Strategi Menang Dalam Revolusi Industri 4.0 (Perspektif Filsafat Thomas Kuhn)

  • Waston Waston Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Revolusi Industri; Revolusi Saintifik; Thomas Kuhn; Paradigma

Abstract

Peralihan Revolusi Industri pertama (1.0) hingga saat ini (4.0)
terbilang kilat dalam ukuran peradaban manusia. Pada saat Karl
Popper dan orang-orang sezamannya melihat gerak ilmu secara
evolutif, Thomas Kuhn (1922-1996) menjadi orang pertama yang
berani menyatakan bahwa ilmu bergerak secara revolutif. Oleh
karena itu, paradigma Thomas Kuhn merupakan cara pandang yang
paling siap untuk menghadapi revolusi saintifik dibandingkan
paradigma filsafat lainnya. Tidak disangkal oleh siapapun, revolusi
Industri pada hakikatnya adalah revolusi saintifik. Setiap perubahan
pada sektor Industri selalu dimotori oleh perubahan pada ranah
sains dan teknologi. Oleh karena itu sangat penting untuk melihat
Revolusi Industri dalam perspektif Revolusi Saintifik sebagaimana
dilakukan oleh Thomas Kuhn. Setidaknya terdapat 4 langkah
strategis dalam menghadapi sebuah revolusi Industri sesuai
paradigma Scientific Revolution Thomas Kuhn: pertama, menjadikan
penguasaan sains-teknologi baru sebagai sebuah kewajiban. Hal ini
karena sains-teknologi baru dalam revolusi Industri 4.0, menurut
paradigma Kuhn, telah menjadi normal science; sehingga manusia
yang tidak menguasainya, sebenarnya tidak dapat disebut normal.
Kedua, normal science pada saatnya nanti akan berhadapan dengan
anomali-anomali. Revolusi Industri 4.0 yang kini dielu-elukan pada
saatnya nanti akan menampilkan ekses-ekses negatifnya. Maka
diperlukan sikap kritis untuk mengenali anomali-anomali itu. Ketiga,
anomali akan memunculkan crisis dan menuntut hadirnya revolusi
berikutnya. Krisis ini tidak hanya berdampak pada dimensi ekonomi,
namun juga sosial budaya, sehingga perlu persiapan khusus agar
dapat bertahan dalam krisis dan bertransformasi menuju revolusi
berikutnya. Keempat, temuan-temuan baru yang nantinya muncul
akan menjadi juru selamat dari krisis sekaligus pembuka jalan bagi
revolusi selanjutnya. Artinya, perlu ada upaya terus menerus untuk
gerak keilmuan yang bersifat discovery dan invention. Pendidikan
harus diubah orientasinya dari sekedar penguasaan sains-teknologi
menjadi orientasi penemuan-penemuan baru. Empat kesadaran
tersebut menjadi landasan strategi untuk menang dalam setiap
tahapan revolusi. Dengan demikian, perspektif Thomas Kuhn yang
diulas dalam penelitian kefilsafatan ini bukan sekedar untuk
menaklukkan Revolusi Industri 4.0, namun bagaimana strategi agar
mampu mencuri start untuk mempelopori dan memenangkan revolusi
industri berikutnya (5.0).

References

Gunawan A. Belanja Pendidikan
Tertinggi Ke-2 ASEAN, SDM RI Kok
Buruk? [Internet]. [cited 2019 Aug
23]. Available from:
https://www.cnbcindonesia.com/news/

20190616011324-4-78604/belanja-
pendidikan-tertinggi-ke-2-asean-sdm-
ri-kok-buruk

2. Sugianto D. Anggaran Pendidikan
Indonesia Kalah dari Malaysia :
Okezone News [Internet]. [cited 2019
Aug 23]. Available from:
https://news.okezone.com/read/2014/1

2/18/65/1081071/anggaran-
pendidikan-indonesia-kalah-dari-
malaysia

3. Sihite M. PERAN KOMPETENSI
DALAM MEWUJUDKAN SUMBER
DAYA MANUSIA YANG
BERDAYA SAING TINGGI DI ERA
REVOLUSI INDUSTRI 4.0: SUATU
TINJAUAN KONSEPTUAL. J Ilm
Methonomi [Internet]. 2018 Dec 11
[cited 2019 Aug 22];4(2):145–59.
Available from:
http://methonomi.net/index.php/jimeth
o/article/view/83/90
4. Amalia S. Reformasi Birokrasi 4.0 :
Strategi Menghadapi Revolusi Industri
4.0. J Wacana Kinerja Kaji Prakt
Kinerja dan Adm Pelayanan Publik
[Internet]. 2018 Nov 1 [cited 2019 Aug
22];21(2). Available from:
http://jwk.bandung.lan.go.id/ojs/index.
php/jwk/article/view/133
5. Sakban A, Resmini W. Kearifan Lokal
(Sasambo) sebagai pedoman Hidup
Masyarakat Multikultural dalam
Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
di Indonesia. Pros ISSN 2623-0291
[Internet]. 2018 Sep 29 [cited 2019
Aug 22];0(September):61–71.
Available from:
http://ejournal.mandalanursa.org/index
.php/Prosiding/article/view/380/366
6. Prasetyo B, Trisyanti U. REVOLUSI
INDUSTRI 4.0 DAN TANTANGAN

PERUBAHAN SOSIAL. IPTEK J
Proc Ser [Internet]. 2018 Nov 3 [cited
2019 Aug 22];0(5):22–7. Available
from:
http://iptek.its.ac.id/index.php/jps/articl
e/view/4417
7. Maemunah. Membangun Pendidikan
yang Mandiri dan Berkualitas pada Era
Revolusi Industri 4.0. Pros Semin Nas
Pengambdian 2018 Univeristas
Muslim Nusant Al-Washliyah
[Internet]. 2018 Sep 29 [cited 2019
Aug 22];0(September):2016–8.
Available from:
http://ejournal.mandalanursa.org/index
.php/Prosiding/article/view/423/408
8. Muhali D. Arah Pengembangan
Pendidikan Masa Kini Menurut
Perspektif Revolusi Industri 4.0. Semin
Nas Lemb Penelit dan Pendidik
Mandala [Internet]. 2018 Sep 29 [cited
2019 Aug 22];0(September):14–1.
Available from:
http://ejournal.mandalanursa.org/index
.php/Prosiding/article/view/425
9. Mohajan H, Mohajan HK. M P RA
Munich Personal RePEc Archive
Qualitative Research Methodology in
Social Sciences and Related Subjects
Qualitative Research Methodology in
Social Sciences and Related Subjects
[Internet]. Vol. 85654, UTC Journal of
Economic Development, Environment
and People. 2018 [cited 2019 Aug 23].

Available from: https://mpra.ub.uni-
muenchen.de/85654/1/MPRA_paper_8

5654.pdf
10. Shan Y. Kuhn’s “wrong turning” and
legacy today. Synthese [Internet]. 2018
[cited 2019 Aug 22];1–26. Available
from: https://doi.org/10.1007/s11229-
018-1740-9
11. Liao Y, Loures ER, Deschamps F,
Brezinski G, Venâncio A. The impact
of the fourth industrial revolution: A
cross-country/region comparison.
Producao [Internet]. 2018 [cited 2019
Published
2019-10-21