Pemberdayaan Masyarakat Melalui Musyawarah Masyarakat Desa terhadap Perubahan Perilaku Kesehatan

  • Dian Nurafifah Universitas Muhammadiyah Lamongan
Keywords: Musyawarah;, Masyarakat Desa;, perilaku kesehatan;

Abstract

Kabupaten Lamongan baru mencapai 61,04% rumah tangga yang memenuhi kriteria PHBS. Survey awal pada 10 keluarga di Desa Bandungsari menunjukkan bahwa 80% keluarga masih belum memenuhi indikator keluarga sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan perilaku kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah Musyawarah Masyarakat Desa di Desa Bandungsari Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Desain penelitian pra eksperimen (one group pretest – posttest). Populasi adalah seluruh keluarga di Desa Bandungsari sebanyak 513 keluarga. Sampel adalah seluruh populasi yang didapatkan dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Mc Nemar dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku kesehatan sebelum dan setelah Musyawarah pada variabel pemberantasan sarang nyamuk (p=0,000), kebiasaan merokok (p=0,008), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,000), pencahayaan rumah (p=0,001), dan pencemaran lingkungan (p=0,000). Musyawarah masyarakat desa sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang ada di desa terutama masalah kesehatan.

Author Biography

Dian Nurafifah, Universitas Muhammadiyah Lamongan

Fakultas Ilmu Kesehatan

References

[1] Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Peraturan Menteri Kesehatan No. 2406 TAHUN 2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. 2011.

[2] Dinas Kesehatan Kabupaten. Profil Kesehatan Kabupaten Lamongan Tahun 2014. 2014;

[3] Natsir MF. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Masyarakat Desa Parang Baddo. J Nas Ilmu Kesehat ( JNIK ). 2019;1(3):54–9.

[4] Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan. 2019.

[5] Priesley F, Reza M, Rusjdi SR. Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. J Kesehat Andalas. 2018;7(1):124–30.

[6] Tursinawati Y, Rohmani A. Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Berbasis Perilaku Masyarakat di Kalipancur, Semarang. Rakernas Aipkema. 2016;382–91.

[7] Ika Wulandari C, Santoso A. Pengalaman Menghentikan Kebiasaan Merokok Pada Mantan Perokok. J Nurs Stud. 2012;1(1):36–42.

[8] Pertiwi E, Sinuhaji B, Pangestuti E, Irawan A. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Peer Group Terhadap Perilaku Konsumsi Rokok (Survei Pada Perokok Kategori Remaja Di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). J Adm Bisnis. 2018;65(1):102–10.

[9] Sadono DN, Fatah MZ. Proses Pemberdayaan Warga Kampung Tanpa Asap Rokok Di Kampung Bulaksari Rt 7. J PROMKES. 2018;6(1):35–45.

[10] Yunita J, Mitra M, Susmaneli H. Pengaruh Perilaku Masyarakat dan Kondisi Lingkungan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue. J Kesehatan Komunitas. 2012;1(4):193–8.

[11] Istiqomah M, Syahrul F. Faktor Risiko Aktivitas, Mobilitas, dan Menggantung Pakaian terhadap Kejadian Demam Berdarah pada Anak. J Keperawatan Muhammadiyah. 2016;1(2):1–9.

[12] Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
Published
2020-05-12