ANALISA KANDUNGAN FORMALIN IKAN ASIN PADA PASAR TRADISIONAL DAN MODERN KOTA SURAKARTA

  • Yuyun Purwati
  • Rezania Asyfiradayati
Keywords: Formalin, Ikan Asin, Pasar Modern, Pasar Tradisional

Abstract

Ikan asin merupakan lauk yang digemari masyarakat Indonesia sehingga keberadaanya mudah ditemukan baik di pasar tradisonal maupun modern. Ikan asin mudah membusuk sehingga produsen menambahkan bahan pengawet seperti formalin untuk memperpanjang umur simpan. Hasil sidak yang dilakukan BPOM Semarang di Pasar Gede Kota Surakarta Bulan Juni 2017 menunjukkan sampel ikan asin positif formalin. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan kandungan formalin ikan asin pada pasar tradisional dan pasar modern Kota Surakarta. Desain penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cros sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 12 sampel diambil dari Pasar Gede dan modern, jenis ikan asin yang digunakan sebagai sampel: pakang, teri nasi, jambal roti, dan peda putih. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Uji kandungan formalin secara kualitatif dengan Tes Kit dan uji kuantitatif dengan asidi-alkalimetri, data analisis dengan uji man withney. Hasil penelitian menunjukkan 62,5 % sampel ikan asin pasar tradisional (Pasar Gede) positif mengandung formalin dan 75% sampel ikan asin Pasar Modern X positif mengandung formalin. Kadar formalin tertinggi pada sampel pasar tradisional sebesar 0,0278 ppm dan pasar modern sebesar 0,0223 ppm. Hasil uji statistik dengan man withney menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kandungan formalin pada ikan asin pada pasar tradisional (Pasar Gede) dan pasar modern X Kota Surakarta.

References

Abdullah. (2011). Pengawetan Pangan. Jakarta: UI Press
Ali, M., Suparmono, S., & Hudaidah, S. (2014). Evaluasi Kandungan Formalin pada Ikan Asin di Lampung. AQUASAINS, 2(2), 139-144.
Alsuhendra,dkk. (2013). Bahan Toksik dalam Makanan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH). (2005). Threshold Limit Values (TLVs™) for Chemical Substances and Physical Agents and Biological Exposure Indices (BEIs™). Online Available at: http://www.acgih.org/tlv-bei-guidelines/tlv-chemical-substances-introduction Accessed 20 March 2016.
Arumsari, G. (2017). Perilaku Penggunaan Formalin Pada Pedagang dan Produsen Mie Basah dan Tahu di Provinsi Dki Jakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. Universitas Andalas : Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.
Badan POM Semarang. (2014). Data Penelitian Formalin Badan POM. Semarang.
Badan POM Semarang. (2017). Data Penelitian Formalin Badan POM. Semarang.
Depkes R.I, dan Dirjen POM. (1999). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1168/MENKES/Per/X/1999 tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta.
Hastuti, S. (2010). Analisis kualitatif dan kuantitatif formaldehid pada ikan asin di Madura. Jurnal Agrointek Vol 4, No. 2 Agustus 2010 Hal 132-137.
Permenkes. (2012). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Jakarta
Purba, W. K. D., Darundiati, Y. H., & Dewanti, N. A. Y. (2017). Studi Identifikasi Kandungan Formalin Pada Ikan Teri Nasi Asin di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 3(3), 831-841.
Saparitno, C & Hidayati, D. (2006). Bahan tambahan pangan. Yogyakarta: kanisius
Singgih, H. (2013). Uji Kandungan Formalin pada Ikan Asin menggunakan sensor Warna dengan Bantuan FMR (Formalin Reagent). Jurnal ELTEK, Vol 11 No 01, April 2013 Hal. 55-57
Suntaka A.L. Dwi Fitri. (2014). Analisis Kandungan Formalin dan Boraks pada Bakso yang disajikan Kios Bakso Permanen pada Beberapa Tempat Dikota Bitung. Jurnal Fakultas kesehatan masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado.
Yuliana, E., Susilo, A., dan Suhardi, D. A. (2010). Persepsi Pengolah terhadap Bahan Kimia Berbahaya dalam Pengolahan Ikan Asin, Tingkat Pengawasan Pemerintah, dan Tingkat Pengetahuan Konsumen Ikan Asin. repository.ut.ac.id
Wispriyono. (2006). Formalin. Surabaya: Penerbit Trubus Agrisarana
Published
2019-01-21