Kajian Formulasi, Karakteristik Fitokimia dan Sensori Es Krim Jamu Tradisional Beras Kencur

  • Hidayah Nurul Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi
Keywords: formulasi, karakteristik fitokimia, sensoris es krim jamu beras kencur

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang saat ini kurang
diminati oleh masyarakat, karena bentuk sediaan yang kurang
menarik. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi sediaan jamu
menjadi es krim jamu sehingga dapat meningkatkan kembali minat
masyarakat terhadap jamu. Varian rasa jamu yang dipilih adalah
beras kencur. Penelitian ini menguji 3 formula yang digunakan
sebagai bahan utama pembuat es krim. Formula I menggunakan
susu kental manis dan gelatin, formula II menggunakan susu UHT,
skim, santan dan gelatin, formula III menggunakan susu full krim,
santan dan gelatin. Analisis data yang digunakan adalah uji
organoleptik, analisis kandungan gizi, dan analisis persentase angka
kecukupan gizi. Hasil analisis produk menunjukkan bahwa formula II
menghasilkan produk es krim beras kencur yang lebih banyak disukai
dan penampilan visual yang lebih baik dibandingkan formula I dan
III serta Es krim formula II memenuhi Nilai Standar Nasional
Indonesia untuk komposisi Es krim sehingga layak untuk dipasarkan.

References

Badami S, Moorkoth S, Suresh B. Caesalpinia sappan a medicinal and dye yielding plant. Nat
Product radiance 2004;3(2):75-82.8.
Darwis, A. B. D. Indomadjo, dan S. Hasiyah. 1991. Tumbuhan Obat Famili Zingiberacaea.
Pusat Penelitian Pengembangan Pertanian. Bogor.
Erlina, R., A. Indah, dan Yanwirasti. 2007, Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma
domesticaVal.) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar, J. Sains dan Teknologi
Farmasi,12:2, 112-115.
Kardiyono, prospek dan peluang nature based products sebagai komoditas unggulan memasuki
era perdagangan bebas. Seminar Nasional Prospek herbal dan makanan Fungsional
untuk kesehatan. Surakarta.LPPM UNS:2005:26-36
Maskuri, Teknologi pembuatan es krim. Modul Materi kuliah.Semarang: Fakultas Peternakan
Universitas Diponegoro: 2002
Miranti, L., 2009, Pengaruh Konsentrasi Minyak Atsiri Kencur (Kaempferia galanga L.)
dengan Basis Salep Larut Air terhadap Sifat Fisik Salep dan Daya Hambat Bakteri
Staphylococcus aureus secara In vitro. Skripsi.Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Paimin, F. B. dan Murhananto. 1991. Budidaya Pengolahan dan Perdagangan . Penebar
Swadaya. Jakarta.
Rismunandar. 1988. Rempah-rempah Komoditi Ekspor Indonesia. Sinar Baru. Bandung.
Sukari, M. A., N. W. M. Sharif, A. L. C. Yap, S. W. Tang, B. K. Neoh, M. Rahmani, G. C. L.
Ee, Y. H. Taufiq-Yap, and U. K. Yusof, 2008, Chemical Constituens Variations of
Essential Oils from Rhizomes of Four Zingiberaceae Species, The Malaysian J. Anal.
Sci., 12(3), 638-644.
Sulaiman, M. R., Z. A. Akaria, I. A. Daud, F. N. Ng, Y.C. Ng, and M. T. Hidayat, 2007,
Antinociceptive and Anti-inflammatory Activities of the Aqueous Extract of
Kaempferia galanga Leaves in Animal Models. J. Nat. Med.,62, 221-227.
Sundari D, Widowati L, Winarno MW. Informasi khasiat, keamanan dan fitokimia tanaman
secang (Caesalpinia sappanl.) warta tumbuhan obat Indonesia. The Journal on
Indonesian Medicinal Plants1998;4(3):1-2.
Widowati. Uji Fitokimia dan Potensi Antioksidan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia
sappan L.), JKM. 2011: 11 (1):23-31.
Published
2018-02-21