FAKTOR KINERJA KADER COMMUNITY TB-HIV CARE ‘AISYIYAH TERHADAP PENEMUAN SUSPEK TB DI SURAKARTA

  • Andrastuti Prima Iswari
  • Mitoriana Porusia
Keywords: Tuberkulosis, Kader, Faktor Kinerja, Suspek TB

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi menular yang termasuk penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2015 dimana Indonesia merupakan negara yang mempunyai jumlah kasus baru terbanyak kedua setelah India. Pemerintah Indonesia dan lembaga swasta berupaya melakukan penanggulangan penyakit TB. Salah satu fasilitas pelayanan kesehatan non-pemerintah yang berbasis masyarakat yang ikut aktif berpartisipasi dalam upaya pemberantasan penyakit tuberkulosis di Surakarta yaitu Community TB Care ‘Aisyiyah Surakarta. Kader Community TB Care ‘Aisyiyah Surakarta menjadi sukarelawan yang bertugas mencari suspek TB di wilayah kota Surakarta dan mengarahkan mereka untuk melakukan tes TB. Para kader diberi pelatihan, uang insentif dan penghargaan dalam usahanya menemukan suspek TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kinerja kader (keikutsertaan, penghargaan, umur dan pekerjaan) Community TB care ‘Aisyiyah Kota Surakarta yang berpengaruh terhadap penemuan suspek TB. Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif dengan uji regresi berganda dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh keikutsertaan dan penghargaan terhadap penemuan suspek TB (p<0.25 ; RR>1). Selain itu, umur dan pekerjaan tidak  memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah temuan suspek TB. Semakin banyak kader yang ikut serta dalam mencari suspek maka semakin meningkat jumlah temuan suspek TB. Penghargaan cenderung menjadi motivasi kader Community TB care ‘Aisyiyah Kota Surakarta untuk menemukan lebih banyak suspek TB.

References

Amalia, Rizqa. (2011). Lama Menjadi Kader, Frekuensi Pelatihan, Pengetahuan Gizi dan Sikap Kader Posyandu Dengan Perilaku Penyampaian Informasi Tentang Pesan Gizi Seimbang. [Skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran UNDIP.
Amiruddin F, Indra FI, Muhammad AR. (2013). Implementasi Strategi AKMS Dalam Penanggulangan TB Paru Oleh ‘Aisyiyah Muhammadiyah di Kota Makassar. [Karya Tulis Ilmiah]. Makassar: FKM Unhas Makassar.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. Semarang.
Dinas Kesehatan Kota Surakarta. (2016). Situasi TB Kota Surakarta. Surakarta: Bidang P2PL.
Hartiwi. (2015). Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan dan Kompetensi Terhadap Kinerja Guru Dengan Mediasi Kepuasan Kerja. [Skripsi]. Semarang: Fakultas Pascasarjana Universitas Stikubank.
Ika, Arni A. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kader Community TB Care ‘Aisyiyah Surakarta. Jurnal Kesehatan ISSN, 10:2.
Iqbal W, DKK. (2006). Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta: CV. Sagung Seto.
Lindner JR, Dooley KE. 2002. Agricultural Education Competencies adn Progress towards a Doctoral Degree. Journal of Agricultural Education. 43(1): 57-68.
Mastuti T. (2003). Studi Uji Hubungan Beberapa Faktor Kader Yang Berhubungan Dengan Kelangsungan Kader Posyandu di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. [Tesis]. Semarang: FKM UNDIP.
Megawati, S. (2014). Karakteristik Sosial Demografi dan Faktor Pendorong Peningkatan Kinerja Kader Posyandu. Jurnal Penyuluhan, 10:1.
Pincipal Recipient TB Care ‘Aisyiyah. (2017). Gerakan Masyarakat TOSS (Temukan Obati Sampai Tuntas) TB Dimulai Dari Rumah. Jakarta: Pelaksana Program PR TB ‘Aisyiyah.
Ratih, W. (2013). Insentif dan Kinerja Kader Posyandu. KESMAS 9, 1: 58-65.
Rizal Eka, A. (2016). Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi dan Lingkungan Kerja Sebagai Variabel Pemoderasi. Ekonomika-Bisnis, 7:2.
World Health Organization. (2017). Global Tuberculosis Report. Available from URL: http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/259366/9789241565516-eng.pdf;jsessionid=C755B8F074A914D09387AA4AEEE4182B?sequence=1.
Published
2019-01-21