SIRUP SERAI (Cymbopogon citratus) BERANTIOKSIDAN TINGGI DENGAN PEMANIS STEVIA

  • Ray Nurani Anindya
  • Anggi Widiastuti
  • Kun Harismah
Keywords: Antioksidan, sirup serai, stevia

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang dapat melindungi sel-sel terhadap efek radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel dan mungkin memainkan peran dalam penyakit jantung, kanker, alzheimer, dan penyakit berbahaya lainnya. Dua tanaman sumber antioksidan yaitu serai dan stevia (Stevia rebaudiana). Selain antioksidan serai juga memiliki manfaat sebagai detoksifikasi dan anti kanker. Stevia dapat menghasilkan senyawa steviosida dan rebaudiosida yang mempunyai kemanisan 200-300 kali dari sukrosa tetapi tidak manghasilkan kalori. Sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan obesitas. Selain itu, stevia juga bersifat nontoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar antioksidan pada sirup serai dengan substitusi pemanis stevia. Penelitian ini  menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan sukrosa : stevia yaitu 1:1, 1:2, 1:3 dan 0:4. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan 0:4 memiliki nilai antioksidan tertinggi 56,47% dan yang terendah pada perlakuan 1:1 dengan hasil 41,03%. Pada uji antioksidan ini menunjukkan bahwa semakin banyak stevia yang ditambahkan maka nilai antioksidan semakin tinggi

References

Andriani, Siti., & Yunianta.(2015). Pembuatan sirup glukosa berantioksidan dari pati jahe emprit(zingiber officinale var. rubrum) by hydrolysis enzymatically. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(3),1128-1135.
Amu, Y., (2014). Faktor Resiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD. Hi. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Program Study Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo,1–13.
Azrimaidaliza, (2011). Asupan Zat Gizi dan Penyakit Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 36–41.
Kaushik, A., Chauhan,V., & Sudha,( 2016). European journal. , 3(5), pp.517–522.
Kholida, Masruru., (2011). Teknik Perbanyakan Tanaman Stevia. Diunduh dari: http://ditjenbun.deptan.go.id/budtansim/index.php?option=com_content&view=article&id=80:teknik-perbanyakan-tanaman stevia&catid=8:inventaris-berita&Itemid=30. tanggal 29 Maret 2017.
Martianingsih,N & Atmaja, L., (2010). AnaLisis Sifat Kimia , Fisik , dan Termal Gelatin Dari Ekstraksi Kulit Ikan Pari (Himantura gerrardi) Melalui Variasi Jenis Larutan Asam.Jurusan Kimia,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institu Tekmologi Sepuluh Nopember.
Mirghani, M.E.S.,Liyana, Y. & Parveen, J., (2012). Bioactivity analysis of lemongrass ( Cymbopogan citratus ) essential oil. , 19(2), pp.569–575.
Mukhriani, (2011). Ekstraksi, pemisahan senyawa, dan identifikasi senyawa aktif.
Naik, M.I. et al.,( 2010). Antibacterial activity of lemongrass (Cymbopogon citratus) oil against some selected pathogenic bacterias. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 3(7), pp.535–538.
Raini, M & Isnawati, A., (2011). Kajian: khasiat dan keamanan stevia sebagai pemanis pengganti gula. Media Litbang Kesehatan , 21(4), pp.145–156.
Soekarto, S.T., (1985). Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Jakarta: Bharata Karya Aksara.
Stephen D. Anton, Ph.D., Corby K. Martin, Ph.D., Hongmei Han, M.S., Sandra Coulon, B.A., William T. Cefalu, M.D., Paula Geiselman, Ph.D., & Donald A. Williamson, Ph.D., (2010). Effects of stevia, aspartame, and sucrose on food intake, satiety, and postprandial glucose and insulin levels. , 55(1), pp.37–43.
Thomas, J.E. dan Glade, M.J.,( 2010). Stevia : It ’ s Not Just About Calories., (908),101–109.
Winarno, F.G., (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Zulfadli,Muhammad.,Pato,Usman., & Hamzah,Faizah.(2018). Pembuatan sirup salak padang sidimpuan dengan penambahan ekstrak kelopak bunga rosella.JOM Faperta,5(1),1-14.
Published
2019-01-21