HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA TLOGOSARI PATI TAHUN 2017

  • Anny Rosiana M
  • Eni ERwanti
Keywords: Status gizi, aktivitas fisik, kualitas hidup

Abstract

Latar Belakang : Kualitas hidup merupakan kemampuan individu untuk memaksimalkan fungsi fisik, sosial, psikologis, dan kemampuan beradaptasi. Cara untuk mengetahui kualitas hidup seseorang dapat dilihat dari status gizi dan aktivitas fisiknya.Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atauperwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu (Supariasa, 2013). Gizi yang kurang berdampak pada penurunan kemampuan kontraksi otot, anemi, menyebabkan menjadi lamban, kurang aktif, dan kesulitan menyuap makanan, serta menganggu aktivitas kegiatan sehari – hari, dan penurunan fungsi otak (Mujahidullah, 2012). Keteraturan dalam beraktivitas fisik memicu kerja otak dan melancarkan peredaran darah(Fatmah, 2010).

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara Status Gizi dan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Tlogosari Pati .

Metode :Jenis penelitian analitik korelation, Metode pendekatan menggunakan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 40 responden dengan  Random Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner, timbangan, dan meteran. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Chi Square.

Hasil Penelitian :Penelitian tentang hubungan status gizi dengan kualitas hidup diperoleh nilai 0,028 (,0,05) dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup diperoleh 0,042 (,0,05).

Kesimpulan : ada hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia di desa Tlogosari Pati

References

Ahmadah, N. (2015). Hubungan Antara Penelitian Kemandirian Lansia dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Kradenan Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen,.
Alimul, H. &. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.
Alimul, H. A. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Heath Book.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Arisman. (2011). Buku Ajar Ilmu Gizi Obesitas, Diabetes Mellitus dan Dislipidemia. Jakarta: EGC.
Azwar, S. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Bandiyah, S. (2009). Lanjut Usia Dan Keperawatan Gerontik. yogjakarta: Nuha Medika.
Bidah. (2014). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup lansia. Diakses pada bulan Januari 2017, dari http://www.aktivitas dankualitas lansia.com
Cakrawati, M. &. (2012). Bahan Pangan, Gizi ,Dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Fatmah. (2010). Gizi Usia Lanjut. Jakarta: Erlangga.
Fauziah, S. (2012). Konsumsi Pangan, Aktivitas Fisik, Status Gizi Dan Status Kesehatan Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Salam Sejahtera Bogor. Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.
Judith, S. (2015). Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan . Jakarta : EGC.
Kesehatan, K. (2013). Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI .
Komnas Lansia / Komis Nasional Lansia. 2010. Pedoman Active Ageing (Penuaan Aktif) Bagi Pengelola dan Masyarakat. Jakarta: Komnas Lansia
Mujahidullah, K. (2012). Keperawatan Geriatrik. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Nofitri. (2009). Kualitas Hidup Penduduk . http//www.lontar.ui.ac.id.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugroho, W. (2008). Keperawatn Gerontik & Geriatrik. Jakarta: EGC.
Oenzil, F. (2015). Gizi Meningkatkan Kualitas Manula. Jakarta : EGC.
Oktaviana, D. (2010). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Di Desa Margoagung Kecamatan Seyegan Sleman Yogyakarta. Fakultas Kedokteran UGM
Partricia gauntlett beare, m. s. (2012). buku ajar keperawatan gerontik. jakarta: EGC.
Rahmianti Dkk. (2014). Hubungan Pola Makan, Status Gizi, Dan Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Lansia Suku Bugis Di Kelurahan Sapanang Kabupaten Pangkep. Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin
Ratna. (2008). Pengaruh Faktor-Faktor Kesehatan, Ekonomi, Dan Hubungan Sosial Terhadap Kemandirian Orang Lanjut Usia. http://www.damandiri.or.id/file/ratna suhartini unair bab1. pdf.
Riyanto, A. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Rizky. (2011). Aktivitas Fisik Lansia. Diakses pada tanggal 20 Desember 2016, dari http://www.aktivitas lansia.com/usia/jakarta
Salim, A. (2007). Pediatri dalam Pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Departemen.
Saryono, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sekarwiri. (2008). Hubungan antara Kualita Hidup dengan sense of community pada Warga Jakarta yang Tinggal Di Daerah Rawan Benjir. Diakses pada 2 Januari 2017 dari http://www.lontar.ui.ac.id
Setiawan, A. S. (2010). Metode Penelitian Kebidanan Dlll, DlV, S1, dan S2. Yogyakarta: Nuha Medika.
Slamet, R. (2011). Hubungan Pola Tidur dengan kualitas Hidup Orang Lanjut Usia di Griya usia Lanjut ST.Yosef Surabaya.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sulistyaningsih. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. yogyakarta: Graha Ilmu.
Supariasa, dkk. (2013). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Tenggara, Jeffry. (2010). Kolesterol dan Gizi. http//www.vibizportal.com. Diakses pada: 12 Januari 2017.
WHO. (2009). Quality of Life. Geneva: WHO
Widoyoko, E. P. (2012). tehnik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Yuliati. (2014). Perbedaan Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal di Komunitas dengan di Pelayanan Sosial Lanjut Usia. Pustaka Kesehatan , jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/download/601/429.
Published
2019-01-21