PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA UNTUK MENCEGAH PERILAKU NEGATIF REMAJA

  • Lia Dwi Prafitri
  • S. Suparni
Keywords: Kesehatan Reproduksi Remaja, Perilaku Negatif

Abstract

Remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Remaja berusaha melepaskan diri dari otoritas orang tua dengan maksud menemukan jati diri. Kondisi ini membuat remaja sangat rentan terhadappengaruh teman dalam hal minat, sikap, penampilan, dan perilaku. Pada proses pencarian jati diri, remaja sering memanifestasikan perilaku yang mengandung resiko dan berdampak negatif bagi dirinya. Selain itu, remaja berisiko tinggi terhadap terjadinya kasus yang berhubungan dengan masalah kesehatan reproduksi remaja.Upaya pencegahan perilaku negatif salah satunya dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan kereproduksi remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja pria dan perempuan. Hasil pada kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja serta menginisiasi remaja untuk menindaklanjuti hasil pendidikan kesehatan dengan pentingnya mengetahui tentang kesehatan reproduksi remaja. Luaran yang dihasilkan adalah kesadaran akan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi remaja untuk mencegah perilaku negatif remaja.

References

Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kesehatan (Kemekes), dan ICF International. (2013). Indonesia Demographic and Health Survey 2012. Jakarta, Indonesia: BPS, BKKBN, Kemenkes and ICF International.
Balitbang Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.
Djama, N. T. (2017). Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate. 10 (1). 30-34.
Santrock, J. W. (2008). Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Published
2019-01-21