Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Hand Gel Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)

  • Setyo Nurwaini Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Rosyidah Hafidzatun Nasihah Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: hand gel, antibakteri, daun jambu biji

Abstract

Sediaan hand gel dibutuhkan untuk mencegah penyebaran bakteri dari
tangan ke dalam mulut. Daun jambu biji (Psidium guajavaL.)
diketahui memiliki aktivitas terhadap E. coli, S. aureus, dan
P.aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula
hand gel ekstrak daun jambu biji yang memiliki sifat fisik dan aktivitas
antibakteri yang paling baik. Hand gel dibuat dalam tiga formula
dengan variasi kadar ekstrak daun jambu biji yaitu FI (10%), FII
(15%) dan FIII (20%). Evaluasi sifat fisik hand gel meliputi uji
organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat.
Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap E. coli. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa warna sediaan adalah coklat kehijauan, bau
khas, homogen, pH 4,9-5,0, viskositas 140-167 dPas, daya lekat 3,6-
5,9 detik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa hand gel
memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dengan diameter zona
hambatan FI 13,5 ± 0,0 mm, FII 13,5 ± 0,1 mm dan FIII sebesar 13,0
± 0,1 mm. Peningkatan kadar ekstrak daun jambu biji 10-20% dalam
hand gel tidak menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri yang
bermakna.

References

Ansel, H.C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi 4. UI Press. Jakarta.
Darsana, I.G.O. Besung, I.N.K.. dan Mahatmi, H. (2012). Potensi Daun Binahong
(Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) dalam Menghambat Pertumbuhan
Bakteri Escherichia coli secara In Vitro. 1(3). 337–351
Desiyanto, F.A dan Djannah, S.N. (2013). Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan
Pembersih Tangan Antiseptik (Hand Sanitizer) Terhadap Jumlah Angka Kuman.
KESMAS. 7 (2). 55-112.
Ditjen POM Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia Edisi
IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Ekananda, M.A. Dwyana, Z. Tambaru, E. dan Rante, H. (2016). Uji Aktivitas Ekstrak Daun
Jambu Biji Psidium guajava L. terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus
aureus. repository UNHAS.
Garg, A. Aggarwal, D. Garg. S., and Sigla, A.K.. (2002). Spreading of Semisolid Formulation:
An Update. Pharmaceutical Technology. September 2002: 84-105
Garode, A. (2014). Antibacterial Activity of Psidium Guajava Linn (Guava) Leaves Extracts on
Bacterial Pathogens. International Journal of Bioassays. (1). 1794–1796.
Istiana, S. (2016). Formulasi Sediaan Gel Basis Na-CMC Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek
(Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) sebagai Penyembuh Luka Bakar pada Kelinci.
Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2010). Pusat Data dan Informasi: Penuntun Hidup Sehat. Edisi
Keempat. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia.
Jakarta.
Kumesan, Y.A.N. Yamlean, P.V.Y. Supriati, H.S. (2013). Formulasi Dan Uji Aktivitas Gel
Antijerawat Ekstrak Umbi Bakung (Crinum Asiaticum L.) Terhadap Bakteri
Staphylococcus aureus Secara in Vitro. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi –
UNSRAT. 2 (2):2302–2493.
Mailoa M.N.. Mahendradatta M. Laga A. and Djide N. (2014). Antimicrobial Activities Of
Tannins Extract From Guava Leaves (Psidium Guajava L) On Pathogens Microbial.
International Journal of Scientific & Technology Research. 3 (1). 236–241.
Mappa. T. Edy H. J. & K.N. (2013). Formulasi Gel Ekstrak Daun Sasaladahan (Peperomia
pellucid L.) dan Uji Efektivitasnya Terhadap Luka Bakar pada Kelinci (Oryctolagus
cuniculus). Jurnal Ilmiah Farmasi. 2 (2). 49–56.
Marinton, S. (2015). Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera