ANALISIS MAKROSKOPIK DAN MIKROSKOPIK HERBA SANGKETAN (Achyranthes aspera)

  • Zaenal Fanani
  • Ria Etikasari
  • Tiyas Putri Nugraheni
Keywords: Herba, Sangketan, Makroskopik, Mikroskopik

Abstract

Pengembangan obat herbal yang semakin maju mendorong berbagai studi eksplorasiĀ  tanaman liar yang dipakai dalam etnomedisin. Tanaman Sangketan (Achyranthes aspera) sudah umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, karena memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini mudah tumbuh liar di tempat terbuka seperti perkarangan kosong dan ladang. Identifikasi tanaman obat merupakan bagian penting dalam pengembangan obat herbal, untuk memastikan kebenaran jenis tanaman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi Sangketan berdasarkan pengenalan makroskopik dan mikroskopik tanaman.

Analisis makroskopik pada herba Sangketan dilakukan secara organoleptis dan morfologi, dengan mengamati bentuk batang, daun dan bunga menggunakan kaca pembesar. Analisis mikroskopik dilakukan dengan mengamati fragmen pengenal dari serbuk herba Sangketan, dilihat menggunakan mikroskop cahaya.

HasilĀ  pengamatanĀ  makroskopik, batang Sangketan jenis batang basah, arah tumbuh tegak dengan percabangan sirung pendek. Daun Sangketan berupa daun tunggal, bentuk jorong, pangkal dan ujung meruncing, tepi daun rata dengan pertulangan menyirip. Bunga Sangketan berupa bunga majemuk, bentuk bulir dengan letak di ujung batang. Gambaran mikroskopik serbuk batang Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal berupa trikoma berkutil. Pada serbuk daun Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal berupa trikoma glandular. Sedangkan serbuk bunga Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal gynoecium dan kristal roset.

References

Dwiatmaka, Y., & Maria, D.B.J. (1999). Identifikasi Mikroskopik Batang dan Serbuk Kulit Batang serta Pemeriksaan KLT Minyak Atsiri Kulit Batang Masoyi (Massola aromatic Becc). The Journal on Indonesian Medical Plants, 5 (2), 1-3.
Hasmukh, R.J., Galib, Harisha C.R., & Prajapati P.K. (2014). PHARMACOGNOSTICAL EVALUATION OF APAMARGA (Achyranthes aspera Linn.). Int. J. Ayu. Alt. Med., 2 (3), 53-59.
Kurdi, A. (2010). Diunduh dari: https://aseranikurdi.files.wordpress.com/2011/09/tanaman-herbal.pdf.-tanggal-08-Agustus-2018.
Manoi, F. (2006). Pengaruh Cara Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Sambiloto. Bul. Littro, XVII (1), 1-5.
Sutrisno, B. (1986). Analisis Jamu (ed. 1),, Jakarta: Universitas Pancasila Press.
Tjitrosoepomo, G. (1985). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuono, S., Hartati, M.S., Khirlan, Alam, G., & Prihatiningsih, W. (2006). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Marker dari Daun Sirih (Piper betle L.), Majalah Obat Tradisional, 11
Published
2019-01-21