Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Melalui Peer Group Educator

  • Eka Novyriana STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Umi Laelatul Qomar STIKES Muhammadiyah Gombong
Keywords: Kesehatan reproduksi remaja;, peer group educator;

Abstract

Masa remaja sebagai periode yang penting dimana pada fase ini terjadi perubahan fisik, psikis, dan social. Perubahan ini yang kemudian dapat memicu masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko. Situasi kesehatan reproduksi remaja di Indonesia sangat mengkhawatirkan, hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi serta kegiatan pelayanan kesehatan reproduksi remaja yang belum berjalan optimal. Peranan teman sebaya, guru, dan petugas kesehatan berpotensi untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Karenanya dukungan dan optimalisasi peer educator harus terus dilaksanakan. Metode Pelaksanaan Pengabdian masyarakat meliputi Tahap pertama dilakukan pemilihan edukator kesehatan reproduksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Selanjutnya dilakukan pelatihan educator. Evaluasi pelatihan edukator dilakukan dengan membandingkan nilai pre test dan post test menggunakan kuesioner. Setiap satu educator akan mendampingi 10 siswa dalam kelasnya untuk berdiskusi terkait masalah kesehatan reproduksi dengan media ular tangga. Evaluasi terhadap peserta dilakukan dengan membandingkan nilai pre test dan post test menggunakan kuesioner Hasil pengetahuan educator sangat baik dengan nilai rata rata 95 dan penilaian obserasi educator menunjukkan bahwa 1 edukator menjalankan tugasnya dengan baik sekali sedang 3 edukator baik dan tidak ada yang cukup. Hal ini menunjukkan keberhasilan pelatihan educator. Pengetahuan remaja menunjukan jumlah nilai rata-rata sebelum dilakukan diskusi grup 6857.25 dan setelah dilakukan edukasi 83 dari rentang nilai 0-100 atau meningkat sebesar 25.75 point. Kesimpulan program Pengabdian masyarakat ini yaitu terbentuk edukator kesehatan reproduksi remaja sebanyak 4 orang. Edukator mampu memimpin diskusi dalam diskusi grup menggunakan media ular tangga yang kemudian dapat meningkatkan pengetahuan masing masing kelompok diskusinya terkait kesehatan reproduksi.

Author Biographies

Eka Novyriana, STIKES Muhammadiyah Gombong

Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga

Umi Laelatul Qomar, STIKES Muhammadiyah Gombong

Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga

References

[1] Andriyani, Putri. (2016). Peran Pusat Informasi Dan Konseling (Pik-Krr) Terhadap Perilaku Seksual Berisiko Pada Smpn Terpilih Di Jakarta Selatan Tahun 2016. The Southeast Asian Journal of Midwifery Vol. 2, No.1, Oktober 2016, Hal: 13-23

[2] Lukman, A. J. 2004. Remaja Hari Ini Adalah Pemimpin Masa Depan. Jakarta : BKKBN

[3] Moeliono, (2004). Seksualitas Remaja: Belajar dari Remaja yang Tak Terlayani (Underserved Youth) di Kota Jakarta

[4] Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 2019. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja, www.pusdatin.kemkes.go.id

[5] Putro, Khamim Zarkasih. 2017. Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama ISSN 1411-8777 Volume 17, Nomor 1, 2017. Page: 25-32

[6] Ramauli, S, dan Vindari, A. V. 2011. Kesehatan Reproduksi Buat Mahasiswi Kebidanan. Cetakan I. Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika

[7] Sriasih, NGK. NW Ariyani. Juliana Mauliku. AA Istri Dalem Cinthya Riris. 2013. Pengaruh Pendidikan Seksualitas Remaja oleh Pendidik Sebaya terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Bahaya Seks Bebas. Jurnal Skala Husada Vol.1

[8] Suriani. 2014. Pengaruh Peer Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan ISSN: 2338-6371

[9] Tarigan, A. 2010. Efektivitas Metode Ceramah dan Diskusi Kelompok terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di Yayasan Pendidikan Harapan Me kar Medan. Respiratory Disertasi Universitas Sumatera Utara. Medan.
Published
2020-05-12