EKSPLORASI SUMSUM TULANG PADA KASUS FEVER OF UNKNOWN ORIGIN (FUO)

  • Yuni Prastyo Kurniati
Keywords: Fever of unknown origin, Sumsum tulang, Tuberkulosis

Abstract

Pendahuluan : Demam yang tidak diketahui sebabnya atau dikenal dengan fever of unknown origin merupakan masalah menarik dalam kedokteran klinis, karena tidak ada rekomendasi standar dalam pendekatan diagnosisnya. Pemeriksaan sumsum tulang sendiri hanya dilakukan pada kasus keganasan hematologi dan kelainan granulomatous. Insidensi granuloma pada sumsum tulang sendiri sangatlah jarang, hanya sekitar 0,38-2,2%. Tujuan: Melaporkan kasus sulit tentang penegakan diagnosis demam yang tak jelas. Metode : Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil : laki-laki, 60 tahun dengan panas badan naik turun selama 2 bulan, disertai batuk, nyeri sendi lutut dan tulang belakang. Riwayat kontak penderita tuberkulosis negatif. Radiologi kesan kardiomegali. Laboratorium: anemia, leukopeni. Klinis mendiagnosis suspek multiple myeloma. Biopsi sumsum tulang : normoseluler, tuberkel, sel epitheloid histiosit dan datia langhans. Terdapat sel blast < 10%, dan megakariosit atypik serta positif pada pengecatan Ziehl-Nielsen. Kesimpulan histopatologi myelitis tuberculosis. Ulangan radiologi menemukan tuberkulosis milier. Ringkasan : Differential diagnosis tuberkulosis pulmonal atau extra pulmonal harus dipikirkan pada kasus demam tak jelas seperti ini. Biopsi memiliki nilai sensitif tinggi sebagai deteksi. Evaluasi klinis yang baik ditambah pemeriksaan radiologis dan histopatologis dapat menegakkan diagnosis dengan tepat, sehingga terapi bisa dilakukan lebih dini.

References

Aster, Z.C., Pozdnyakuva, O., Kutok, J.L., (2013). High Yield Pathology, Hematopathology. Second edition. Saunders Elsevier Inc. Philadephia
Barnes, P.F., Gordon, S.B., (2008). Clinical Tuberculosis. Fourth edition. Hanchette UK Company, London;
Depkes RI, (2000). Buku Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta. April. Halaman xvi.
Depkes RI. (2012). Kasus Tuberkulosis di Indonesia. www.depkes.go.id/.
Dinkes Kota Semarang. (2012). Profil Kesehatan. Data tuberkulosis. www.dinkes-kotasemarang.go.id.
Dinkes Provinsi Jawa Tengah. (2012). Kasus Tuberkulosis di Jawa Tengah. www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVISI_2012/13_Profil_kes.Prov.jawatengah_2012.pdf.
Dutta, A.K., Sood, R., Singh, U.B., Kapil, A., Samantaray, J.C., (2013). Diagnostic application of conventional and newer bone marrow examination techniques in fever of unknown origin. Original Article. Journal, Indian Academy of Clinical Medicine. Vol 14, No 1.
Hersch, E.C., Robert, C.O.H., (2014). Prolonged Febrile Illness and Fever of unknown Origin in Adults: a case report. Journal of Medical Case Reports. www.aafp.org/afp [15 Juli].
Kemenkes RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia 2010. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Koley, K.P., Singh, H.P., Karnani, L., Rao, M.K.K., (1991). Bone Marrow In The Diagnosis Of Fever Of Unknown Origin: A case report. Journal of Medical Case report. www.lrsitbrd.nic.in/IJTB (1991).
Porwit A., McCullough, J., Nertier, W., (2011). Blood and Bone Marrow Pathology. Second edition. Elsevier United. British.
PPTI, (2012). Tuberkulosis di Indonesia. www.PPTI.info/2012/og/tbc-di-Indonesia-peringkat-ke-5.html
Published
2019-01-21