Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Diagnosa Subarachnoid Hemorrhage ec. Cerebral Aneurysm Rupture di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Keywords:
Asuhan Keperawatan, Aneurisma Serebral, Subarachnoid HemorrhageAbstract
Subarachnoid Hemorrhage merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang di tandai adanya perdarahan pada ruang subarachnoid yang disebabkan oleh rupture aneurisma serebral. Sebanyak 6,6 juta orang mengalami kematian akibat penyakit serebrovaskular di seluruh dunia dan 3,3 juta orang meninggal karena stroke iskemik, 2,9 juta meninggal karena perdarahan intraserebral, dan 0,4 juta meninggal disebabkan perdarahan subarachnoid. SAH memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi, serta memerlukan penanganan segera dan tepat. Penyakit ini sering muncul secara mendadak dengan gejala khas berupa nyeri kepala hebat mendadak yang disebut sebagai "the worst headache of my life", disertai penurunan kesadaran, mual, muntah, hingga kejang. Studi kasus bertujuan memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan pada Ny. A yang dirawat di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan diagnosa Subarachnoid Hemorrhage akibat rupture aneurisma serebral. Pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan yaitu penurunan perfusi serebral, risiko tinggi terjadinya perdarahan ulang, risiko tinggi vasospasme, dan gangguan pola napas. Penatalaksanaan keperawatan difokuskan pada stabilisasi kondisi neurologis pasien, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian terapi sesuai instruksi medis, serta edukasi keluarga pasien mengenai kondisi dan perawatan lanjutan. Hasil dari asuhan keperawatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap dengan stabilisasi tanda vital dan kesadaran. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan kasus SAH, serta meningkatkan kewaspadaan perawat terhadap komplikasi yang dapat terjadi.
References
[1] Astannudinsyah, Rusmegawati, and C. K. Negara, "Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5, No.2. 2020 ISSN :," Med. Karya Ilm. Kesehat., vol. 5, no. 2, 2020, [Online]. Available: http://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/medika/article/download/129/128
[2] D. Dwilaksono, T. E. Fau, S. E. Siahaan, C. S. P. B. Siahaan, K. S. P. B. Karo, and T. Nababan, "Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Stroke Iskemik pada Penderita Rawat Inap," J. Penelit. Perawat Prof., vol. 5, no. 2, pp. 449-458, 2023, doi: 10.37287/jppp.v5i2.1433.
[3] D. A. Wulandari, E. Sampe, and I. Hunaifi, "Subarachnoid Hemorrhage," J. Am. Med. Assoc., vol. 123, no. 15, pp. 972-973, 2021, doi: 10.1001/jama.1943.02840500036013.
[4] B. K. Wiratama, L. P. L. Kamelia, I. M. P. Kesanda, N. N. M. Agustini, and I. K. S. Kapakisan T., "Nyeri Kepala Sentinel Pada Perdarahan Subarakhnoid," Ganesha Med., vol. 3, no. 2, pp. 114-120, 2023, doi: 10.23887/gm.v3i2.69356.
[5] AHA, "Heart disease and stroke statistics update fact sheet at a glance," Am. Hear. Assoc., pp. 1-6, 2021, [Online]. Available: https://www.heart.org/-/media/phd-files-2/science-news/2/2021-heart-and-stroke-stat-update/2021_heart_disease_and_stroke_statistics_update_fact_sheet_at_a_glance.pdf?la=en
[6] Y. Tursinawati, A. Tajally, and A. Kartikadewi, Buku Ajar Sistem Syaraf, vol. 1, no. Motion Imaging Journal,SMPTE. 2017. [Online]. Available: file:///D:/kampus/TK 3 semester 5/tugas/KTI/referensi kti/BUKU AJAR SISTEM SYARAF.pdf
[7] Rohadi and P. Bambang, KEGAWATDARURATAN DI BIDANG BEDAH SARAF. Jakarta Selatan: Salemba Medika, 2022.
[8] A. K. Hasan, Buku Ajar Keperawatan Gawat Darurat. Jakarta Selatan: Mahakarya Citra Utama, 2023.
[9] D. Meivita and M. K. W, "Penerapan Massase Abdomen Untuk Mengatasi Konstipasi Pada Pasien Stroke Non Haemoragik Di Rsud Adhyatma Semarang," J. Manaj. Asuhan Keperawatan, vol. 4, no. 2, pp. 79-84, 2020, doi: 10.33655/mak.v4i2.90.
[10] A. Gofir, TATALAKSANA STROKE DAN PENYAKIT VASKULER LAIN. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2020.
[11] M. R. Pertiwi et al., Komunikasi terapeutik dalam kesehatan. 2022.
[12] Induniasih and S. Hendarsih, METODOLOGI KEPERAWATAN. Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2022.
[13] T. P. S. D. PPNI, "Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia," Edisi 1., Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 2017, p. 328.
[14] T. P. S. D. PPNI, "Standar Intervensi Keperawatan Indonesia," Edisi 1., Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 2018, p. 527.
[15] T. P. S. D. PPNI, "Standar Luaran Keperawatan Indonesia," Edisi 1., Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 2019, p. 193.
[16] Setiawan et al, "Diagnosis Dan Tatalaksana Stroke Hemoragik," J. Med. Utama, vol. 02, no. 01, pp. 402-406, 2021.
[17] D. Rahmatika, I. T. Utami, J. Purwono, A. K. Dharma, and W. Metro, "Penerapan Aromaterapi Lavender Terhadap Pasien Nyeri Kepala Di Ruang Saraf Rsud Jend. Ahmad Yani Metro Application of Lavender Aromatherapy Towards Patients of Head Pain in the Nerve Room of Regional Public Hospital General Ahmad Yani Metro," J. Cendikia Muda, vol. 2, no. 1, 2022.
[18] A. Mustikarani and A. Mustofa, "Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke melalui Pemberian Posisi Head Up," no. 2018, 2020, doi: 10.26714/nm.v1i2.5750.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.