Analisis Pengaruh Waktu Perendaman Kedelai terhadap Kandungan Protein pada Tahu dengan Metode Lowry

Authors

  • Wulan Aprilia Dwi Riyanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dedi Hanwar Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Keywords:

kedelai, tahu, kadar protein, metode Lowry

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan yang mengandung banyak protein nabati dan berfungsi sebagai bahan baku untuk berbagai produk olahan salah satunya yaitu tahu. Tahu menjadi olahan pangan berasal dari kedelai yang sudah akrab dengan masyarakat pada umumnya. Kadar protein dalam tahu menjadi indikator penting dalam menilai kualitasnya. Durasi perendaman memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kandungan protein, tetapi pada titik tertentu, perendaman yang terlalu lama justru dapat menurunkan kualitas protein. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh waktu perendaman kedelai terhadap kadar protein tahu menggunakan metode Lowry. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi waktu perendaman kedelai selama 1, 2, 4, 6, dan 8 jam. Penetapan kadar protein dilakukan menggunakan metode Lowry dengan bantuan spektrofotometer UV-Vis. Hasil kadar protein pada sampel menunjukkan kandungan protein tertinggi adalah tahu dengan waktu perendaman 4 jam (3,67%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara waktu perendaman kedelai terhadap kandungan protein pada tahu yang dihasilkan.

References

[1] N. Andarwulan, L. Nuraida, D. R. Adawiyah, R. N. Triana, D. Agustin, and D. Gitapratiwi, "Pengaruh Perbedaan Jenis Kedelai terhadap Kualitas Mutu Tahu," J. Mutu Pangan, vol. 5, no. 2, pp. 66-72, 2018, [Online]. Available: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jmpi/article/download/26224/16991

[2] L. Hartanti and A. M. Ashari, "Pengenalan Keragaman Pangan Sumber Protein padaSiswa Sekolah Dasar," J. Pengabdi. Kpd. Masy. Nusant., vol. 4, no. 4, pp. 4905-4909, 2023, [Online]. Available: http://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4

[3] I. Hadi, S. Azhari, and Deby Nurluthfiana, "Penentuan Kadar Protein Dan Cemaran Mikroorganisme Tahu Putih Dari Pasar Tradisional X Kota Cirebon," J. Ilm. Bakti Farm., vol. 7, no. 2, pp. 45-48, 2022.

[4] D. Iswadi, "Modifikasi Pembuatan Tahu Dengan Penggunaan Lama Perendaman Lama Penggilingan Dan Penggunaan Suhu Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Tahu," J. Ilm. Tek. Kim., vol. 5, no. 1, pp. 20-30, 2021.

[5] I. Suhaidi, "Pengaruh Lama Perendaman Kedelai dan Jenis Zat Penggumpal Terhadap Mutu Tahu," Digit. J., pp. 1-6, 2003, [Online]. Available: https://journal.uhamka.ac.id/index.php/arkesmas/article/view/223

[6] S. Hadisusilo, S. Setiasih, and I. M, "Pengaruh Waktu Perandaman Kedelai (Glycine max. (L) Merrill) Pada Kandungan Asam Fitat Dalam Sampel dari Setiap Tahap Proses Pembuatan Tahu," Akta Kim., vol. 6, no. 1-2, pp. 1-6, 1996.

[7] R. Yenrina, Metode Analisis Bahan Pangan dan Komponen Bioaktif. Padang: Andalas University Press, 2015.

[8] S. W. Kisnawaty, S. F. Pasaribu, T. D. Novianti, and M. A. Abdillah, "Analisis Kadar Protein dengan Metode Lowry pada Berbagai Jenis Produk Susu yang Beredar di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta," Antigen J. Kesehat. Masy. dan Ilmu Gizi, vol. 2, no. 3, pp. 21-28, 2024, doi: 10.57213/antigen.v2i3.291.

[9] I. M. Aparicio, A. R. Cuenca, M. J. V. Suarez, and M. A. Z. Revilla, "Soybean, A Promising Health Source," Nutr. Hosp., vol. 23, no. 4, pp. 305-312, 2008.

[10] E. Saleh, L. O. Alwi, and D. Herdhiansyah, "Kajian Proses Pengolahan Tahu Pada Industri Tahu Karya Mulia Di Desa Labusa Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan," Tekper J. Teknol. dan Manaj. Ind. Pertan., vol. 1, no. 3, pp. 185-190, 2020, doi: 10.33772/tekper.v1i3.12312.

[11] D. Herdhiansyah, Reza, Sakir, and Asriani, "Kajian Proses Pengolahan Tahu : Studi Kasus Industri Tahu Di Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna," Agritech, vol. 15, no. 2, pp. 111-117, 2022.

[12] C. Sudaryantiningsih and P. Y. Suryo, "Optimalisasi Proses Produksi Tahu Di Pabrik Dele Emas Krajan Mojosongo Surakarta: Analisis Kelayakan Dan Implementasi Good Manufacturing Practice (GMP)," Intelektiva, vol. 6, no. 2, pp. 376-383, 2024.

[13] N. Munu et al., "Effect of Ambient Soaking Time on Soybean Characteristics for Traditional Soymilk Extraction," Orig. Res. Artic. J. Adv. Food Sci. Technol., vol. 3, no. 3, pp. 119-128, 2016, [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/302998157

[14] Y.- Nazarena, N. Malahayati, and G. Priyanto, "Pengaruh Perendaman Kedelai Terhadap Mutu Sari Kedelai," J. Sains dan Teknol. Pangan, vol. 6, no. 2, pp. 3866-3877, 2021, doi: 10.33772/jstp.v6i2.16123.

[15] A. Ramadhan, "Proses Pembuatan Tahu di Pabrik Tahu Desa Dadimulyo serta Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Produksi Tahu," J. Pengabdi. Kpd. Masy. Indones., vol. 4, no. 2, pp. 135-145, 2023, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.36596/jpkmi.v4i2.472

[16] F. Girsang, F. Yanti, and R. Damanik, "Cara Pembuatan Tahu Bagi Kalangan Masyarakat," J. Pengabdi. Masy. Sapangambei Manokotok Hitei, vol. 4, no. 2, pp. 281-286, 2024.

[17] B. Santosa and G. Suliana, "Pengaruh Varietas Kedelai Terhadap Mutu Tahu Yang Dihasilkan," J. Buana Sains, vol. 9, no. 2, pp. 137-140, 2009, [Online]. Available: https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/buanasains/article/view/233

[18] M. Hetrik, Teguh, R. Fratama, A. Ramadhan, N. Cahyuda, and Aliwasa, "Uji Kandungan Protein Pada Mie Sagu," J. Agroindustri Pangan, vol. 3, no. 3, pp. 162-174, 2024.

[19] I. dewa G. R. Agung and I. G. A. M. Dewi, "Inovasi Pemanfaatan Tahu sebagai Bahan Alternatif dalam Pembuatan Mayonaise," J. Ilm. Pariwisata dan Bisnis, vol. 03, no. 11, pp. 1810-1818, 2024.

[20] K. Nisah, M. Afkar, and H. Sa'diah, "Analisis Kadar Protein Pada Tepung Jagung, Tepung Ubi Kayu Dan Tepung Labu Kuning Dengan Metode Kjedhal," AMINA, vol. 1, no. 3, pp. 108-113, 2021, doi: 10.22373/amina.v1i3.46.

[21] R. Wahyudi, H. Indriani, and M. S. Haris, "Tahu Sabar (Sari Bahari) Upaya Pemanfaatan Limbah Produksi Garam sebagai Tahu Bahan Organik Ramah Lingkungan bagi Penderita Stunting," Amerta Nutr., vol. 6, no. 1, pp. 44-52, 2022, doi: 10.20473/amnt.v6i1.2022.44-52.

[22] O. H. Lowry, N. J. Roserbrough, A. L. Farr, and R. J. Randall, "Protein Measurement with The Folin Phenol Reagent.," J. Biol. Chem., vol. 193, no. 1, pp. 265-275, 1951, doi: 10.1016/s0021-9258(19)52451-6.

[23] D. S. Rejeki, A. N. Cahyanta, and S. A. Musiyam, "Pengaruh Metode Pengemasan terhadap Kadar Protein pada Tempe," Kunir J. Farm. Indones., vol. 1, no. 2, pp. 10-17, 2023, doi: 10.36308/kjfi.v1i2.555.

[24] A. Fauzi, W. Utami, D. Vitasari, and A. S. Wahyuni, "Optimasi Preparasi Sampel untuk Penetapan Kadar Protein Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus)," J. Pharmascience, vol. 9, no. 1, pp. 106-112, 2022, doi: 10.20527/jps.v9i1.12961.

[25] T. F. Scientific, Protein Assay Technical Handbook. 2017. [Online]. Available: http://www.thermoscientific.com/pierce

[26] N. S. Mufida and D. Hanwar, "Pengaruh Variasi Lama Perendaman dan Suhu Penggilingan terhadap Kadar Protein Susu Kedelai," J. Pharm. Sci., vol. 8, no. 3, pp. 1452-1468, 2025.

[27] A. S. Panggabean, S. P. Pasaribu, and F. Kristiana, "The Utilization of Nitrogen Gas as a Carrier Gas in the Determination of Hg Ions Using Cold Vapor-Atomic Absorption Spectrophotometer (CV-AAS)," Indones. J. Chem., vol. 18, no. 2, pp. 279-285, 2018, doi: 10.22146/ijc.23092.

[28] L. Irawati and A. Zubair, "Validasi Metode Analisis Protein Dalam Susu Cair Kemasan Secara Spektrofotometri," Pros. 6th Semin. Nas. Penelit. Pengabdi. Kpd. Masy. 2022, vol. 10, no. 2, pp. 52-57, 2022, doi: 10.46559/tegi.v10i2.4625.

[29] D. R. Adawiyah, N. Andarwulan, R. N. Triana, D. Agustin, and D. Gitapratiwi, "Evaluasi Perbedaan Varietas Kacang Kedelai terhadap Mutu Produk Susu Kedelai," J. Mutu Pangan, vol. 5, no. 1, pp. 10-16, 2018.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Riyanti, W. A. D., & Hanwar, D. (2026). Analisis Pengaruh Waktu Perendaman Kedelai terhadap Kandungan Protein pada Tahu dengan Metode Lowry. Prosiding University Research Colloquium, 22, 292–306. Retrieved from https://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/3194