FORMULASI INSTAN JAHE MERAH DAN KAYU MANIS DENGAN PEMANIS STEVIA

  • Muhammad Johan Setiawan
  • Reza Andri Prasetyo
  • Kun Harismah
Keywords: Jahe merah, stevia, kayu manis

Abstract

Saat ini stevia sebagai pemanis rendah kalori dibutuhkan sebagai alternatif gula pada olahan bahan pangan karena bersifat tidak beracun, dapat mencegah kegemukan, karies gigi, dan menurunkan tekanan darah tinggi. Jahe juga dapat dimanfaatkan karena kandungan oleosin dan senyawa antioksidan tinggi, sehingga dapat menangkal radikal bebas yang dapat menghambat tumbuhnya sel-sel kanker. Bahan lainnya yaitu kayu manis yang kaya kandungan flavonoid dan beraroma khas. Oleh karena itu, dibuat minuman instan jahe merah dan kayu manis dengan pemanis stevia seba gai solusinya. Proses pembuatan minuman instan ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu proses persiapan bahan baku, proses ekstraksi daun stevia, proses pembuatan ekstrak jahe merah dan pembuatan formulasi instan jahe merah. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dua faktorial yaitu penambahan sukrosa dan ekstrak stevia (1:0 ; 1:1 ; 1:2 ; 0:1) serta penambahan kayu manis (0,5 dan 0,7 gram). Analisa yang dilakukan yaitu uji kadar gula total dengan meggunakan metode spektrofotometri, dan uji kadar air menggunakan metode gravimetri. Dari semua perlakuan, diperoleh kadar gula total sebesar 3,48 – 255,66 mg dengan kadar air sebesar 0,000079 % – 0,031%. Hasil paling optimum ada pada formulasi 3Y dengan kadar gula 192,88 mg dengan kadar air 0,0005%.

References

[1] Amanto, B. Sigit, Siswanti, & Atmaja, A. (2015). Kinetika Pengeringan Temu Giring (Curcuma heynea Valeton & van Zijp) Menggunkan Cabinet Dryer dengan Perlakuan Pendahuluan Blanching. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 8(2), 107–114
[2] Chandra, A. (2015). Studi Awal Ekstraksi Batch Daun Stevia rebaudiana dengan Variabel Jenis Pelarut dan Temperatur Ekstraksi. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(1), 114–119.
[3] Hidayati, F., Agusmawanti, P. & Firdausy, M. Dian. (2014). Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Terhadap Jumlah Sel Makrofag Ulkus Traumatikus Mukosa Mulut Akibat Bahan Kimiawi. ODDONTO Dental Journal, 2(1), 51–57.
[4] Mayani, L., Yuwono, S. Sudarminto, & Ningtyas D. Widy. (2014). Pengaruh Pengecian Ukuran Jahe dan Rasio Air Terhadap Sifat Fisik Kimia dan Organoleptik pada Pembuatan Sari Jahe (Zingiber officinale). Jurnal Pangan daan Argoindustri, 2(4), 148–158.
[5] Raini, M. & Isnawati, A. (2011). Kajian: Khasiat dan Keamanan Stevia sebagai Pemanis Pengganti Gula, Jurnal Media Litbang Kesehatan, 21, 145–156.
[6] Yulianti, D., Susilo, B. & Yulianingsih, R. (2014). Pengaruh Lama Ekstraksi dan Konsentrasi Pelarut Etanol terhadap Sifat Fisika-Kimia Ekstrak Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M.) dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE), 2(1), 35–41.
Published
2019-01-21