PENERAPAN PEMBERIAN MADU UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM

  • Naelaz Zukkhruf Wakhidatul Kiromah
  • Siti Lestari
  • Dyah Puji Astuti
Keywords: madu, luka perineum, ibu postpartum

Abstract

Luka perineum adalah masalah umum untuk ibu postpartum. Hal ini dapat  menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi luka jahitan perineum. Infeksi ini dapat diobati dengan memberi madu. Madu adalah sejenis terapi non-farmakologis untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi madu untuk mempercepat penyembuhan luka perineum ibu postpartum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Partisipan terdiri dari 5 ibu postpartum fisiologis. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan perawatan luka perineum menggunakan madu menghasilkan 3 partisipan (60%) mengalami penyembuhan luka dalam kategori cepat dan  2 partisipan (40%) mengalami penyembuhan luka dalam kategori normal. Madu terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka dan dapat direkomendasikan untuk penyembuhan luka perineum pada ibu post partum.

References

Aprillia, Y. (2014, November 21). Menghindari Robekan Jalan Lahir. Diambil kembali dari www.bidankita.com/menghindari-robekan-jalan-lahir/
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: RIneka Cipta.
Aryanti. (2010). Hubungan Jenis Robekan dengan Lama Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas di BPM Mulyana Sari Yogyakarta. Jurnal Mahasiswi STIKES Aisyiyah Yogyakarta.
Astari, R. (2012). Kajian Kontroversi Pengaruh Episiotomi dan Non Episiotomi terhadap Persalinan. Majalah Ilmiah Sultan Agung, 1.
Atalya. (2017, April 5). Episiotomi saat Persalinan, Apakah Diperlukan? Diambil kembali dari https://www.ibupedia.com/artikel/balita/episiotomo-saat-persalinan-apakah-diperlukan-
Bascom, C. d. (2011). Seputar Ruptur Perineum. Diambil kembali dari http://bascommetro.com.
Bascom, H. d. (2011). Seputar Ruptur Perineum. Diambil kembali dari http://www.bascommetro.com.
Hamad, S. (2007). Terapi Madu. Jakarta: Pustaka Ilman.
Herawati. (2010). Hubungan Perawatan Peerineum dengan kesembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas Hari Keenam di Bidan Praktik Swasta Mojokerto Kedawung Sragen. Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Lusby, P. E. (2015, Oktober 21). Penggunaan Madu dalam Perawatan Luka. Dipetik Juni 7, 2018, dari https://googleweblight.com/i?u=https://www.researchgate.net/publication
Manjula, P. (2012). Effectiveness of Honey versus betyadin of episiotomy wound healing.
Manuaba. (2007). Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Mubarak, W. I. (2012). Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Novenda, S. D. (2008). Dipetik Februari 10, 2018, dari Perawatan Luka Dahulu Dan Sekarang: http://www.perawatnline.com/index
Smeltzer, S. (2006). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Alih bahasa Agung Waluyo. Edisi 2 . Jakarta: EGC.
Suranto, A. (2007). Terapi Madu. Jakarta: Penebar Swadaya.
Wulandari, & Astuti. (2017). Perbandingan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum dengan Madu VS Povidon Iodin di RB Amanda.
Zakariya, M., Sudiana, K., & Wahyuni, E. D. (2009, April 1). Efektivitas Perawatan Luka Insisi dengan Madu dan Povidone Iodine 10%. Jurnal Ners, 4, 1-8.
Published
2019-01-21