Efektivitas Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Skala Nyeri Post Operasi Sectio Cesarea di RSUD Kudus

  • Sri Karyati STIKES Muhammadiyah Kudus
  • Muhammad Hanafi STIKES Muhammadiyah Kudus
  • Dwi Astuti STIKES Muhammadiyah Kudus
Keywords: Skala Nyeri, Mobilisasi Dini

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman pribadi yang diekspresikan secara
berbeda. Tindakan medis yang sering menimbulkan nyeri adalah
pembedahan termasuk SC. Pasien post SC memerlukan perawatan yang
maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh, dengan
pemberian intervensi mobilisasi dini. Latihan mobilisasi dini dapat
meningkatkan sirkulasi darah yang akan memicu penurunan nyeri.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian Quasi Ekperimen dengan desain
penelitian Non Equivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini
adalah pasien operasi SC di RSUD Kudus dan diambil sampel 20 orang
dengan teknik Accidental Sampling Uji analisa data dengan uji
Independent Samples T test. Didapatkan hasil pada hari I secara
bermakna skala nyeri kelompok 24 lebih tinggi daripada kelompok 48
(p= 0.040), namun pada hari II dan III terjadi kebalikannya, yaitu
secara bermakna skala nyeri kelompok 24 lebih rendah daripada
kelompok 48. Mobilisasi dini 24 jam pada hari II dan III lebih efektif
dibandingkan dengan mobilisasi dini 48 jam. Untuk itu diperlukan
prosedur tetap terhadap intervensi mobilisasi dini pada pasien pasca
SC dan diperlukan kecakapan perawat dalam pemberian terapi.

References

Arif. (2010). Penata Laksanaan Keperawatan Peri Operatif, Intraoperatif Dan Paska Operatif.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendektan Praktek. Edisi revisi IV.
Rineka cipta, Jakarta.
Depkes. (2010). Laparatomy. http:www.jurnal.or.id.
Hidayat, A. Aziz Alimul. (2007). Riset Keperawatan & Teknik Penulisan Ilmiah. Ed. 01.
Jakarta: Salemba Medika.
Irwansyah, Fadly. (2011). Pengaruh latihan rentang gerak sendi terhadap lingkup gerak sendi
pada pasien fraktur femur post operasi ORIF di instalasi rawat inap bedah rumah sakit
umum pusat dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2011.
Kasdu. (2005). Mobilisasi pasca Laparatomi. http:www.jurnalkeperawatan.or.id.
Kristiantari. (2009). Masalah Post Operasi Laparatomi. http:www.jurnalkeperawatan.co.id.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.
Nugroho, Trinoval Yanto. (2010). Nyeri Post Operasi. http:www.jurnalkeperawatan.co.id.
Oktorina, Triyani. (2011). Karakteristik Nyeri Pada Pasien yang Mengalami Nyeri Post Operasi
Di Ruang Bedah Rsud Gunung Jati Cirebon. http:www.usulibrary.com.
Potter & Perry, (2016). Fundamentals of Nursing-Australian version, 5th Edition, Mosby
Australia
Riwidikdo. (2007). Statistik Kesehatan. Jakarta: EGC.
Salam, Abdul. (2012). Mobilisasi Pasien Pasca Laparatomi. http:www.jurnal.co.id.
Setiadi, (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Ed. 1. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Smeltzer, S. C. Bare, B. G. Hinkle, J. L & Cheever, K. H. (2010), Brunner & suddarth’s
textbook of medical surgical nursing. 11th edition. Philadelphia : Lippincott Williams &
Wilkins.
Sugiyono, (2007). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.
Suparyanto. (2009). Konsep Mobilisasi Dini. http:www.jurnal.co.id.
Tamsuri, A. (2007). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta : EGC
Weatherbee, S.R. (2009). Assessing the between and within person relationships between pain
and cognitive performance in older adults. Raleigs, North Carolina: Faculty of North
Carolina State University
Widya. (2010). Nyeri Pasca Operasi. http:www.usulibrary.com.
Published
2018-02-21