FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI DEODORAN TERHADAP Staphylococcus epidermidis

  • Intan Nurhanifah
  • Anita Sukmawati
Keywords: Ocimum basilicum L, krim, antibakteri, deodoran

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai agen antibakteri pada deodoran. Minyak atsiri daun kemangi dibuat dalam bentuk krim untuk mempermudah penggunaannya. Variasi konsentrasi stearil alkohol yang berperan sebagai emulsifying agent digunakan untuk mendapatkan formula krim yang paling baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi stearil alkohol terhadap sifat fisik dan daya antibakteri sediaan krim minyak atsiri daun kemangi terhadap Staphylococcus epidermidis yang merupakan salah satu bakteri penyebab bau badan. Minyak atsiri diperoleh dari Eteris Nusantara yang didestilasi dengan metode uap. Konsentrasi stearil alkohol sebagai emulsifier yang digunakan untuk formulasi yaitu 2%, 4%, dan 8%. Evaluasi sifat fisik krim meliputi viskositas, daya sebar, daya lekat, pH, organoleptis, dan homogenitas. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin meningkatnya konsentrasi stearil alkohol pada sediaan krim minyak atsiri daun kemangi semakin meningkat pula viskositas dan daya lekatnya namun tidak mempengaruhi daya sebar dan aktivitas antibakterinya. Diameter zona hambat yang dihasilkan dari masing-masing formula dengan variasi konsentrasi stearil alkohol 2%, 4%, dan 8% yaitu 11,83 mm ± 0,29; 11,17mm ± 0,29; dan 11,33 mm ± 0,58. Krim tersebut secara organoleptis berwarna putih, bau khas kemangi, dan homogen. Hasil uji pH dari semua formula yaitu 6,49 ± 0,04.

References

Bader H.J. and Rothweil M., 2009, Deodorants and Antiperspirants, Dalam Gros, L. and Healey, K., Chemistry and Industry for Teachers in European Schools, Socrates Comenius, German.
Christine M.T., Outain-Kidd Kadivar S.C., Bramante C.T., Bobin S.A. and Zegans M.E., 2009, Polysorbate 80 inhibition of Pseudomonas aeruginosa biofilm formation and its cleavage by the secreted lipase LipA, Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 53 (1), 136–145.
Clinical and Laboratory Standards Institute, 2017, Performance standards for antimicrobial susceptibility testing, 27th ed., Clinical and Laboratory Standards Institute, USA.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV., Depkes RI, Jakarta.
Guest R.T, 2009, Stearyl alcohol, Dalam Rowe R., Sheskey P. and Quinn M., Handbook of pharmaceutical excipients, Sixth edition, Pharmaceutical Press, London, Chicago, 549–553.
Nonci Y.F., Tahar N. and Aini Q., 2016, Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Krim Susu Kuda
Sumbawa dengan Emulgator Nonionik dan Anionik, Jurnal JF FIK UINAM, 4 (4), 169–178.
Rahmawati D., Sukmawati A. and Indrayudha P., 2010, Formulasi Krim Minyak Atsiri Rimpag Temu
Giring (Curcuma heyneana Val & Zijp). Uji Sifat Fisik dan Daya Antijamur Terhadap Candida
albicans Secara In vitro, Majalah Obat Tradisional, 15 (2), 56–63.
Shahtalebi M.A., Mustafa G., Farzan A., Shiri N., Shokri D. and Syed A.F., 2013, Deodorant effects
of a sage extract stick: Antibacterial activity and sensory evaluation of axillary deodorancy,
Journal of Research in Medical Sciences, 18 (10), 83.
Silva V., Sousa J., Guerra F.Q., Pessôa H.L., Freitas A.F., Alves L.B. and Lima E.O., 2015,
Antibacterial Activity of Ocimum basilicum Essential Oil and Linalool on Bacterial Isolates of
Clinical Importance, International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research, 7
(6), 1066–1071.
Swastika N.A., Mufrod and Purwanto, 2013, Antioxidant Activity of Cream Dosage Form of Tomato
Extract (Solanum lycopersicum L .), Traditional Medicine, 18 (September), 132–140.
Ulaen S.P., Banne Y. and Suatan R.A., 2013, Pembuatan Salep Anti Jerawat dari Ekstrak Rimpang
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Jurnal Kesehatan Politeknik Kesehatan, 1, 45–49.
Voigt R., 1994, Buku Pelajaran Tehknologi Farmasi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Wasitaatmadja S.M., 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, Perpustakaan Universitas Indonesia,
Jakarta.
Wisnuwardani A.R., Sulaiman T.N.S. and Munawaroh R., 2015, Formulasi Sediaan Gel-Cream
Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Dengan Stearyl Alcohol Sebagai
Emulsifier Dan CMC-Na Sebagai Co-Emulsifier Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap
Staphylococcus epidermidis, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah
Surakarta, 1–16.



Bader H.J. and Rothweil M., 2009, Deodorants and Antiperspirants, Dalam Gros, L. and Healey, K., Chemistry and Industry for Teachers in European Schools, Socrates Comenius, German.
Christine M.T., Outain-Kidd Kadivar S.C., Bramante C.T., Bobin S.A. and Zegans M.E., 2009, Polysorbate 80 inhibition of Pseudomonas aeruginosa biofilm formation and its cleavage by the secreted lipase LipA, Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 53 (1), 136–145.
Clinical and Laboratory Standards Institute, 2017, Performance standards for antimicrobial susceptibility testing, 27th ed., Clinical and Laboratory Standards Institute, USA.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV., Depkes RI, Jakarta.
Guest R.T, 2009, Stearyl alcohol, Dalam Rowe R., Sheskey P. and Quinn M., Handbook of pharmaceutical excipients, Sixth edition, Pharmaceutical Press, London, Chicago, 549–553.
Published
2019-01-21