KELAS KADER UNTUK DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN

  • Wahyu Ersila
  • Suparni Suparni
  • Nina Zuhana
Keywords: Kelas kader, Risiko Tinggi kehamilan

Abstract

Kader kesehatan merupakan hasil dari proses pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat. Proses  pendampingan ibu hamil memang  dilakukan  oleh bidan  desa,  namun demikian  dalam  menggerakkan  masyarakat tidak terlepas dari peran kader sebagai orang yang membawa misi kesehatan serta terdekat dengan  masyarakat. Pengenalan  kemungkinan  terjadinya tanda  bahaya  kehamilan  harus  secara  dini dan  ditangani  dengan  benar  oleh  kader  kesehatan.  Apabila  kader kesehatan  kurang mampu  melakukan  deteksi  dini  terhadap komplikasi  kehamilan,  maka  akan  terjadi komplikasi yang lanjut yang akan mengakibatkan  kematian  ibu  dan  bayi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi risiko tinggi kehamilan dan melakukan pendampingan kader pengisian Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar KSPR. Hasil Peningkatan pengetahuan kader mengenai KSPR dan kemampuan kader dalam mengisi KSPR pada kartu ibu hamil dengan benar. Terjadi peningkatan pengetahuan kader mengenai deteksi risiko tinggi kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dengan peningkatan pengetahuan sebesar 4,46.  Kesimpulan Kelas kader dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi risiko tinggi kehamilan sehingga kader dapat berperan aktif mendeteksi ibu hamil berisiko untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi.

 

References

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2017. Profil Kesehatan Provinsi jawa Tengah Tahun 2016. Semarang: Dinkes Prov Jateng diunduh dari http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2016/13_Jateng_2016.pdf tanggal 29 Juli 2018
Fathoni, A., Rumintang, BI., Hanafi, F. 2012. Peran kader dalam deteksi dini kasus Risiko Tinggi Ibu Hamil dan Neonatus. Jurnal Kesehatan Prima, 6(2), 968-975
Hamariyana., Syamsianah A., dan Winaryati E. 2013. Hubungan Pengetahuan dan Lama Kerja Dengan Ketrampilan Kader Dalam Menilai Kurva Pertumbuhan Balita di Posyandu Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang, 2(1), 40-48
Kapti RE., Rustina Y., Widyatuti. 2013. Efektifitas Audiovisual sebagai media penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam tata laksana balita dengan diare di dua Rumah Sakit kota Malang. Jurnal Ilmu Keperawatan 1(1), 53-60
Kemenkes RI, 2015. Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta:Kemenkes RI diunduh dari http://www.depkes.go.id/resources/download/info-publik/Renstra-2015.pdf tanggal 29 Juli 2018
Palupi, FH., Fakhidah, LN dan Utami U. 2013. Tingkat pengetahuan kader kesehatan Tentang tanda bahaya kehamilan di desa Bolon kecamatan Colomadu. Jurnal KesMaDaSka, 4(1), 42-46
Saraswati, DE dan Hariastuti, FP. 2017. Efektifitas Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) untuk mendeteksi Resiko Tinggi pada ibu hamil di Puskesmas Ngumpakdalem Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA 5(1), 28-33
Setiawati, S., dan Dermawan, A.C. 2008. Proses pembelajaran dalam pendidikan kesehatan. Jakarta: Trans info media.
Sistiarani, C., Nurhayati S., Suratman. 2013. Faktor yang mempengaruhi peran kader dalam penggunaan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat 8(2), 77-84
Tse ADP., Suprojo A., Adiwidjaja I. 2017. Peran Kader Posyandu Terhadap Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(1), 60-62
Utami, W. 2010. Pengaruh karakteristik dan peran kader posyandu terhadap pemanfaatan buku KIA. Jurnal Penelitian Kesehatan 1(1), 1-11
Widarta GD., Laksana MAC., Sulistyono A., dan Purnomo W. 2015 Deteksi dini risiko ibu hamil dengan Kartu Skor Poedji Rochjati dan Pencegahan Faktor Empat terlambat. Majalah Obstetri dan Ginekologi 23(1), 28-32
Published
2019-01-21