Program Kelompok Pendukung Ibu di Kota Surakarta

  • Fibrina Manda Ningtyas Rachmawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Kusuma Estu Werdani Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: KP-Ibu, motivator, Analisis SWOT

Abstract

Program Kelompok Pendukung Ibu di Suarakarta menjadi media
pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan
cakupan ASI eksklusif. Pelaksanaan program tersebut masih belum
optimal karena peningkatan ASI eksklusif belum terlihat meningkat
secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
program kelompok pendukung ibu di Kota Surakarta berdasarkan
analisis SWOT. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dengan rancangan penelitian analisis SWOT (Strenghs, Weaknesses,
Opportunies, Threats). Teknik pengumpulan data dengan cara
wawancara kepada 10 informan utama yang mewakili 2 pembina
motivator, 4 motivator, 4 peserta KP-Ibu, dan 1 informan triangulasi
dari dinas kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara
garis besar KP-Ibu di Kota Surakarta aktif. Adapun KP-Ibu yang
tidak aktif dikarenakan sulit mendapatkan peserta. Hambatan
keikutsertaan peserta KP-Ibu yaitu bosan, bekerja, repot, lupa,
jemput sekolah anak, dan jarak lokasi pelaksanaan KP-Ibu yang
jauh. Selain itu, masih ada KP-Ibu yang hanya memiliki 1 motivator.
Alasan ketidakaktifan motivator lainnya adalah bekerja, mempunyai
bayi dan balita. Setelah adanya KP-Ibu, cakupan ASI eksklusif di
Kota Surakarta meningkat tetapi KP-Ibu tidak berpengaruh terhadap
status gizi balita. Dinas kesehatan tidak memberikan dana untuk
pelaksanaan KP-Ibu, tetapi setiap puskesmas mempunyai anggaran
yang berbeda-beda untuk memprioritaskan program KP-Ibu yang
seharusnya ada dana swadaya dari masyrakat. Monitoring selain
dari pihak puskesmas dan dinas kesehatan sejauh ini belum berjalan.
Sehingga diperlukan monitoring dari kelurahan, kecamatan, dan
PKK.

References

Oates, M. (2002). Why Mothers Die, Death from Suicide and other Psychiatric Causes.
CEMACH, 155-173.
Munawaroh, H. (2008). Hubungan Paritas Dengan Kemampuan Mekanisme Koping Dalam
Menghadapi Postpartum Blues Pada Ibu Post Sectio Caesaria di Bangsal Mawar 1
RSUD Dr. Moewardi Surakarta. [Skripsi Ilmiah]. Surakarta : Fakultas Psikologi UMS.
Janiwarty, Bethsaida & Pieter, Herri Zan. (2013). Pendidikan Psikologi Untuk Bidan Suatu
Teori dan Terapannya. Yogyakarta: Rapha Publishing.
Mansur, H. (2012). Psikologi ibu dan anak untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Wulandari, S.R. & Sri, H. (2011). Asuhan Kebidanan Ibu Masa Nifas. Yogyakarta: Gosyen
Publishing.
Kurniasari, D., & Yetti, A.A. (2014). Hubungan antara karakteristik ibu, kondisi bayi dan
dukungan sosial suami dengan postpartum blues pada ibu dengan persalinan sc di
Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro tahun 2014. Jurnal Kesehatan Holistik. Vol.9.
No.3. Juli 2015: 115-125.
Daman, F.A. & Salat, Sri Y.S. (2014). Faktor risiko tingkat stres pada ibu nifas di wilayah
kerja UPT Puskesmas Legung Timur Kecamatan Batang-batang Kabupataen Sumenep.
Sumenep: Jurnal kesehatan Wiraraja Medika.
Sholikah, N. (2012). Kelompok Pendukung Ibu (KP Ibu) Kota Surakarta. Initiatives for
Gorvenance Innovation: Fisipol UGM.
Yanita & Zamralita. (2001). Presepsi Perempuan Primipara tentang Dukungan Suami dalam
Usaha Menanggulangi Gejala Depresi Pasca Salin. Phronesis. Vol 3, No.5.
Evawati, A., Diyan, I., & Zuhrotul, E.Y. (2015). Hubungan dukungan suami dengan kejadian
postpartum blues pada ibu primipara usia muda di Desa Ajung Kebupaten Jember.
[Skripsi Ilmiah]. Jember. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.
Bensley, R.J., & Fisher, J.B Editor. (2009). Metode Pendidikan Kesehatan Masyarakat 2nd ed.
Trans. Apriningsih, Hippy N.S.I. Jakarta: EGC.
Published
2018-02-21