ANALISIS WACANA KRITIS PADA IKLAN ROKOK DJARUM 76

  • Tedi Andrianto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Fifin Ariyanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Deni Winda Prasiska Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Andi Haris Prabawa Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Wacana

Abstract

Latar belakang: Penggunaan teori kritis sebagai alat
pengkajian dalam penelitian ini disebabkan oleh adanya
persoalan tentang penggunaan kata-kata dalam iklan rokok
djarum 76.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Memaparkan
pemaknaan iklan rokok djarum 76 dengan menggunakan
pendekatan analisis wacana kritis. 2). Memaparkan makna
sosial dari pemaknaan penggunaan kata-kata dalam iklan
rokok djarum 76 di masyarakat umum.
Metode: Kajian ini merupakan pendekatan wacana kritis
dengan metode deskriptif analitis. Penelitian deskriptif
analitis adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk
mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik
fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Kajian
ini juga terbatas hanya pada produk rokok djarum 76 yang
terdapat dalam iklan.
Hasil: Iklan rokok djarum 76 memiliki kata-kata yang khas
dalam penyajiannya. Sehingga menimbulkan kesan humor,
namun disisi lain ada sesuatu makna yang sebenarnya tersirat
di dalamnya. Kata-kata yang dipakai pun selalu lekat dengan
telinga masyarakat dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Iklan rokok djarum bahkan bisa dikatakan pemilik jargon
“wani piro?’, “kuberi satu permintaan” dan dengan om
jinnya yang memiliki gaya khas yang tidak dimiliki oleh iklan
rokok lain. Iklan rokok djarum menggunakan kata-kata yang
sangat menyesuaikan dengan kondisi bahkan banyak terdapat
kritikan sosial di dalam kata-kata tersebut.

References

Eriyanto. (2011). Analisis Wacana: Pengantar
Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKIS.
Kuntoro. (2009). Analisis Wacana Kritis
(Teori Van Dijk Dalam Kajian Teks
Media Massa). Purwokerto: Universitas
Muhammadiyah.
Mitak, Clara Natalia Christina. (2017).
“Wacana Iklan Televisi Rokok Djarum
76 Versi Pengin Eksis: Analisis Tanda
Menurut Roland Barthes”. Jurnal Ilmiah
Kebudayaan SINTESIS. 11(2):95-107.
Munfarida, Elya. (2014). “Analisis Wacana
Kritis dalam Perspektif Norman
Fairclough”. Komunika. 8(1):1-19.
Suciartini, Ni Nyoman Ayu. (2017). “Analisis
Wacana Kritis “Semua karena Ahok”
Program Mata Najwa Metro TV”.
Aksara. 29(2):267-282.
Suharyo, Suharyono; Surono, Surono; Amin,
Mujid F. (2014). “Bahasa dan Ideologi:
Mengungkap Ideologi dan Kekuasaan
Simbolik di Balik Penggunaan Bahasa
(Kajian Teks Media Melalui Analisis
Wacana Kritis). HUMANIKA, 19(1):42-
58.
Tomtom, M. (2014). Analisis Wacana Kritis
pada Iklan Komersil yang Tayang di
Televisi. Singaraja: Universitas
Pendidikan Ganesha.
Zamzani, Zamzani; Rahayu, Yayuk Eni;
Maslakhah, Siti.(2017). “Eksistensi
Bahasa dalam Iklan Televisi Indonesia”.
LITERA, 16(2):249-264.
Published
2019-10-21