PENGKAJIAN BERAT KERING, LAJU PERTUMBUHAN DAN NILAI ENERGI TANAMAN BAWANG MERAH

  • Agus Suprapto
  • Hadi Rianto
  • Murti Astiningrum
Keywords: bawang merah, berat kering total, nilai energi, pupuk organik

Abstract

Bawang merah adalah spesies dari keluarga Alliaceae yang secara ekonomi merupakan tanaman sayuran paling banyak dibudidayakan di dunia, terutama di benua Asia dan Eropa. Bawang merah berkontribusi signifikan terhadap nilai gizi dalam diet, juga memiliki sifat sebagai obat kesehatan bagi manusia. Berbagai penelitian bawang merah telah dilaporkan, tetapi penelitian yang mengungkap hubungan pupuk organik terhadap pertumbuhan, hasil, dan nilai energi yang terdapat dalam bawang merah selama periode pertumbuhan belum diteliti. Sebuah percobaan dilakukan di Sawangan Kabupaten Magelang, dengan percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap, dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu perlakuan dosis pupuk NPK: ½ NPK standar, 1,0 NPK standar dan 1½ NPK standar. Faktor kedua adalah pupuk organik cair:  2 ml/l air, 3 ml/l air dan 4 ml/l air. Dosis pupuk 1,0 NPK standar ialah N 190 kg/ha, P2O5 92 kg/ha dan K2O 120 kg/ha mampu meningkatkan berat umbi kering simpan,  berat kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan nilai energi.  Konsentrasi pupuk organik cair tidak menunjukkan perbedaan terhadap berat umbi kering simpan,  berat kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan nilai energi. Tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair pada semua parameter pengamatan.

References

Anonim. 2004. Panduan produk pupuk organik cair NASA, pupuk organik padat SUPER NASA dan hormonik natural nusantara, Yogyakarta: NASA.
Bhattacharjee, S., Sultana, A, Sazzad, M.H, Islam, M.A, Ahtashom, M. M, and Asaduzzaman. (2013). Analysis of the proximate composition and energy values of two varieties of onion (Allium cepa L.) bulbs of different origin: A comparative study. International Journal of Nutrition and Food Sciences, 2(5), 246-253.
Gardner, F.P., Pearce, R. B, dan Mitchel, R. L. (1991). Fisiologi tanaman budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Hamim. (2004). Underlaying drought stress effect on plant: inhibition of photosynthesis. Journal of Bio-sciences,11(4), 164-169.
Mogren, L.M, Olssen, M. E, and Gertsson, U. E. (2007). Effects of cultivar, lifting time and nitrogen fertiliser level on quercetin content in onion (Allium cepa L.) at lifting. Journal of the Science of Food and Agriculture, 87, 470-476.
Pasaribu, R. P., Yetti, H. dan Nurbaiti. (2015). Pengaruh pemangkasan cabang utama dan pemberian pupuk pelengkap cair organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum, Mill.). Jurnal Penelitian, 2(2), 1-14
Subhan, N., Nutika, dan Gunadi, N. (2009). Respon tanaman tomat terhadap penggunaan pupuk majemuk NPK 15-15-15 pada tanah latosol pada musim kemarau. Jurnal Hortikultura, 19(1), 40 - 48.
Sumarni, N., Rosliani, R, dan Suwandi. (2012). Optimasi jarak tanam dan dosis pupuk NPK untuk produksi bawang merah dri benih umbi mini di dataran tinggi. J. Hort, 22(2), 148-155
Suprapto, A., Astiningrum, M, dan Rianto, H. (2018). Optimalisasi dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair untuk produksi bawang merah di lahan pasca erupsi merapi. The 7th University Research Colloquium, Surakarta, 286-294.
Sutanto, R. (2002). Penerapan pertanian organik. Yogyakarta: Kanisius
Yudhistira, G., Moch, R., dan Tatik, W. (2014). Pertumbuhan dan produktivitas sawi pak choy (Brasica rapa, L.) pada umur transplanting dan pemberian mulsa organik. Jurnal Produksi Tanaman, 2(1), 41-49.
Published
2019-01-21