Asuhan Keperawatan pada Seorang Laki-Laki dengan Neuritis Optik Bilateral
Keywords:
Gangguan Penglihatan, Metilprednisolon, Neuritis OptikAbstract
Neuritis optik merupakan inflamasi nervus optik terkait penyakit demielinasi disebabkan oleh infeksi, trauma, insufisiensi vaskular, metastasis, toxin atau idiopatik yang dapat menurunkan penglihatan pada satu atau kedua mata disertai rasa nyeri. Laporan asuhan keperawatan tersebut bertujuan untuk mengurangi peradangan pada saraf optik, meminimalkan kerusakan saraf, dan membantu pasien memulihkan penglihatan. Dalam asuhan keperwatan ini mengguanakan metodi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. kasus ini melaporkan dengan pengkajian sebuah kasus seorang pria berusia 56 tahun dibawa ke RSUP hasan sadikin bandung dengan keluhan penglihatan kanan kiri kabur. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun dan telah menjalani Pemeriksaan darah lengkap didapatkan hemoglobin 15.5g/dL, hematokrit 33.2%, leukosit 13.2 103/?L, MCV 237fl dan MCH 29.3 pg. ANA profile test menunjukkan borderline systemic sclerosis diffuse and limited form. Pemeriksaan MRI didapatkan massa sinonasal dengan perluasan pada sebagian lobus temporalis kanan serta aspek posterior cavum orbitalis kanan kiri yang tampak menekan ujung distal nervus optikus kanan kiri dan chiasma optikum. serta menggunakan standar proses keperawatan PPNI yaitu SDKI memiliki 3 diagnosa yakni Defisi perawatan diri, gangguan mobilisasi fisik dan resiko jatuh sedangkan SLKI peningkatan 3 diagnosa tersebut dan SIKI memiliki 3 intervensi dari diagnosa tersebut yakni dukungan perawatan diri, dukungan mobilisasi, dan pencegahan jatuh. Neuritik optik bilateral ditegakkan menjadi diagnosis kerja pada kasus ini. Selanjutnya pasien di rawat inap dan diberikan terapi kortikosteroid berupa injeksi methylprednisolone 250 mg/6 jam selama 3 hari.dalam penjelsan tersebut dapat di simpulkan dengan singkat optik neurtis sering terjadi pada kalangan orang dewasa, juga memiliki resiko tinggi jika tidak di tangani yaitu kebutaan secara permanen. dalam pemeriksaan optik neuritis ada 2 pemeriksaan yakni VEP dan MRI, dalam asuhan keperawtan di atas menggunakan pemeriksaan MRI karna adanya faktor infeksi di mata pasien. Adapun saran buat pasien yaitu karna pasien bekerja di bangunan jadi lebih di utamakan mengggunakan penutup mata dan setiap habis kerja melakukan pembersihan di mata agar debu-debunya hilang. saran untuk perawatnya agar lebih mengutamakan atau membantu pasien agar pasien tidak ketergantungan dan dapat melakukan kegiatan walaupun memiliki keterbatasan penglihatan.
References
[1] H. K. Soedjono and C. I. L. Sam, "Mengenali Neuritis Optik Post-Partum Pada Daerah Terpencil: Sebuah Laporan Kasus," Callosum Neurology, vol. 3, no. 3, pp. 93-96, 2020.
[2] H. V. A. Kondengis, S. I. E. Tumewu, and R. D. P. Manoppo, "Gambaran Neuritis Optik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2015-2017," e-CliniC, vol. 8, no. 1, pp. 1-4, 2019, doi: 10.35790/ecl.v8i1.26926.
[3] B. Indriani, N. Fitri, and I. T. Utami, "Pengaruh Penerapan Aktivitas Mandiri : Kebersihan Diri Terhadap Kemandirian Pasien Defisit Perawatan Diri Di Ruang Kutilang Rsj Daerah Provinsi Lampung," Jurnal Cendikia Muda, vol. 1, no. September, pp. 382-389, 2021.
[4] D. Oleh, : Pradistya, and S. Yudiasari, "KARAKTERISTIK PASIEN NEURITIS OPTIK REKUREN."
[5] S. Nafi’ah, Parmilah, and R. Kurniawati, "Upaya Penyelesaian Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Melalui Tindakan Teknik Latihan Penguatan Sendi," Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, vol. 8, no. 2, pp. 1-11, 2022.
[6] R. F. Lesmana, A. A. M. P. Triningrat, M. P. Wijayanti, I. M. A. Kusumadjaja, I. A. S. Indrayani, and G. Kambayana, "NEUROMYELITIS OPTICA SPECTRUM DISORDER (NMOSD) DENGAN ANTIBODI AQP4 POSITIF," Callosum Neurology, vol. 4, no. 2, pp. 61-65, Sep. 2022, doi: 10.29342/cnj.v4i2.138.
[7] Y. Syukria and N. Febriani, "Edukasi Manajemen Resiko Jatuh Pada Pasien Dan Keluarga Dengan Media Poster Dan Leaflet Di Rumah Sakit," Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju, vol. 3, no. 03, pp. 65-70, 2022, doi: 10.33221/jpmim.v3i03.1986.
[8] B. S. N. Ulir, N. K. Fatmawati, and N. Tandirogang, "Gambaran Pasien Papil Atropi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2015-2020," Jurnal Sains dan Kesehatan, vol. 5, no. 1, pp. 56-63, Feb. 2023, doi: 10.25026/jsk.v5i1.1742.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.