PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER DALAM MELAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KONSELING MANAJEMEN LAKTASI MELALUI PELATIHAN KADER PENDUKUNG ASI

  • Windha Widyastuti
  • Nuniek Nizmah Fajriyah
  • Herni Rejeki
Keywords: ASI, kader, laktasi

Abstract

Upaya penanganan rendahnya Cakupan ASI Esklusif di Kabupaten Pekalongan  adalah dengan meningkatkan dukungan ibu menyusui, yang dapat dilakukan melalui peningkatkan peran aktif kader dalam pemberian edukasi dan konseling ibu tentang manajemen laktasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan kader pendukung ASI yang terlatih melakukan pendidikan kesehatan dan konseling tentang manajemen laktasi di Puskesmas Kedungwuni II. Metode yang dilakukan dimulai dengan pembentukan kader pendukung ASI pada bulan Desember 2016, diikuti dengan pendampingan praktik dan berakhir dengan evaluasi ketrampilan kader secara mandiri di bulan Mei 2017. Hasil yang diperoleh yaitu terbentuknya 22 kader pendukung ASI yang memiliki pengetahuan tentang manajemen laktasi (xˉ= 87.36) dan kemampuan memberikan pendidikan kesehatan (ˉx=82.24) dan konseling (xˉ = 85.66). Evaluasi akhir diketahui ada 43.5% kader mampu melakukan 5 kali pendidikan kesehatan secara mandiri, namun hanya  26.1% yang melakukan konseling lebih dari 2kali konseling. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah melalui pelatihan terstruktur dengan penyediaan keterampilan promosi kesehatan manajemen laktasi akan mampu membentuk kader pendukung ASI yang terlatih.

References

Anonim. 1985. Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Anonim. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Jakarta: Departemen kesehatan Republik Indonesia.
Cappocino, j g., and nathaie s. 2008. Microbiology a laboratory manual, eight edition, pearson education, USA, pp 155-170
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2011. Suplemen II Farmakope herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan RI. (1976). Materia Medika Indonesia, Jilid I-VI, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. (1992). Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.
Depkes RI. 2000. Pelaksanaan Uji Klinik Obat Tradisional. Departemen kesehatan RI. p 127
Harbone, J.B. 1987. Metode Fitokimia penuntun cara modern menganalisis tumbuhan terbitan kedua. Bandung: ITB
Radji M. 2011 buku ajar panduan mikrobiologi mahasiswa farmasi dan kedokteran. ECG. Jakarta
Ross, I.A. Medical Plants of the World : Chemical Constituen, Traditional and Modern Medical Uses. 2nd ed. New Jersey : Springer. 2003. h 133.
Saifudin, A., Rahayu, V., dan Teruna, H.Y. (2011). Standardisasi Bahan Obat Alam. Graha Ilmu: Jakarta.
Wasito, Hendri. (2011). Obat Tradisional Kekayaan Indonesia. Graha Ilmu: Jakarta.
Published
2019-01-21