Edukasi Seksual Persiapan Pubertas Pada Remaja Awal Siswa Siswi SD IT At Thoriq Gombong

  • Lutfia Uli Na’mah STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Herniyatun Herniyatun STIKES Muhammadiyah Gombong
Keywords: Pubertas;, Edukasi;, Seksual;, Remaja;

Abstract

Remaja merupakan tahapan dimana perubahan periode dari anak-anak menjadi dewasa dengan adanya perubahan pada fisik, psikis, sosial. Umumnya usia paling awal dimulainya pubertas adalah pada usia 10-15 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun, namun untuk anak perempuan biasanya terjadi percepatan yaitu di usia 9 tahun sudah mengalami pubertas, tetapi percepatan tersebut sering tidak diimbangi dengan percepatan perkembangan psikologis, termasuk mental dan emosional. Pentingnya edukasi seksual persiapan pubertas pada remaja awal diperlukan agar anak memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana menjaga organ-organ reproduksi, serta menanamkan nilai-nilai moral yang berkaitan dengan masalah seksualitas. Tetapi seringkali anak merespon pubertas dengan negatif seperti rasa malu, cemas, takut, dan sedih sehingga diperlukan edukasi pada remaja awal dalam persiapan menghadapi pubertas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan edukasi seksual dini persiapan pubertas kepada siswa-siswi SD IT At Thoriq Gombong. Proses penyuluhan edukasi seksual diberikan dengan metode ceramah, diskusi menggunakan media audiovisual dan phantom. Hasil dari edukasi seksual adalah 86% siswa mempunyai pengetahuan yang baik setelah mendapatkan edukasi seksual persiapan pubertas dan 100% menyatakan siap dalam menghadapi pubertas. Oleh karena itu, edukasi seksual sangat perlu diberikan sejak awal pada anak-anak sehingga mereka siap menghadapi pubertas. Di samping itu, orangtua dan guru untuk tetap mendampingi dan juga memberikan informasi yang tepat tentang edukasi seksual masa pubertas.

Author Biographies

Lutfia Uli Na’mah, STIKES Muhammadiyah Gombong

Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga

Herniyatun Herniyatun, STIKES Muhammadiyah Gombong

Program Studi Keperawatan Program Sarjana

References

[1] Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 2019. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja, www.pusdatin.kemkes.go.id

[2] Pathomvanich A, Merke DP, Chrousos GP. Early puberty:A cautionary tale. J 4. Pediatr 2000;105: 797-802.

[3] Cavallo A. Assessment of variation of pubertal development. Dalam Baker RC, 5. penyunting. Pediatric primary care ill- child care. Edisi ke-2. Philadelphia: Lippincott William; 2001. h 163-175

[4] Marhamatunnisa. (2012). Gambaran respon psikologi saat menarche pada anak usia sekolah di kelurahan pondok cina kota Depok. Skripsi. Jakarta: Universitas Indonesia.

[5] Kuswati & Handayani, R. (2016). Gambaran kesiapan remaja dalam menghadapi menarche di SDIT Aisyiyah full day pandes wedi klaten. Jurnal Kebidanan, 08(01), 1-126.

[6] Safita, Reny. 2013. Peranan Orang Tua dalam Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak. Jurnal Edu-Bio. 4, 35.

[7] Jose RL Batubara Adolescent Development (Perkembangan Remaja) Sari Pediatri, Vol. 12, No. 1, Juni 2010

[8] Gunarso, Singgih, D. 2008. Gaya Hidup Sehat. http://www.gayahidupsehat.com.

[9] Aisyah, Diah, & Yuni, 2015. Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Usia 11-14 Tahun Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Perubahan Seks Sekunder Di MTS Safinatul Huda.
Published
2020-05-12