GAMBARAN KADAR GULA DARAH LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA

  • Dodik Luthfianto
  • Retno Dewi Noviyanti
  • Indah Kurniawati
Keywords: Kadar gula darah, lansia

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan terjadinya diabetes antara lain : Pola makan, obesitas (kegemukan), faktor genetis, bahan-bahan kimia dan obat-obatan, penyakit dan infeksi pada pankreas, kurangnya aktifitas fisik dan usia lanjut. Salah satu faktor penyebab diabetes mellitus pada penelitian ini adalah faktor usia lanjut.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar gula darah lansia di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lansia wilayah kerja puskesmas Gambirsari, sejak bulan Mei – Agustus 2018 terhadap lansia dengan rentang usia 45-80 sebanyak 203 orang dengan teknik sampling simple random sampling. Variabel penelitian ini adalah kadar gula darah. Kadar gula darah sewaktu (GDS) diperoleh dari pemeriksaan CGU. Hasil pemeriksaan diperoleh bahwa dari 203 lansia, sebanyak 23,6 % memiliki kadar gula darah sewaktu lebih dari normal atau hiperglikemia. Kadar normal GDS adalah < 130 mg/dl dengan rata-rata nilai nilai GDS dalam penelitian ini masih dalam kategori normal yaitu 124,75 ± 73,64 mg/dl. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 23,6 % lansia mengalami diabetes mellitus.

References

Almatsier, S. (2007). Penuntun Diet. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 137.
American Diabetes Association. (2010). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care. Vol. 33: 562-569.
Badawi. (2009). Melawan dan Mencegah Diabetes. Jogjakarta: Araskah.
Departemen Kesehatan RI. (2005). Rencana Strategi Departemen Kesehatan. Jakarta: Depkes RI.
Hasdianah, L. (2012). Kejadian Diabetes Mellitus (DM), Perilaku Berisiko dan Kondisi Fisiologis Penderita DM di Indonesia. Majalah Kesehatan Perkotaan. 15 (1): 55-67.

Indraswari, W. (2010). Hubungan Indeks Glikemik Asupan Makanan dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Skripsi. Universitas Hasanudin Makasar.
International Diabetes Federation (IDF). (2013). IDF Diabetes Atlas. 6th ed. p. 11- 3.
Paradigta, S. (2009). Patofisiologi, gejala dan tanda diabetes mellitus. Diakses : 16 Maret 2017 .https://pojoksehat.wordpress.com/2009/12/14/apa-itu-diabetes-patofisiologi-gejala-dan-tanda/
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C., dan Bare, Brenda G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth. Edisi 8. 1(2). Jakarta: EGC.
Suyono, S. (2004). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Balai Penerbit FK UI.
Tjokroprawiro, Askandar. (2006). Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Waspadji, S. (2006). Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis, dan Strategi Pengelolaan. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: Fakultas Kedokteran Indonesia.
Published
2019-01-21