Representasi Kehidupan Dalam Program Meme di Instagram: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough

  • Eva Nur Handayani Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Siti Nur Chasanah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nur'aini Mahmudah Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Meme

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial yang terus meningkat
jumlah penggunanya. Kemudahan dan kepraktisan instagram dalam
memberikan informasi secara cepat dan singkat tanpa dibatasi ruang
dan waktu, membuat setiap apa yang ditampilkan instagram selalu
mendapat respon dari pembaca baik itu pro maupun kontra dan mudah
menjadi viral. Salah satunya meme yang dapat menyebar dengan cepat
karena sifatnya yang menghibur, mendidik, mengkritik dan berpotensi
sebagai media politik. Meme dikaji dengan menggunakan analisis
norman fairclough untuk menganalisis teks, praktik produksi teks, dan
praktik sosial budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
yang memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang
mendasari perwujudan sebuah makna dari gejala-gejala sosial yang
terjadi dalam kehidupan masyarakat dengan menggunakan paradigma
kritis. Paradigma ini memandang bahwa bahasa tidak hanya sebagai
alat untuk memahamirealitas objek belaka, tetapi perlu melihat
maksud-maksud dibalik wacana tersebut. Hasil penelitian menunjukan
bahwa teks disajikan dengan singkat, padat, dan jelas. Bahasa mudah
dipahami dengan pemilihan diksi yang tepat. Teks tersebut
mengandung makna yang mencoba mengkritik kehidupan sosial dan
politik yang dikemas dalam bentuk menarik untuk meningkatkan respon
pembaca.

References

Annas, Akhirul dan Fitriawan, Rana Akbari.
2018. “Media dan Kekerasan: Analisis
Norman Fairclough Terhadap
Pemberitaan Tarung Gladiator”. Jurnal
Sospol. Vol. 4, No. 1. 37-54.
Christian, Sudarnono Sony. 2017.
“Representasi Masyarakat Indonesia
Melalui Ketidakjujuran yang tercermin
dalam meme “Awas itu hoax”. Unika
Atma Jaya. No. 21-25.

Indah, Shilikhati Nur dan Hari Bakti
Mardikantoro.2017. “Analisis Tekstual
dalam Kontruksi Wacana Berita
Korupsi di Metro TV dan NET dalam
Perspektif Analisis Wacana Kritis
Norman Fairclough”. Seloka 6. No. 2,
123-129.
Kurniasih, Nuning.2016. “Pemilihan
Gubernur DKI Jakarta 2017 dalam
meme: Sebuah Analisa Isi Terhadap
Meme-meme di Dunia Maya.Bandung:
Program Studi Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Listiyorini, Ari. 2017. “Wacana Humor
Dalam Meme di Media Online sebagai
Potret Kehidupan Sebagian Masyarakat
Indonesia”. Litera. Vol, 16. No. 1, 64-
77.
Munfarida, Elya. 2014. “Analisis Wacana
Kritis dalam Perspektif Norman
Fairclough”. Komunikasi. Vol 8. No. 1,
1-19.
Nizar, Aunar Faizul, dkk.2018. “Meme
sebagai Seloka Persendaan dan Parodi:
Impak Dimensi Sosiobudaya”. Jurnal
Komunikasi. Jilid 34. No. 1, 75-96.
Nugroho, Aditya, dkk. 2015. “Fenomena
Meme di Media Sosial: Studi Etnografi
Firtual Posting Meme Pada Pengguna
Media Sosial Instagram”. Jurnal
Sosioteknologi. Vol. 14, No. 3. 237-
245.
Tim Pusat Humas Kementrian Perdagangan
RI. 2014. Panduan Optimalisasi Media
Sosial untuk Kementrian Perdagangan
RI. Jakarta: Pusat Perdagangan
Masyarakat.
Usanti, Rosaredia dan Haryanto. 2014.
“Representasi Kritik dalam Meme
Politik (Studi Semiotika Meme Politik
dalam Masa Pemilu 2014 pada Jejaring
Sosial “Path”) Sebagai Media Kritik di
Era Siber. Surakarta: Progtam Studi
Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik.
Published
2019-10-21