Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Penyuluhan Gizi Balita Dan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Kearifan Lokal Di Posyandu Desa Madureso

  • Dyah Puji Astuti Stikes Muhamamdiyah Gombong
  • Wuri Utami Stikes Muhamamdiyah Gombong
  • Eti Sulastri Stikes Muhamamdiyah Gombong
Keywords: Stunting;, gizi balita;, PMT;

Abstract

Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang yang ditandai dengan indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas z-score kurang dari -2 SD. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Faktor langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu asupan makanan dan status kesehatan. Faktor tidak langsung yang berhubungan dengan stunting yaitu Pola pengasuhan, pelayanan kesehatan, faktor maternal dan lingkungan rumah tangga. Akar masalah yang menyebabkan kejadian stunting yaitu status ekonomi keluarga yang rendah. Asupan zat gizi yang tidak adekuat, terutama dari total energi, protein, lemak dan zat gizi mikro, berhubungan dengan defisit pertumbuhan fisik pada anak. Tujuan kegiatan ini adalahmemberikan pemahaman kepada ibu tentang gizi balita, tentang pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan gizi balita melalui praktik pemberian makanan. Metode kegiatan dilakukan selama 1 bulan dengan memberikan penyuluhan mengenai stunting dan gizi balita, pemberian PMT berbasis kearifan lokal dan cooking class. Hasil menunjukkan bahwa setelah kegiatan dilakukan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi dan pencegahan stunting meningkat. Pengetahuan sebelum penyuluhan kurang 11 orang (29,7%), cukup 24 orang (64,9%)dan baik 2 orang (5,4%). Pengetahuan setelah kegiatan baik 27 orang (72,9%) dan pengetahuan cukup 10 orang (27,1%). Status Gizi balita mengalami peningkatan dilihatdari bertambahnya berat badan dari sebelum dan selama kegiatan. Hal ini menunjukan bahwa program kegiatan pengabdiaan berhasil.

Author Biographies

Dyah Puji Astuti, Stikes Muhamamdiyah Gombong

Prodi Kebidanan Program DIII

Wuri Utami, Stikes Muhamamdiyah Gombong

Prodi Keperawata Program Sarjana

Eti Sulastri, Stikes Muhamamdiyah Gombong

Prodi Kebidanan Program DIII

References

[1] http://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/download/85/69/

[2] Agustina, A. 2015. Faktor-faktor Risiko Kejadian Stunted pada Balita (24-59 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Palembang Tahun 2014.Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.

[3] AL –Rahmad Ah, Miko A, Hadi A. 2013. Kajian Stunting Pada Anak Balita Ditinjau Dari Pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, Status Imunisasi, Dan Karakteristik Keluarga Di Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasawakes. 6(2) : 169 –184.

[4] Anindita P. 2012. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga,Kecukupan Protein Dan Zinc Dengan Stunting Pada Balita Usia 6 –35 Bulan Di KecamatanTembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1(2) : 617 626.

[5] Aritonang I. 2012. Mengoptimalkan Peran Posyandu Menekan Stunting. Makalah Pada Seminar Nasional 1000 Hari Pertama Untuk Negeri. 21 April 2012. Yogyakarta : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes.

[6] Aritonang I. 2011. Menilai Status Gizi untuk Mencapai Sehat Optimal. Leutika. Yogyakarta.

[7] Aritonang I. 2012. Perencanaan &Evaluasi Program Intervensi Gizi Kesehtan. Leutika. Yogyakarta.

[8] Arnawa, dkk. 2013. Gizi Rumah Tangga dan Pengolahan Makanan. SCPP. Medan.

[9] Astari L D, Nasoetion A, Dwiriani C M. 2005. Hubungan Karakteristik Keluarga, Pola Pengasuhan Dan Kejadian Stunting Anak Usia 6 –12 Bulan.Media Gizi & Keluarga. 29(2) : 40 -46

[10] Atmarita. 2012. Stunting dan Kualitas Manusia Indonesi. Makalah Pada Seminar Nasional 1000 Hari Pertama Untuk Negeri. 21 April 2012. Yogyakarta : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes.

[11] Azwar, S. 2012. Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

[12] Azwar, S. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

[13] Balitbangkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013.. Kemenkes. Jakarta : 252-253.

[14] Eko, 2017: Buku Saku Pencegahan Stunting. Depkes RI

[15] Candra A. 2010. Hubungan Underlying Factors Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1 –2 Tahun. Diakses: 28 Mei 2015. Http: // www. ejournal.undip.ac.id.

[16] Chaggan, M.K., Broeck, J.V.D., Luabeya, K.K.A., Mpontshane, N., Tucker, K.L., and Bennish, M.L. 2009. Effect of Micronutrient Supplementation on Diarrhoeal Disease among Stunted Childreen in Rural South Africa. European Journal Clinical.63 : 850-857.

[17] Dwi L. 2011. Ilmu Gizi menjadi Semakin Mudah. Jakarta. EGC.

[18] Eveline dan Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta :PT.Wahyu Media.

[19] Hanum F, Khomsan A, Heryanto Y. 2014. Hubungan Asupan Gizi dan Tinggi Badan Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita. Jurnal Gizi dan Pangan. 9(1) : 1 –6.Kemenkes. 2010.

[20] Kemenkes RI. 2012. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kementerian Kesehatan dan JICA. Jakarta.Lestari,

[21] Peraturan Menteri Kesehatan RepublikIndonesia Nomor : 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : 4.
Published
2020-05-12