[20] U. Sharma and C. Forlin, "Teacher education for inclusion: Changing paradigms and innovative approaches," Teaching and Teacher Education, vol. 26, no. 2, pp. 254-264, 2010.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Devhani, S. D. P., Firdausy, F. N., Aisyah, N., Adini, M. A., & Rosalia, M. M. (2026). Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS: Kesiapan Mengajar di Kelas Inklusif. Prosiding University Research Colloquium, 22, 40–47. Retrieved from https://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/3196