PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER PENDUKUNG ASI : PENGABDIAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS WIRADESA PEKALONGAN

  • I. Isyti’aroh
  • Firman Faradisi
  • Siti Rofiqoh
  • Sri Aniyati
  • Yuni Sandra Pratiwi
Keywords: ASI, kader kesehatan, laktasi

Abstract

Kader kesehatan merupakan salah satu ujung tombak pembangunan bidang kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Khusus untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif, perlu dibentuk kader pendukung ASI yang mendukung pembangunan bidang gizi keluarga terutama  pemberian ASI eksklusif. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah  membentuk kader ASI yang mempunyai pemahaman yang benar tentang ASI dan mampu mengedukasi masyarakat tentang ASI dan manajemen laktasi di Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Metoda pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan pelatihan selama 2 hari meliputi teori dan praktik mikroteaching sebagai persiapan untuk mengedukasi masyarakat teentang ASI. Hasil pengabdian masyarakat telah terbentuk kader pendukung ASI sejumlah 35 kader dari seluruh desa dan kelurahan di wilayah kerja puskesmas Wiradesa Pekaloangan. Hasil evaluasi pemahaman tentang ASI menunjukkan jumlah nilai rata-rata sebelum pelatihan 74,9 dan setelah pelatihan 82,7 dari rentang nilai 0-100 atau meningkat sebesar 77,8 point. Hasil penilaian microteaching menunjukkan nilai rata-rata 86,9 (nilai ambang batas 60) dari rentang nilai 0-100. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah telah terbentuk kader terlatih sebanyak 35 kader dengan pemahaman ASI yang meningkat dan mampu melakukan edukasi tentang ASI dan manajemen laktasi.

References

Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, 2015, Profil Kesehatan Kabupaten Pekalongan 2015, Pekalongan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan
Ehlayel, M. S., Bener, A., & Abdulrahman, H. M. (2009). Protective effect of breastfeeding on diarrhea among children in a rapidly growing newly developed society. The Turkish Journal of Pediatrics, 51(6), 527-33. Retrieved from http://search.proquest.com/
Handayani, D.Y & Aprilina, H. (2015). Pemberdayaan kader posyandu dalam program asi eksklusif di desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas. Medisains. 13(1), 1-4.
Handayani, L., Rahmadani. A., & Saufi. A. (2017). Pengaruh kelas ASI terhadap pengetahuan dan sikap kader kesehatan di dusun Karangbendo, Banguntapan. The 5th Urecol Proceeding.
Isyti’aroh., Setyowati, & Afifah. E., (2013). Prediktor pengambilan keputusan untuk menyusui eksklusif pada ibu paska bedah sesar. Jurnal Keperawatan Indonesia, 16(1), 47-54.
Isyti’aroh, Fajriyah, N.N., & Rejeki H. (2015). Paket edukasi BREAST dan pengaruhnya terhadap kesuksesan ibu primipara dalam menyusui.e jurnal unimus. Diakses dari . https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/1637/1689. 563-569.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2007, Buku paket pelatihan kader kesehatan dan tokoh masyarakat dalam pengembangan desa siaga, Jakarta, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Lamberti, L. M., Fischer Walker, C.,L., Noiman, A., Victora, C., & Black, R. E. (2011). Breastfeeding and the risk for diarrhea morbidity and mortality. BMC Public Health 2011, 11(Suppl 3):S15. http://www.biomedcentral.com/.
Masadeh, M., (2012). Training, education, development and learning: what is the difference?. European Scientific Journal. 8(10). 1857- 7431
Riordan, J. & Wambach, K., (2010). Breastfeeding and human
Published
2019-01-21