Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Memilih Jajanan Sehat di TPQ Assuhada Desa Peniron Kabupaten Kebumen

  • Umi Laeatul Qomar STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Eka Novyriana STIKES Muhammadiyah Gombong
Keywords: Pengetahuan;, Jajanan sehat;

Abstract

Jajanan identik dengan anak sekolah. Pada masa sekarang perkembangan jajanan sangat pesat. Hasil Penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan yang melibatkan 4.500 sekolah di indonesia membuktikan bahwa 45% jajanan anak berbahaya karena mnggunakan bahan kimia berbahaya. Banyaknya makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya di pasaran, kantin-kantin, dan penjual makanan disekitar sekolah siswa mengkonsumsi makanan tidak sehat. Metode pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan penyuluhan tentang jajanan sehat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang jajanan yang sehat sehingga santri dapat memilih jajanan yang sehat. Jumlah responden sebanyak 30 responden yang merupakan santri TPQ Assuhada yang berusia lebih dari 7 tahun. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri tentang jajanan yang sehat. Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata pengetahuannya adalah 6,8 dan meningkat menjadi 8,1. Kesimpulannya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan santriwan santriwati dalam mengetahui jajanan yang sehat.

Author Biographies

Umi Laeatul Qomar, STIKES Muhammadiyah Gombong

Prodi Kebidanan Program DIII

Eka Novyriana, STIKES Muhammadiyah Gombong

Prodi Kebidanan Program DIII

References

[1] Aprillia, B.A. 2011. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah

[2] Badan POM RI, 2013. Keamanan Pangan di Kantin Sekolah. Jakarta: Direktorat SPKP Deputi III.

[3] Shepherd, R & Sparks, P. 1999. Modelling food chioce. In: MacFie HJH, Thomson DMH. Measurement of Food Preferences. Gaithersburg, MD: Aspen.

[4] Nuryanto, Pramono A, Puruhita N, Muis SF. 2014. Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap tetang gizi anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Indonesia 3(1): 32-36.
Published
2020-05-12