Penetapan Kadar Kafein pada Teh Oolong (Camellia Sinensis) dengan Metode Titrasi Bebas Air

  • Dian Irawati STIKES Muhammadiyah Klaten
  • Anita Agustina Styawan STIKES Muhammadiyah Klaten
  • Rahmi Nurhaini STIKES Muhammadiyah Klaten
Keywords: Kadar Kafein, Teh Oolong, Titrasi Bebas Air

Abstract

Teh telah dikonsumsi sebagai minuman selama hampir 2000 tahun
yang lalu dimulai di Cina, minuman ini dibuat dengan menyeduh daun
dan kuncup muda pohon teh (Camellia sinensis) didalam air panas.
Teh mengandung banyak senyawa yang berkhasiat untuk tubuh seperti
kafein. Teh Oolong adalah teh hasil semioksidasi enzimatis atau tidak
bersentuhan lama dengan udara saat diolah. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan mengetahui kadar kafein pada teh oolong.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional. Variabel
yang digunakan adalah variabel tunggal yaitu kadar kafein dalam teh
oolong (Camellia sinensis). Perlakuan untuk menetapkan kadar kafein
pada teh oolong dengan menggunakan metode titrasi bebas air.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kafein
dari ekstraksi 100 gram simplisia kering teh oolong (Camellia
sinensis) yang diambil dari cafe teh “Omah Lor” Kemuning, yang
berada di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten
Karanganyar. Sampel diuji secara kualitatif menggunakan reaksi
murexid. Kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode
Titrasi Bebas Air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara
kualitatif sampel positif mengandung kafein yang ditandai dengan
perubahan warna menjadi merah. Secara kuantitatif, rata-rata kadar
kafein pada teh oolong sebesar 1,864%. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah teh oolong secara kualitatif mengandung kafein, dan kadar
kafein dalam teh oolong adalah 1,864%. Berdasarkan pemeriksaan
kuantitatif yang dilakukan diperoleh kadar kafein dalam teh oolong
sebesar 1,864%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kadar
kafein dalam sampel rendah, yaitu sesuai literatur kadar kafein dalam
teh sebesar 1,00 – 4,80%.

References

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Halaman
254
Anonim. 2004. Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan. Badan Pengawasan Obat
dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta.
Berghuis, N.T. 2015. Modul Praktikum Kimia Organik 1. Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Jati. Bandung.
Gandjar, G.H. dan Rohman, A. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Nurcahyaningsih, I. 2008. Penetapan Kadar Kafein Pada Kopi Instan secara Spektrofotometri.
Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi. Surakarta.
Sianturi, G. 2001. Kafein dan Minuman kesehatan. (www.gizi.net). diakses pada 9 November
2016 pukul 13.00 WIB
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sujayanto, G. 2008. Khasiat Teh untuk Kesehatan dan Kecantikan. Flona Serial. Institut
Teknologi Bandung. Jakarta.
Published
2018-02-21