PKM Posyandu Remaja Kelompok “Angkatan Muda Purworejo Hargobinangun” (Ampuh) Pakem, Sleman

  • Asih Puji Utami Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Widya Mufida Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Dewi Ari Mulyani Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Rizal Nur Ibawi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Sugeng Hadi Susilo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Keywords: Posyandu Remaja;, AMPUH;, Padukuhan Purworejo;

Abstract

Padukuhan purworejo Hargobinangun Pakem terletak di lereng gunung merapi, yang jauh dari pusat kabupaten. Padukuhan purworejo memiliki organisasi remaja bernama AMPUH, yaitu Angkatan Muda Purworejo Hargobinangun. Anggota AMPUH berkisar antara 30-40 remaja yang berusia antara 12-15 tahun. Kegiatan yang telah dilaksanakan, diantaranya adalah menyelenggarakan perayaan hari besar nasional seperti hari kemerdekaan, hari besar islam, sumpah pemuda dan sebulan sekali menyelenggarakan kegiatan jalan santai. Namun banyak permasalahan dan kegiatan remaja terutama bidang kesehatan yang belum tersentuh. Sehingga perlu dibentuk posyandu dengan sasarannya remaja untuk memberdayakan remaja purworejo agar sehat secara mandiri. Kegiatan pelatihan kader posyandu remaja dirancang untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai desa Padukuhan Purworejo Hargobinangun. Pelatihan dilakukan selama satu hari sedangkan untuk praktik para kader posyandu remaja yang telah dilatih tersebut dilakukan pada bulan selanjutnya. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pelatihan pada kader remaja untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang peduli remaja, mencakup upaya promotif dan preventif. Posyandu yang telah terbentuk akan diadakan secara rutin 1 bulan sekali pada minggu kedua yang didampingi oleh Puskesmas Pakem dan kader posyandu ibu-ibu padukuhan Purworejo. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah (1) Pendaftaran peserta posyandu, (2) Pengukuran Tinggi badan, Berat Badan, Lingkar Lengan, Lingkar Perut, pengecekan anemia, (3) Pencatatan hasil pengukuran, (4) Pelayanan Kesehatan, contoh : Pemeriksaan tanda-tanda vital, Konseling hasil pengisian kuesioner kecerdasan majemuk, Merujuk remaja ke faskes dan (5) KIE. Program KIE yang dapat diberikan diantaranya adalah kegiatan penyuluhan, pemutaran film, bedah buku, pengembangan ketrampilan (seperti ketrampilan membuat kerajinan tangan, ketrampilan berwirausaha, senam atau peregangan).

Author Biographies

Asih Puji Utami, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Program Studi D3 Radiologi/Fakultas Ilmu Kesehatan

Widya Mufida, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Program Studi D3 Radiologi/Fakultas Ilmu Kesehatan

Dewi Ari Mulyani, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Program Studi D3 Radiologi/Fakultas Ilmu Kesehatan

Rizal Nur Ibawi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Program Studi D3 Radiologi/Fakultas Ilmu Kesehatan

Sugeng Hadi Susilo, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Program Studi D3 Radiologi/Fakultas Ilmu Kesehatan

References

[1]Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posyandu Remaja, 2018

[2]Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 20152019. 14. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota 15. Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

[3]Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu

[4]Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pelayanan Terpadu

[5]Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak

[6]Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Published
2020-05-12