KEBERADAAN COLIFORM PADA DEPO AIR MINUM ISI ULANG DI GAMBIRSARI SURAKARTA

  • Lufiana Puspita Ratri
  • Windi Wulandari
Keywords: coliform, air minum isi ulang

Abstract

Air minum isi ulang menjadi alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum. Proses pengolahan Air minum isi ulang rentan terhadap kontaminasi dari mikroorganisme terutama bakteri coliform. Kontaminasi bakteri coliform disebabkan oleh pencemaran pada air baku, jenis peralatan yang digunakan, kurangnya pengetahuan tentang hygiene dan sanitasi Depo air minum isi ulang. Tujuan penelitian ini mengetahui keberadaan coliform pada depo air minum isi ulang di gambirsari Surakarta. Jenis penelitian Deskriptif untuk menguji dan menganalisis sampel air minum isi ulang. Sampel penelitian ini adalah air isi ulang yang berada di depo gambirsari Surakarta sejumlah 11 depo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,8 % depo memiliki kualitas air minum yang tidak memenuhi persyaratan secara mikrobiologi yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2010 yaitu telah melebihi 0 CFU/100 mL, terdapat 9 depo yang terdapat bakteri coliform. Dari 9 depo yang terdapat kandungan coliform ada satu depo yang kandungan coliformnya sampai kategori Terlalu Banyak diHitung (TBUD). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 81,8 % air minum isi ulang dari depo terindikasi mengandung bakteri coliform, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh sumber air baku, sistem desinfeksi/sterilisasi, hygiene dan Sanitasi Karyawan, proses pengolahan, danĀ  Kondisi Depo.

References

Bambang, F. (2005). Kualitas air minum isi ulang di kota Surabaya. Universitas Airlangga Folio Medica 4(1):25-36
Endah, N, dkk. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Cemaran Mikroba dalam AMIU pada Depo Air Minum di Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia:Vol 13 No.2.
Dinas Kesehatan Kota Surakarta. (2015). Data Sarana DAM per Puskesmas Kota Surakarta.
Dinas Kesehatan Kota Surakarta. (2016). Data Kasus Diare per Puskesmas Kota Surakarta
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 651/MPP/Kep/2004
Tentang
Published
2019-01-21