Potensi Ekstrak Etanol Tumbuhan Krinyuh (Chromolaena odorata) sebagai Senyawa Anti-Bakteri

  • Muhammad Eka Hidayatullah Universitas Sebelas Maret
Keywords: Chromolaena odorata, Metabolit sekunder, Senyawa anti-bakteri, Ektrak etanol

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi ekstrak tumbuhan krinyuh (Chromolaena odorata) sebagai senyawa anti-bakteri yaitu senyawa dari ektrak etanol daun krinyu seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid yang efektif menghabat pertumbuhan bakteri penyakit. Zona hambat yang dihasilkan ektrak etanol daun krinyu sangat efektif menghabat Staphylococcus aureus, Enterococcus spp, Coagulase negatif staphylococcus (CONS), Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumonia, Proteus spp, Acinetobacter spp, dan Citrobacter spp. adalah sebesar 15% (7,8230) dan ketika dikombinasi dengan siprofloksasin aktivitas penghabatanya mejadi semakin efektif. Sedangkan kandungan senyawa α-pinene, camphene, asam okanoik dan asam decanoic mampu menghambat pertumbuhan MRSA. Tidak hanya pada manusia tetapi juga pada hewan air seperti ikan bahwa ektrak daun kriyuh mampu mempertahankan hidup ikan yang terjangkit penyakit akibat infeksi bakteri seperti Staphylococcus sp. bahkan aplikasinya dapat dipakai pada pengawetan makanan sehingga tidak terkontaminasi bakteri.

References

Biller, A. Boppere, M. Ludge Witte and hartamnn, T,. 1993. Pyrrolizidine Alkaloids in Chromolaena odorata: Chemical and Chemoecological Aspects. Phytochemistry, 35(3): 615-619.
Ditjen POM RI. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 7, 854-855, 891
Encyclopedia of life. Chromolaena odorata. [Internet, 05, 2018]. http://eol.org/pages/467611/overview
Hadiroseyani Y., Hafifuddin, Alifuddin M., & Supriyadi H. 2005. Potensi Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) untuk Pengobatan Penyakit Cacar Pada Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) yang Disebabkan Aeromonas. Jurnal Akuakultur Indonesia, 4 (2): 139–144
Hanphakphoom S.S.T., Waranusantigu P., Kangwanrangsan N. & Krajangsang S. 2016. Antimicrobial Activity of Chromolaena odorata Extracts against Bacterial Human Skin Infections Modern Applied Science. Vol. 10, No. (2) 1913-1852
Irianto K. 2013. Mikrobiologi Kesehatan. Alfabeta, Bandung, Indonesia.
Murrinie, E. D. 2011. Pemanfaatan Gulma Chromolaena odorata (L.) R.M. King And H. Robinson Sebagai Pupuk Organik dan Biopestisida. Jurnal Muria.
Marianne, Lesatri D. P., Sukandar E.Y., Kurniati N.F., Nasution R. 2014. Antidiabetic Activity of Leaves Ethanol Extract Chromolaena odorata (L.) R.M. King on Induced Male Mice with Alloxan Monohydrate. Jurnal Natural. Vol. 14, (1) 1-4
M. Lingga, S. Hastuti, S dan B. Prayitno. 2016. Pengaruh penambahan daun kirinyuh (Eupatorium odoratum) pada media pemeliharaan terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi bakteri Staphylococcus sp. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Ke-V Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. 245-256
Manguntungi B., Kusuma A.B., Asmawati Y. dan Yunianti. 2016. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Kirinyuh (Chromolaena odorata) dan Sirih (Piper betle L) dalam Pengendalian Penyakit Vibriosis pada Udang The Influence of Kirinyuh (Chromolaena odorata) and Betel (Piper betle L) Leaf Extra Combination in Controlling Vibriosis Disease on Shrimp. J. Biota. Vol. 1 (3) 138−144
Mulyani D. 2017. Perbandingan daya hambat ekstrak etanol daun kembang bulan (Tithonia diversifolia) dengan daun tekelan (Chromolaena odorata) terhadap bakeri Staphylococcus aureus. Scientia Jurnal Farmasi dan Kesehatan. Vol. 7 (2) 77–82
Munte N., Sartini, Lubis R. 2016. Skrining Fitokimia Dan Antimikroba Ekstrak Daun Kirinyuh Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. BioLink, Vol. 2 (2) 132-140
Nursidika P., Saptarini O. & Rafiqua N. 2014. Aktivitas Antimikrob Fraksi Ekstrak Etanol Buah Pinang (Areca catechu L) pada Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. MKB, Volume 46 No. 2. 94-99.
Nisba M. N. 2017. Uji efektifitas ekstrak etanol daun botto’-botto’ (Choromolaena odorata L) sebagai pengawet antimikroba pada sediaan sirup farmasetik .Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Okwu M.U., Okorie T.G., Agba M.I. dan Ofeimun O.J. 2015a. Gas Chromatography-Mass Spectrometry Analysis of the anti-MRSA fractions of Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H. Rob. leaves International Journal of Pharmacology and Clinical Sciences. Vol 4 (2) 16-22
Okwu M.U., Okorie T.G. And Agba M.I. 2015b. In Vitro Anti-MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) Activities of the Partitions and Fractions of the Crude Aqueous Leaf Extract of Chromolaena Odorata (King and Robinson). IOSR Journal of Pharmacy and Biological Sciences. Vol. 10 (1) 136-141
Panjaitan Y.R. 2017. Uji kombinasi ekstrak etanol daun putihan (Chromolaena odorata) DENGAN siprofloksasin terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Skripsi. Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Medan
Prawiradiputra, B.R. 2007. Kirinyu (Chromolaena odorata (L.) R.M. King dan H. Robinson: Gulma padang rumput yang merugikan. Bulletin Ilmu Peternakan Indonesia (WARTAZOA), 17(1): 46-52
Padmawinata, K. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi.Penerbit ITB. Bandung ( Terjemahan dari Robinson, T. 1991. The Organic Constituens of Higher Plant, 6th ed).
Rizeki E. 2016. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gulma Siam (Chromolaena odorata L.) dan Lama Perendaman Terhadap Pengawetan Cabai Merah (Capsicum annum L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi, Vol. 1 (1) 29-46
Stanley M.C., Ifeanyi O.E., Nwakaego C.C. and Esther I.O. 2014. Antimirobial effects of Chromolaena odorata on some human pathogens. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci Vol. 3 (3) 1006-1012
Sipayung, A. , R.D. de Chenon, and P.S. Sudharto. 1991. Observations on Chromolaena odorata (L.) R.M. King and H. Robinson in Indonesia. Second International Workshop on the Biological Control and Management of Chromolaena odorata. Biotrop, Bogor.
Thamrin, M., S. Asikin, Mukhlis, dan A. Budiman. 2007. Potensi ekstrak flora lahan rawa sebagai pestisida nabati. hlm. 23-31. A. Supriyo, A. , M. Noor, I. Ar-Riza, dan D. Nazemi (Ed). Monograf: Keanekaragaman Flora dan Buah-buahan Eksotik Lahan Rawa. Balai Besar Peneli t ian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.
www.ncbi.com. Chromolaena odorata. [Internet, 05, 2018]. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi?id=103745.
M. Yutika, R. Rusli dan Ramadhan A.M. 2015. Aktivitas antibakteri daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob.) terhadap bakteri gangren. Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-2 Samarinda. 75-81
Published
2018-02-21