Study Deskriptif Deteksi Dini Kaki Diabetisi di Puskesmas Kabupaten Pekalongan

  • Nuniek Nizmah Fajriyah STIKES Muhammadiyah Pekajangan
Keywords: Kapalan, Kulit kaki retak

Abstract

Pengelolaan kaki diabetes (KD) sudah dimulai saat seseorang
dinyatakan atau didiagnosis diabetes melitus meski belum timbul
luka, yang disebut dengan deteksi dini. Luka KD sebagai kelainan
yang terjadi pada pasien diabetes karena adanya gangguan
pembuluh darah kaki, gangguan persarafan, dan adanya infeksi
akibat daya tahan tubuh yang menurun. Masalah tersebut dapat
menimbulkan masalah kaki seperti kapalan (callus), kulit kaki retak
(fissure) dan radang ibu jari kaki. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui deteksi dini kaki diabetetisi non ulkus yang mengikuti
program pengelolaan penyakit kronis (Pronalis) di Puskesmas
Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas
Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini adalah deskriptif
dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Jumlah sampel
143 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental
sampling. Analisa data menggunakan univariat. Hasil penelitian
menunjukan bahwa sebagian besar responden mengalami kulit
kering bersisik, tumit pecah-pecah, bulu rambut kaki menipis dan
terdapat kalus pada kaki responden. Hasil penelitian ini sebagai
masukan tenaga kesehatan kususnya perawat dalam upaya deteksi
dini dan pencegahan kaki diabetik.

References

Bertalina, & Purnama. (2016). ‘Hubungan Lama Sakit, Pengetahuan, Motivasi Pasien dan
Pengetahuan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal
Kesehatan. vol.7, no.2. (hh.329-240)
Black, Hawks. (2008). Keperawatan medikal bedah manajemen klinis untuk hasil yang
diharapkan. Edisi Bahasa Indonesia. Singapura: Elsevier
Diani, N. (2013). ‘Pengetahuan dan Praktik Perawatan Kaki Pada klien Diabetes Mellitus Tipe 2
di Kalimantan Selatan’. Tesis. Fakultas Ilmu Keperawatan Depok.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. (2016). ‘Laporan Penyakit Tidak Menular, data
DINKES Kabupaten Pekalongan’.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2015). ‘Kasus Baru Penyakit Tidak Menular di
Puskesmas dan Rumah Sakit Provinsi Jawa Tengah’. DDINKES Prov. Jateng
Mahendra, dkk. (2008). Care your self diabetes mellitus. Jakarta: Penebar Plus
NN Fajriyah, N. Aktifah, F Faradisi. (2017). Karakteristik pasien diabetes non ulkus yang
mengikuti program pengelolaan penyakit kronis. Profesi (Profesional Islami): Media
Publikasi Penelitian15 (1), 33
___________ (2017). Hubungan lama sakit diabetes mellitus dengan pengetahuan perawatan
kaki pada pasien diabetes non ulkus. Urecol. 15-20.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementrian
Kesehatan RI. Jakarta.
Sundari, A., Aulawi, K., harjanto, D. (2009). ‘Gambaran Tingkat pengetahuan tentang Ulkus
Diabetik dan Perawatan Kaki Pada pasien Diabetes mellitus Tipe 2’. Jurnal Ilmu
Kesehatan (JIK), 4 (3).
Sustrani, dkk. (2006). Diabetes. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sutedjo. A. Y. (2010). 5 Strategi penderita diabetes mellitus berusia panjang. Yogyakarta:
Kanisius
Suyono, Slamet dkk.2009.Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta : Balai Penerbit
FKUI
Tellechea A, Leal E, Veves A, Carvalho E. Inflammatory and angiogenic abnormalities in
diabetic wound healing: Role of neuropeptides and therapeutic perspective. The Open
Circulation and Vascular 2010;3:43-55.
Waluyo. S. (2009). 100 Questions & Answer : Diabetes. Jakarta: Gramedia
Wardani, S.R. (2015). ‘Gambaran Pengetahuan Tentang Pencegahan Luka DM Pada Anggota
Keluarga Pasien DM di Wilayah Kerja Puskesmas Pisangan, Ciputat Timur’. Jurnal
Skripsi. Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.
World Health Organization. (2017). ‘The Top 10 Causes of Death’, diakses pada tanggal 2
Februari 2017 di
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs310/en/#.WMA7G_W0_Dc.facebook.
Yuliani, K., Sulaeha, Sukri, S., & Yusuf, S. (2017). ‘Check Up Diabetik Foot, Deteksi Dini
Risiko Luka Kaki Diabetes Pada pasien Diabetes Mellitus di Makasar : Uji Sensitivitas
dan Spesifitas’. Hasanuddin Student Journal. Vol.1, no.1.
Published
2018-02-21