OPTIMASI FORMULA TABLET EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DENGAN FACTORIAL DESIGN

  • Dewi Supri Asih
  • Suprapto Suprapto
Keywords: Antioksidan, bawang dayak, factorial design

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Amilum digunakan sebagai bahan pengikat dan starch 1500 sebagai bahan penghancur. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi dan efek dari amilum dan starch 1500 ditinjau dari sifat fisik dan antioksidannya serta memperoleh formula optimum dari kombinasi amilum dan starch 1500 pada tablet. Ekstraksi bawang dayak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Granulasi basah dilakukan dengan konsentrasi amilum dan starch 1500 (7:35) mg, (21:17,5) mg, (7:17,5) mg, dan (21:35). Uji kualitas granul meliputi kecepatan alir, sudut diam, dan pengetapan. Uji sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan serta waktu hancur tablet. Optimasi formula menggunakan metode factorial design, selanjutnya diverifikasi dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan adanya interaksi dan efek dari amilum dan starch 1500 yang mempengaruhi kualitas granul dan sifat fisik tablet. Semakin tinggi konsentrasi amilum dengan starch 1500 konsentrasi rendah meningkatkan kecepatan alir, keseragaman bobot, kekerasan, dan waktu hancur tablet. Semakin tinggi konsentrasi amilum dengan starch 1500 konsentrasi tinggi akan meningkatkan sudut diam, keseragaman bobot, kerapuhan dan waktu hancur. Formula optimum konsentrasi amilum dan starch 1500 yang diperoleh yaitu (21:17,5) mg dengan nilai desirability 0,446. Nilai IC50 ekstrak bawang dayak 59,85 ppm meningkat setelah menjadi tablet 46,667 ppm.

References

Bolhuis G. and Chowman Z., 1996, Pharmaceutical Powder Compaction Technology, Dalam Anggraini, H. R., 2016, Optimasi Formula Sediaan Tablet Getah Tanaman Ashitaba (Angelica keiskei) dengan Starch 1500 sebagai Filler-Binder dan Eksplotab sebagai Penghancur menggunakan Metode Desain Faktorial, Naskah Publikasi, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Depkes RI, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III., Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Depkes RI, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV., Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Depkes RI, 1989, Materia Medika Indonesia, Edisi V., Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta.
Hadisoewignyo and Fudholi A., 2013, Sediaan Solida, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Hausler, O., 2009, Starch Pragelatinized, Dalam Rowe, R., Sheskey P. J. and Quinn. M., Handbook of Pharmaceutical Excipients, ed. Sixth, Pharmaceutical Press, London.
Indrawati, N. L., and Razimin, 2013, Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit, AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Kuntorini, E., and Astuti, M. D., 2010, Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bulbus Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.), Sains dan Terapan Kimia, 4, 15–22., Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Lampung.
Lachman, L., Liberman, H. A., and Kanig J. L., 1994, Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi III., UI press, Jakarta.
Malika, E. L., 2014, Optimasi Formula Tablet Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan Bahan Pengikat Povinil Pirolidon dan Bahan Penghancur Starch 1500 menggunakan Metode Factorial Design, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Marliasari N. W., 2010, Pengaruh Variasi Konsentrasi Mucilago Amili sebagai Bahan Pengikat terhadap Sifat Fisik Tablet Ekstrak Etanolik Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Menkes RI, 1994, Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: Persyaratan Obat Tradisional, Jakarta.
Rohmatussolihat, 2009, Antioksidan Penyelamat Sel-sel Tubuh Manusia, Biotrends, 4 (1), 5–9.
Voigt R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Published
2019-01-21