Ketepatan Pemilihan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Surakarta

  • Tri Yulianti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ardian Chiburdanidze Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: hipertensi, anti hipertensi, ketepatan pemilihan obat

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang berhubungan dengan
morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Ketika diagnosis hipertensi
sudah ditegakkan, pengobatan antihipertensi jangka panjang diikuti
dengan monitoring penggunaan obat merupakan hal yang penting
dilakukan. Kesesuaian pemilihan obat dapat meningkatkan
keberhasilan terapi hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk melihat ketepatan pemilihan obat antihipertensi pada pasien
hipertensi di salah satu rumah sakit di Surakarta. Penelitian ini
merupakan penelitian observasional, dengan rancangan cross
sectional dan analisis dilakukan secara deskriptif. Dilakukan di poli
rawat jalan salah satu rumah sakit pemerintah di Surakarta. Pasien
hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta yang mendapatkan
pengobatan antihipertensi menjadi kriteria inklusi penelitian ini.
Selama penelitian ini, terdapat 99 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi. Data didapatkan dari rekam medis pasien dan data ketika
pasien kontrol rawat jalan. Dilakukan analisis ketepatan pemilihan
obat meliputi kategori ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan
pasien dan ketepatan dosis berdasarkan pedoman The 7th Report of
The Joint National Committee on Prevention, Detection and
Treatment of High Blood Pressure (JNC VII). Didapatkan hasil
bahwa kebanyakan pasien dalam penelitan ini, berjenis kelamin
perempuan (51%) dengan usia kisaran 45-60 tahun (46%). Sebanyak
36% memiliki penyakit penyerta yang dapat memperburuk penyakit
kardiovaskuler, yaitu hiperlipidemia (42%) diikuti oleh diabetes
mellitus (39%). Golongan obat antihipertensi tunggal yang paling
banyak digunakan adalah golongan ACE-inhibitor (32%) sedangkan
kombinasi antihipertensi terbesar adalah kombinasi ACE-inhibitor
dan Calsium Channel Blocker (10%). Berdasarkan hasil evaluasi
ketepatan didapatkan pasien dengan tepat indikasi 100%, tepat obat
97,97%, tepat pasien 97.97% dan tepat dosis adalah 63,63%.

References

Avanzini F, Corsetti A, Maglione T, et al. (2002). Studio per una Terapia Antipertensiva
Razionale Investigators (Study on Rational Antihypertensive Therapy, STAR). Simple,
shared guidelines raise the quality of antihypertensive treatment in routine care. Am
Heart J. 144(4):726-732.
Bharatia R., Chitale M., Saxena G.N., Kumar R.G., Chikkalingaiah, Trailokaya A, Dalvi K.,
Talele S., (2016). Management Practices in Indian Patients with
Uncontrolled Hypertension. J Assoc Physicians India. 64(7):14-21
Cannoletta M. Cagnacci A. (2014). Modification of blood pressure in postmenopausal women:
role of hormone replacement therapy. Int J Womens Health. 6:745-57
Cifkova, R. (2015). Hypertension in female. Vnitr Lek. 61(5):392-7
Chobanian, A.V., George, L. B., Henry, R. B., William, C., Lee, A. G., Joseph, L.I., et al.
(2003). The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection
and Treatment of High Blood Pressure. JAMA. 21, 289, 2560
Dhanaraj E., Raval A., Yadav R., Bhansali A., Tiwari P. (2012) Prescription Pattern of
Antihypertensive Agents in T2DM Patients Visiting Tertiary Care Centre in North India
Int J Hypertens. 2012: 520915.
Endro, A. N. (2012). Farmakologi, Obat-obat penting dalam pembelajaran Ilmu Farmasi dan
Dunia Kesehatan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Holloway K., van Dijk L., (2011). The world medicine situation 2011, Rational Use of
Medicine, World Health Organization, Genewa.
Kearney P.M., Whelton M., Reynolds K., Muntner P., Whelton P.K. and He J. (2005). Global
burden of hypertension: analysis of worldwide data. Lancet. 217- 223.
Lacy C.F., Armstrong L., Goldman M.P., Leonard L. (2008). Drug Information Handbook 17th
Ed, Lexicomp.
Law M.R., Morris J.K., Wald N.J. (2009). Use of blood pressure lowering drugs in the
prevention of cardiovascular disease: meta-analysis of 147 randomised trials in the
context of expectations from prospective epidemiological studies. BMJ. 338:b1665.
Lawes C.M., Vander Hoorn S., Law M.R., Elliott P., Mac Mahon S. and Rodgers A. (2006).
Blood pressure and the global burden of disease 2000. Part II: estimates of attributable
burden. J. Hypertens, 24, 423-430.
Leiria L.F., Severo M.D., Ledur P.S., Becker A.D., Aguiar F.M., Massierer D., Freitas V.C.,
Schaan B.D., Gus M. (2015). White coat effect and masked uncontrolled hypertension
in treated hypertensive-diabetic patients: Prevalence and target organ damage. J.
Diabetes. 7(5):699-707
Shahin Y., Khan J.A., Chetter I. (2012). Angiotensin converting enzyme inhibitors effect on
arterial stiffness and wave reflections: a meta-analysis and meta-regression of
randomised controlled trials. Atherosclerosis. 221(1):18-33
Staessen J.A., Wang J.G. Thijs L. (2001). Cardiovascular protection and blood pressure
reduction: a meta-analysis. Lancet. 358, 1305-1315
WHO (2003). 2003 World Health Organization (WHO) International Society of Hypertension
(ISH) statement on Managemen of hypertension. J. Hypertens. 21, 1983-1992.
Widimsky J. (2009). The combination of an ACE inhibitor and a calcium channel blocker is an
optimal combination for the treatment of hypertension. Vnitr Lek. 55(2):123-30.
Olenrewaju T.O., Aderibiqbe A., Busari O.A., Sanya E. O. (2010). Antihypertensive drug
utilization and conformity to guidelines in a sub-Saharan African hypertensive
population. Int J Clin Pharmacol Ther. 48(1):68-75.
Published
2018-02-21