Pelatihan Terapi Kebermaknaan Hidup Bagi Kader Pengelola Lansia Di Panti Werda Pelkrim Kota Magelang

  • Enik Suhariyanti Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Kartika Wijayanti Universitas Muhammadiyah Magelang
Keywords: Kader kesehatan lansia;, pelatihan kebermaknaan hidup;, pemahaman;

Abstract

Kesiapan mental menjadi tua yang dimulai dari adanya menopause serta pengetahuan tentang kebermaknaan hidup terhadap dampak yang ditimbulkan akan mempengaruhi tingkat kejadian depresi pada lansia. Oleh karena itu, peran serta masyarakat lansia sebagai bagian komunitas secara umum dan para kader pengelola lansia sangat dibutuhkan dalam mencegah dan menanggulangi dampak yang terjadi dari ketidakbermaknaan hidup. Salah satu permasalahan adalah masih kurangnya kemampuan atau kurangnya kesadaran dalam memaknai hidup serta keterampilan lansia yang kurang dalam menanggulanginya disertai kemampuan mendampingi atau mengelola lansia yang kurang dari para kader kesehatan pengelola lansia. Target khusus kegiatan pengabdian ini adalah para pengelola/pengasuh usiawan di panti werda berjumlah 5 orang dan seluruh lansia di panti werdha Pelkrim di Kota Magelang sebanyak 15 orang. Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sasaran dalam memahami serta menerapkan manajemen tatalaksana kebermaknaan hidup dan dapat mengaplikasikan secara nyata dalam kehidupan dipanti sebagai upaya penanganan menghadapi depresi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah metode pemberdayaan masyarakat dengan model Participatory Rural Appraisal dalam bentuk ceramah dan diskusi, studi kasus, pendampingan selama roleplay, simulasi dan permainan. Metode lain menggunakan sharing dan latihan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan kader pengelola lansia di Panti Werda Pelkrim Kota Magelang. Pelatihan tentang kader kesehatan lansia sangat efektif meningkatkan pemahaman peserta ditunjukkan dengan adanya perubahan rata-rata nilai pre test dan post test, diketahui bahwa rata-rata peningkatan aspek pengetahuan dasar setelah diberi treatment adalah 65% dengan nilai rata-rata pre-test 53% dan post-test 87%. Sedangkan peningkatan aspek prinsip dan tahapan yaitu 55% yang semula 60% menjadi 93% untuk rata-rata tiap tes. Aspek afektif dan skill penerapan menunjukkan nilai rata-rata awal 50% dan meningkat menjadi 85% atau terdapat peningkatan sebesar 63%.

Author Biographies

Enik Suhariyanti, Universitas Muhammadiyah Magelang

Fakultas Ilmu Kesehatan

Kartika Wijayanti, Universitas Muhammadiyah Magelang

Fakultas Ilmu Kesehatan

References

[1] Ariyanthi, N. (2016). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Di Panti Wreda. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

[2] Bahkruddinsyah, R. (2016). Makna Hidup Dan Arti Kebahagiaan Pada Lansia di Panti Werdha Nirwana Puri Samarinda. eJurnal Psikologi. 2014. Volume 4 Nomer 4 : 431-445.

[3] Kaharingan, E., Bidjuni, H., Karundeng, M., (2015). Pengaruh Penerapan Terapi Okupasi Terhadap Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado. ejournal Keperawatan. 2015. Volume 3 Nomer 2.

[4] Trisnapati, I.K.E., Yuliadi, I., Priyatama, A.N., (2016). Keefektifan Pelatihan kebermaknaan Hidup Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti Werdha Darma Bhakti Surakarta.Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Published
2020-05-12