ANALISIS BIAYA TERAPI PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN DI RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN TAHUN 2014 – 2017.

  • Fita Fatmawati
  • Yulian Wahyu Permadi
  • Wulan Agustin Ningrum
  • Sitti Rahmatullah
Keywords: Hipertensi, Biaya, cost-effective, ACER

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko penyakit kardiovaskuler seperti stroke, gagal ginjal, gagal jantung bahkan kematian. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan penyakit hipertensi berbeda-beda. Maka perlu dilakukan analisis efektivitas biaya agar dapat mengambil keputusan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi antihipertensi yang paling cost-effective pada pasien hipertensi dengan komplikasi diabetes mellitus rawat jalan di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Tahun 2014 – 2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Analisis efektifitas biaya yang dilakukan dengan membandingkan besar biaya medik langsung rata-rata per bulan terhadap persentase pasien yang tekanan darahnya mencapai target berdasarkan parameter ACER. Hasil penelitian menunjukkan pola pengobatan yang paling cost-effective untuk pasien hipertensi dengan komplikasi diabetes mellitus adalah golongan ACE-Inhibitor dengan total biaya rata-rata tiap bulan Rp.233.910,00 dan nilai ACER yang paling rendah Rp. 335.865,00.

References

Andayani, Tri M.(2007). Evektivitas biaya prnggunaan ACE-Inhibitor vs Calcium Chanel Blocker pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus: Yogyakarta. Jurnal pharmacy. Vol 05. Hal: 131-132
Andayani, Tri M. (2013). Farmakoekonomi: prinsip dan metodologi. Yogyakarta: Bursa ilmu. Hal: 3-16.
Ciedi, Franckie dan Grace. (2015). Hubungan Antara Penggunaan Kontrasepsi Pil Dan Riwayat Keluarga Dengan Hipertensi Pada Wanita Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado: Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol.4. Hal: 304.
Danar Pipit. (2017). Laporan DINKES Kabupaten Pekalongan tentang penyakit tidak menular. Pekalongan: DINKES.

Depkes RI. (2006). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi. Jakarta: DIRJEN Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Hal: 2
Dipiro, J.T, Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Well, B.G., Posey, L.M. (2008). Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach, Seven Edition. New York: The Mc Graw-Hill Companies. Hal: 139-148.
aki Fikri. (2017). Analisis Efektifitas Biaya Terapi Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Inap Peserta BPJS Di RSUD Sukoharjo Tahun 2016. Skripsi. Fakultas Farmasi. Surakarta: UMS.
Elin Yulinah, Retnosari Andrajati dkk. (2008). Iso Farmakoterapi. Jakarta: PT ISFI. Hal: 121-122.
Ernawati, Yuli. (2016). Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antihipertensi Kombinasi Dua Obat Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit “X” Tahun 2012. Skripsi. Fakultas Farmasi. Surakarta: UMS.
Faridah, Susi Fatonah. (2017). Biaya Medik Langsung Terapi Hipertensi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Yogyakarta. Yogyakarta: Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. Vol III. Hal: 8.
Imam Rofi’i. (2010). Ragam menu sehat untuk penderita hipertensi. Yogyakarta: Buku Biru Hal: 1.
James, P.A, Oparil, S., Carter (2014). Evidance Based Guideline For The Management Og High Blood Pressure In Adults: Report From The Panel Mambers Appointed to The Eighth Joint National Commite (JNC 8). JAMA. Vol 311. Hal 7- 8.
Katzung,B.G & Trevor A J. (2014). Basic & Clinical pharmacology ed 3th. New York: MC graw hill. Hal: 268.
Kemenkes RI. (2013). Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi. Jakarta: Depkes RI. Hal: 12-13.
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kemenkes RI. Hal 88.
Kemenkes RI. (2015). Profil kesehatan provinsi jawa tengah. Semarang: DINKESJATENGPROV. Hal 48.
Khotimah & Musnelina. (2016). Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Primer Usia 45 Tahun Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Depok. Jakarta: Sainstech Farma. Vol 9. Hal 30-34.
Murni. (2011). Analisis biaya terapi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan peserta asuransi kesehatan di rumah sakit Dr.Moewardi Surakarta tahun 2009. Skripsi. Fakultas Farmasi. Surakarta: UMS.
Notoatmodjo Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta. Hal: 100-109.
Nurmainah, Fudholi A dan Dwi Prahasto, I. (2013). Persistensi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.Vol 8. Hal 13-15.
Rustiani, Retnosari dan Liana. (2014). Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit PMI Bogor Perbandingan Cost-effectiveness Dan Kualitas Hidup Pasien. Depok: Universitas Indonesia. Jurnal ilmu kefarmasian Indonesia. Vol 12. Hal: 4-6.
Roymond (2012). Scientific Journal Of Pharmaceutical Development And Medical Application Hypertension. Tangerang: Jurnal Farmasi. Vol 25. Hal 6-8.
Syarif, Ari estuningsih dkk. (2012). Farmakologi dan terapi edisi 5 cetak ulang dengan tambahan. Jakarta: FKUI. Hal: 324-360.
Senfri, Alwiyah dan Ingrid Faustine. (2017). Profil Penggunaan Obat Pasien Hipertensi Essensial Di Instalasi Rawat Jalan RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur Periode Januari – Desember Tahun 2014. Palu: Universitas Tadulako. Journal of Pharmacy. Vol 3. Hal: 54-55.
Siregar Charles, Lia amalia. (2003). Farmasi rumah sakit: Teori dan penerapan cetakan I. Jakarta: EGC. Hal: 8-12.
Subekti. (2009). Kumpulan kuliah farmakologi. Jakarta: EGC. Hal: 487, C9.
Sutanto Priyo Hastono. (2006). Analisis Data. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Hal: 88-126.
Weber, Michael A. (2014). Clinical practice guidelines for the management of hipertension in the community statement by the american society of hypertension and the internasional society of hypertension. New York: State University of New York. The journal of clinical hypertension. Vol 16. Hal 15 -19.
William D Linn et al. (2009). Pharmacoterapy in primer care. New York: MC graw hill. Hal: 30.
Published
2019-01-21