Menggagas Pendidikan Perdamaian Melalui Lembaga Pendidikan Dari Wacana Menuju Konsep Terapan

  • Muhammad Taufik Ismail Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Zainal Abidin Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Pendidikan, Perdamaian, Konflik, Pendidikan Perdamaian

Abstract

Sepanjang manusia hidup, ia tidak akan lepas dari konflik. Konflik
senantiasa ada dan menyertai manusia dalam kehidupan pribadi dan
sosialnya. Agar konflik ini tetap positif dan jauh dari kekerasan,
dibutuhkan pendidikan. Karena pendidikan merupakan alat paling
tepat guna mencegah kekerasan dan konflik. Namun dalam dunia
modern, belum terumuskan bagaimana pendidikan perdamaian yang
tepat, terutama dalam konteks Indonesia. Disamping itu, dalam
usaha menjaga perdamaian dan pengembangan masyarakat, bisa
mengembangkan fungsi lembaga pendidikan. Dengan demikian, agar
pendidikan selalu relevan dengan perkembangan zaman dan
berperan aktif dalam mewujudkan civil society dibutukan shifting
education paradigma.. Dari pendidikan yang bersifat pengembangan
individu, diperlebar menjadi pengembangan sosial masyarakat. Dari
lembaga pendidikan yang memproduksi intelektual, diperlebar
menjadi lembaga yang aktif menjaga perdamaian.

References

Abu-Nimer, Mohammed. Nirkekerasan dan
Bina-Damai Dalam Islam : Teori dan
Praktik. Jakarta: Alvabet, 2010.
Achmadi. Ideologi Pendidikan Islam ;
Paradigma Humanisme Teosentris.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Berger, Peter L. Langit Suci, Agama Sebagai
Realitas Sosial. Jakarta: LP3ES,
1991.
Counts, George S. Menggugat Pendidikan,
Beranikah Sekolah Membangun
Tatanan Sosial yang Baru?
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Dany Haryanto, G Edwi Nugroho. Pengantar
Sosiologi Dasar. Jakarta: PT. Prestasi
Pustakarya, 2011.
Fakih, Mansour. Masyarakat Sipil untuk
Transformasi Sosial : Pergolakan
Ideologi LSM Indonesia. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2010.
Fountain, Susan. Peace Education in
UNICEF. New York: UNICEF, 1999.
Freire, Paulo. Pendidikan Sebagai Praktek
Pembebasan. Jakarta: PT Gramedia,
1984.
Galtung. Peace by Peaceful Means: Peace
and Conflict, Development, and
Civilization. London : Sage
Publication, 1996.
, Johan. "Peace, war and defense: essays
in peace research." Ejlers (1976): 282.
Ghazali, Abdul Muqsith. Argumen Pluralisme
Agama : Membangun Toleransi
Berbasis Al-Quran. Depok: Katakita,
2009.
Hafid, Anwar. Konsep Dasar Ilmu
Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2014.
Ihsan Ali-Fauzi dan Syaiful Mujani. Gerakan
Kebebasan Sipil: Studi dan Advokasi
Kritis Atas Perda Syariah. Jakarta:
Nalar, 2009.
Johan Galtung dan Charles Webel. Handbook
Studi Perdamaian dan Konflik.
Bandung: Nusa Media, 2018.

Muhtadi, Burhanuddin. Dilema PKS : Suara
dan Syariah. Jakarta: Kepustakaan
Populer Gramedia, 2012.
Nasution, S. Sosiologi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara, 2015.
Nata, Abuddin. Sosiologi Pendidikan Islam.
Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016.
Nurul Hidayah, Mohtar Mas’oed, dan Budi
Irawanto. "Ketahanan Sosial Pada
Pemuda Penyelenggara Festival Film
Dokumenter." Jurnal Ketahanan
Nasional (2015): 37.
Page, James S. Peace Education: Exploring
Ethical and Philosophical
Foundations. USA: Information Age
Publisher, 2008.
Rizal Panggabean. Manajemen Konflik
Berbasis Sekolah. Jakarta: PT Pustaka
Alvabet, 2015.
Syariati, Ali. Tugas Cendekiawan Muslim.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
1994.
Tilaar, H.A.R. Sistem Pendidikan Nasional
yang Kondusif bagi Pembangunan
Masyarakat Industri Berdasarkan
Pancasila. Jakarta: LIPI, 1991.
Kekuasaan dan Pendidikan.
Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009.
Tilahun, Temesgen. "Johan Galtung Concept
of Positive and Negative Peace in the
Contemporary Ethiopia: An
Appraisal." Academic Research
Journal (2015): 252.
Wahab, Abdul Jamil. Manajemen Konflik
Keagamaan. Jakarta: Kompas
Gramedia, 2014.
Zaenal Abidin dan Muhammad Taufik Ismail.
"Perbandingan Tujuan Pendidikan
Untuk Membentuk Manusia Ideal
Menurut Paulo Feire dan Muhammad
Iqbal." SUHUF (2018): 16.
Published
2019-10-21