PEMANFAATAN OBAT HERBAL PENURUN PANAS PADA BALITA SAKIT DI DESA KALIURIP KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS

  • Citra Hadi Kurniati
  • Atika Nur Azizah
Keywords: Obat Herbal, Balita dan Penurun Panas

Abstract

Pendahuluan Obat herbal merupakan bahan baku atau sediaan yang berasal dari tumbuhan yang memiliki efek terapi yang bermanfaat bagi kesehatan. Pemakaian herbal untuk penanganan kesehatan telah berkembang pesat seiring kembalinya bahan alami. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. pengobatan menggunakan obat herbal masih dilestarikan dan merupakan tradisi turun menurun yang disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi yang lain. Penggunaan obat herbal yang lebih dikenal dengan jamu banyak digunakan pada balita seperti penurun panas, obat diare, penambah nafsu makan dan lain-lain.

Tujuan Penelitian Mengetahui pemanfaatan obat herbal penurun panas pada balita sakit di Desa Kaliurip Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas.

Jenis Penelitian Penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus (case study). Subjek penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita sakit panas, suaminya dan bidan desa. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan thematic content analysis.

Hasil penelitian Minat terhadap pemanfaatan obat herbal penurun panas sebesar 80%. Hal tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat karena faktor kepercayaan secara tradisional dan turun-temurun.

Kesimpulan Obat herbal dimanfaatkan oleh masyarakat karena faktor kepercayaan secara tradisional dan turun-temurun diperoleh dengan menanam sendiri tanaman herbal. Jenis yaitu kencur, bawang merah, daun dadap serep, dan pace. Cara pemanfaatan dengan cara dibalurkan ke seluruh tubuh, diletakkan di dahi, ubun-ubun, dan perut.

References

Arum GPF, Retnoningsih A, Irsadi A. 2012. Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Keseneng Kecataman Suwono Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Semarang : Unnes J Life Sci 1 (2); 1-7.
Biopharmaca Research Center Institust Pertanian Bogor
Cahyaningrum ED, Putri D. 2017. Perbedaan Suhu Tubuh Anak Demam Sebelum dan Setelah Kompres Bawang Merah. Purwokerto : Medisains: Vol. 15 (2), Agustus. Hal. 66-74
Desianti D. 2007. Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep terhadap Mencit Jantan Galur DDY,Bandung: Universitas Kristen Maranatha.
Hernani. 2011. Pengembangan Biofarmaka Sebagai Obat Herbal Untuk kesehatan. Bogor : Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian : Vol. 7 (1) 2011
Hidayat, A. 2006. Obat Herbal (Herbal Medicine) : Apa Yang Perlu Disampaikan Pada Mahasiswa Farmasi dan Mahaiswa Kedokteran?. Pengembangan Pendidikan, Vol. 3 No. 1, Hal 141-147, Juni 2006
Lestari P. 2016. Studi Tanaman Khas Sumatera Utara yang Berkhasiat Obat. Sematera Utara: Jurnal Farmanesia Vol 9 (11); 11-21.
Lubis Inke ND, Lubis Chairuddin P. 2011. Penanganan Demam pada Anak. Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RS. H. Adam Malik, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan. Sari Pediatri, Vol. 12, No. 6, April 2011
Lusia, O. 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional Dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Jember : Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. III, No. 1, April 2006, 01-07
Mitayani. 2010. Buku Saku Ilmu Gizi. Jakarta : Tim.
Revisika. 2011. Efektifitas Daun Dadap Serep (Erythirna Subumbrans (Hask.)Merr) Sebagai Penyembuh Luka Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus Strain Wistar). Skripsi. Malang: Jurusan Biologi F-MIPA, Universitas Muhammadiyah Malang.
Sari ID, Yuniar Y, Siahaan S, Riswati, Syaripuddin M. 2015. Tradisi Masyarakat dalam Penanaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Lekat di Pekarangan. Jakarta : Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 5 (2): 123-132.
Suryono, Sukatmi, Jayanti TD. 2012. Efektifitas Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Febris Usia 1-5 Tahun. Jurnal AKP no.6 desember. Hal. 63-68.
Susanti, N. 2011. Efektifitas Kompres Dingin Dan Hangat Pada Penatalaksanaan Demam. Sainstis Vol 1, No 1; 2011
Published
2019-01-21