Dukungan Keluarga terhadap Kesehatan Mental Ibu pasca Persalinan Studi Korelasional
Keywords:
Dukungan keluarga, ibu postpartum, kesehatan mentalAbstract
Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi status kesehatan individu, terutama bagi ibu yang baru melahirkan. Secara fisiologis, ada perubahan dalam peran dan fungsi tubuh sebagai konsekuensi dari transisi kehamilan, persalinan dan masa nifas, serta munculnya peran baru sebagai seorang ibu dengan bertambahnya anggota keluarga. Memberikan dukungan kepada ibu setelah melahirkan sangatlah penting, agar pasien merasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai oleh angoota keluarganya. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan mental ibu postpartum di Rumah Sakit Tingkat III dr. R. Soetarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien postpartum di Rumah Sakit Tingkat III dr. R. Soetarto sebanyak 30 ibu postpartum. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebar kuesioner dukugan keluarga dan pengukuran status kesehatan mental ibu menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) 20. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat (uji spearman rank) menggunakan program komputer. Dukungan Keluarga Ibu Postpatrum menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang mendukung sebanyak 27 orang (90,0%). Kesehatan Mental Ibu Postpatrum menunjukkan bahwa responden tidak memiliki masalah mental sebanyak 26 orang (86,7%). Ada hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan mental ibu postpartum di Rumah Sakit dr. Soetarto Yogyakarta dengan p value 0,003 (p<0,05).
References
[1] D. Sulistyaningsih and T. Wijayanti, "Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Depresi Postpartum di RSUD I.A Moeis Samarinda," Borneo Student Res. , vol. 1, no. 3, pp. 1641-1651, 2020.
[2] N. Nurfatimah and C. Entoh, "Hubungan Faktor Demografi Dan Dukungan Sosial Dengan Depresi Pascasalin," J. Profesi Med. J. Kedokt. dan Kesehat., vol. 11, no. 2, pp. 89-99, 2018, doi: 10.33533/jpm.v11i2.229.
[3] A. P. Setianingsih and N. Yuliwati, "Hubungan Depresi Post Partum dengan Pemberian ASI pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Carita," Heal. Sci. J., vol. 7, no. 1, pp. 22-32, 2023, [Online]. Available: http://studentjournal.umpo.ac.id/index.php/HSJ.
[4] K. A. Roof, L. James-Hawkins, H. F. Abdul Rahim, and K. M. Yount, "Validation of three mental health scales among pregnant women in Qatar," Reprod. Health, vol. 16, no. 1, pp. 1-6, 2019, doi: 10.1186/s12978-019-0806-6.
[5] Z. Wang et al., "Mapping global prevalence of depression among postpartum women," Transl. Psychiatry, vol. 11, no. 1, pp. 1-24, 2021, doi: 10.1038/s41398-021-01663-6.
[6] Wita Solama and ett all. Rhipiduri Rivanica, "Analisis karakteristik ibu nifas tentang depresi post partum," J. Aisyiyah Med., vol. 8, no. 1, pp. 300-313, 2023.
[7] Kementerian Kesehatan RI, "Kementrian kesehatan. Profil Kesehatan Indonesia 2019," 2019.
[8] R. A. Sari, "Literature Review: Depresi Postpartum Literature Review: Postpartum Depression.," J. Kesehat., vol. 11, no. 1, pp. 167-174, 2020, [Online]. Available: http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK.
[9] S. H. Goodman, "Intergenerational Transmission of Depression," Annu. Rev. Clin. Psychol., vol. 16, pp. 213-238, 2020, doi: 10.1146/annurev-clinpsy-071519-113915.
[10] C. Tolongan, G. E. . Korompis, and M. Hutauruk, "Dukungan Suami Dengan Kejadian Depresi Pasca Melahirkan," J. Keperawatan, vol. 7, no. 2, 2019, doi: 10.35790/jkp.v7i2.24453.
[11] B. E. Wiyanto and K. D. Ambarwati, "Dukungan Sosial dan Postpartum Depression pada Ibu Suku Jawa," Psychopreneur J., vol. 5, no. 2, pp. 68-79, 2021, doi: 10.37715/psy.v5i2.2270.
[12] W. A. Fazraningtyas, "Hubungan Faktor Sosiodemografik dengan Depresi Postpartum di Rumah Sakit Daerah Banjarmasin," Din. Kesehat. J. Kebidanan Dan Keperawatan, vol. 10, no. 1, pp. 461-469, 2020, doi: 10.33859/dksm.v10i1.423.
[13] S. Andarwulan and I. Nuraini, "Persiapan Ibu Nifas Selama Menyusui Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pemberian Asi," AS-SYIFA J. Pengabdi. dan Pemberdaya. Kesehat. Masy., vol. 1, no. 2, p. 107, 2021, doi: 10.24853/assyifa.1.2.107-114.
[14] O. Fitriani, Hermawan, and A. Anggrellanggi, "Dukungan Keluarga dalam Penerimaan Diri Orang Tua yang Memiliki Anak Cerebral Palsy di Desa Dawu, Kecamatan Paron Tahun 2022/2023," ... Pendidik. Khusus, vol. 11, pp. 77-84, 2023, [Online]. Available: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu/article/view/124111.
[15] Herien dan Raharja, Postpartum Blues : Pentingnya Dukungan Suami dan Self Efficacy Ibu, vol. 11, no. 1. 2021.
[16] N. M. A. Febriyanti, "The Relationship of Mother Characteristics and Husband Support With The Risk of Postpartum Blues In Postpartum Mothers," PLACENTUM J. Ilm. Kesehat. dan Apl., vol. 9, no. 2, p. 75, 2021, doi: 10.20961/placentum.v9i2.53657.
[17] Pongbura dan Ado, "Gambaran Dukungan Keluarga pada Pasien dengan ODJG di RSKD Provinsi Sulawesi Selatan," Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar, 2022.
[18] L. P. Sari and F. Firawati, "Family Support with Readiness Postpartum Mother Independence," J. Ilm. Kesehat., vol. 5, no. 1, pp. 40-46, 2023, doi: 10.36590/jika.v5i1.324.
[19] Y. Sari, E. Kursani, N. Nurhapipa, and S. V. W, "Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Selensen Kabupaten Indragiri Hilir," Prepotif J. Kesehat. Masy., vol. 7, no. 3, pp. 16406-16416, 2023, doi: 10.31004/prepotif.v7i3.20121.
[20] L. O. Alifariki, A. Kusnan, Asriati, I. M. C. Binekada, Saida, and A. N. Usman, "The proxy determinant of complementary feeding of the breastfed child delivery in less than 6 months old infant in the fishing community of Buton tribe," Enferm. Clin., vol. 30, pp. 544-547, 2020, doi: 10.1016/j.enfcli.2019.10.135.
[21] Sri Yunita Suraida Salat, Arisda Candra Satriaawati, and Dian Permatasari, "Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Post Partum Blues," J. Ilm. Kebidanan (Scientific J. Midwifery), vol. 7, no. 2, pp. 116-123, 2021, doi: 10.33023/jikeb.v7i2.860.
[22] R. N. Khasanah, E. Novitasari, and N. G. A. . O. Widowati, "Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Post Partum Blues pada Ibu Primipara," J. Ilm. Kesehat. Rustida, vol. 9, no. 2, pp. 159-164, 2022, doi: 10.55500/jikr.v9i2.168.
[23] Komariah, "Hubungan Perubahan Psikologis pada Ibu Postpartum, Dukungan Suami dan Dukungan Bidan dengan Kejadian Baby Blues di TPMB Siti Asiah Bekasi Tahun 2023," J. Ris. Ilm., vol. 1, no. 3, pp. 191-200, 2024.
[24] A. L. Istiqomah, N. Viandika, and S. M. Khoirun Nisa, "Description of the Level of Anxiety in Post Partum," Indones. Midwifery Heal. Sci. J., vol. 5, no. 4, pp. 333-339, 2021, doi: 10.20473/imhsj.v5i4.2021.333-339.
[25] S. P. Ningrum, "Faktor-Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Postpartum Blues," Psympathic J. Ilm. Psikol., vol. 4, no. 2, pp. 205-218, 2017, doi: 10.15575/psy.v4i2.1589.
[26] Fathimah, "Postpartum Depression : A Literature Review," J. Biol. Trop. Post-Partum Depress. A Lit. Rev., 2024.
[27] A. Amalia, M. Ramadhana, and A. T. Faradiba, "Peran Dukungan Suami Terhadap Kecenderungan Depresi Paska Melahirkan," J. Psikogenes., vol. 7, no. 1, pp. 13-17, 2019, doi: 10.24854/jps.v7i1.872.
[28] Widiastuti, "Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Dukungan Suami terkait Perawatan Bayi Baru Lahir di UPTD, Puskesmas IV Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan," Arc. Com. Heal., vol. 11, no. 3, pp. 602-615, 2024.
[29] D. Astuti, N. Nasriyah, and A. Wigati, "Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian Kolostrum Pada Ibu Postpartum Sectio Caesarea," J. Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, vol. 15, no. 1, pp. 68-77, 2024, doi: 10.26751/jikk.v15i1.2180.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.