PROFIL REPRODUKSI IKAN DI SUNGAI PELUS WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS

  • Susanto Susanto
Keywords: Profil reproduksi, rasio kelamin, kematangan gonad, fekunditas.

Abstract

Penelitian untuk mengungkap kualitas perairan dan profil reproduksi ikan di sungai Pelus wilayah Kabupaten Banyumas dilakukan menggunakan metode survei, dengan teknik sampling purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan yang meliputi parameter fisika dan kimia perairan, yaitu : suhu, kecepatan arus, kecerahan air, kandungan oksigen terlarut dan pH serta variasi spesies plankton di Sungai Pelus Wilayah Kabupaten Banyumas dalam kondisi baik dan layak untuk kehidupan ikan. Hasil analisis diketahui terdapat 13 jenis ikan yang teridentifikasi ditiga lokasi selama enam kali ulangan dengan interval waktu enam bulan dengan jumlah total ikan yang diperoleh 497 ekor yang terdiri dari 212 ekor ikan betina dan 285 ekor ikan jantan. Rasio kelamin ikan diketahui bahwa jumlah ikan jantan lebih banyak dibandingkan ikan betina, apabila kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan populasi ikan yang berada di Sungai Pelus akan berkurang dan dapat terjadi kepunahan. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) menunjukan bahwa dari 14 jenis ikan yang tertangkap, memiliki TKG antara I – V . Perbedaan TKG yang didapat setiap bulannya pada satu spesies ikan menunjukan ikan melakukan penijahan sepanjang tahun. Indeks Kematangan Gonad (IKG) menunjukan bahwa sembilan dari 20 jenis ikan yang dapat dihitung nilai IKG, memiliki nilai IKG dibawah 20 % yang menunjukan bahwa dapat memijah lebih dari satu kali setiap tahunnya. Fekunditas ikan menunjukan bahwa terdapat enam dari 14 jenis ikan yang dapat dihitung nilai fekunditasnya dan ikan yang memiliki nilai fekunditas tertinggi adalah ikan Melem (Osteochilus vittatus) dan Brek (Barbonymus balleroides).

References

Amin, A. M., Fedekar. F. M., Mohamed, A. A. E dan Ahmed A, M. 2016. Reproductive Biology of Mulus Surmuletus (Linnaeus, 1758) from the Egyptian Mediterranean Sea (Port Said). International Journal of Environmental Science and Enggineering (IJESE). Vol. 7: 1-10 (2016).
Anonymous. 1989. Standar Method for Examination of Waste and Waste Water.
American Public Health Association. New York.

Barus, A. T. 2002. Limnologi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara. Medan.
Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico. Bandung.
Effendie M. 2002. Biologi Perikanan.Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Effendie M. I. 1979. Metoda Biologi Perikanan.Yayasan Dewi Sri, Bogor.
Jayadi, St Hadijah., Beddu Ta dan Amrah Husma. 2016. Biologi Reproduksi Ikan Beseng– besen (Marosatherina ladigesi Ahl, 1936) di Beberapa Sungai di Sulawesi Selatan. Jurnal Iktiologi Indonesia. Vol. 16 (2) : 185 – 198.
Khaironizam, Md., Zain dan Mohd Zakaria-Ismail. 2013. Spawning Peroid and Fecundity of Neolissochilus Soroides (Duncker, 1994) (Pices, Teleostei, Cyprinidae) from a Small Malaysian Stream. Turkish Journal of Zoology. Vol. 37 : 65 – 72.
Lee, C. D., S. B Wang, C. L. Kov. 1978. Benthic Macro Invertebrate and Fish as Biological Indicator of Water Quality. With Referance to Community Diversity Index, In Inc. Cof. On Water Pollution Control in Developing Countries. Bangkok.
Mantra, I. B. dan Kasto. 1989. Penentuan Sampel, dalam Metode Penelitian Survey.
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (Ed). LP3ES. Jakarta.
Mote, Norce dan Rosa, D, P. 2015. Beberapa Aspek Biologi Reproduksi Ikan Dominan Sebagai Dasar Pengelolaan Sumberdaya Ikan di Pesisir Pantai Payum Kabupaten Marauke. Jurnal Agricola. Vol 5 (1) : 9 – 20.
Nikolsky, G.V. 1963. The Ecology of Fishes. Academic Press. London and New York.
Odum E. P. 1971. Fundamental of Ecology. 3rd edition. W. B. Sounders Company.
Philadelphia.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. 2001. Nomor 82 Tahun 2001 tentang : Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta.
Purnomo, Sidik. 2018. Profil Reproduksi Ikan di Sungai Pelus Wilayah Kabupaten Banyumas Tahun 2017. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto.
Rahman, A., Nofianur Elferianto dan Sasi Gendro Sari. 2015. Kualitas Air Sungai Tutupan Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Berdasarkan Bioindikator Makrozoobenthos. Jurnal Bioscientiae. Vol. 12 (1): 29 – 42 .
Rizal, Daniel Akhmad. 2009. Studi Biologi Reproduksi Ikan Senggiringan (Puntius joharensis) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi, Sumatera Selatan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Saputra, Yuli Hendra., M. Syahrir R dan Anugrah Aditya B. 2016. Biologi Reproduksi Ikan Jelawat (Leptobarus hoevenii, Bleeer 1851) di Rawa Banjiran Sungai Mahakam Kecamatan Muarawis Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu Perikanan . Vol. 21 (2): 1412.
Sinaga, T. P. 1995. Komunitas Ikan di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sulistiono, M. R. Jannah, Y. Ernawati. 2001. Reproduksi Ikan Belanak (Mugil dussumieri) di Perairan Ujung Pangkah Jawa Timur. Jurnal Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor, 2 : 104 - 112.
Sumawidjaja K. 1975. Limnologi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Syandry. 1997. Aspek Reproduksi Ikan Sasau (Hampala sp.) dan Ikan Lelan (Osteochilus vittatus) di Danau Singkarak. Penelitian. Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta. Padang.
Taylor, M. C. dan S. H. Sukarsono. 1995. Development of Water Quality Standars : An Indonesia Study. Environmental Management Development In Indonesia Project (EMDI).
Welch P. S. 2001. Limnology. McGraw-Hill Book Company. Inc. New York.
Published
2019-01-21