Peningkatan Pemahaman Diri Pubertas melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Siswa Kelas IV-V SD

  • Lutfia Uli Na'mah STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Umi Laelatul Qomar STIKES Muhammadiyah Gombong
Keywords: Pemahaman Diri, Pubertas, Kesehatan Reproduksi Remaja

Abstract

Latar Belakang. Remaja menurut WHO adalah penduduk dalam
rentang usia 10-19 tahun. Menurut Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), rentang usia remaja adalah
10-24 tahun dan belum menikah. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun
di Indonesia menurut sensus penduduk tahun 2010 sebanyak 43,5
juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk Indonesia. Banyaknya
kasus remaja seperti seks bebas, aborsi, HIV/AIDS salah satu
faktornya karena minimnya pengetahuan tentang kesehatan
reproduksi remaja. Masa remaja sering disebut sebagai masa
pubertas. Pubertas adalah proses kematangan dan pertumbuhan
yang terjadi ketika organ-organ reproduksi mulai berfungsi dan
karakteristik seks sekunder mulai muncul. Beberapa penelitian
menyebutkan kurangya pengetahuan reproduksi tentang organ
reproduksi dan perubahannya, serta perubahan fisik dan sosialnya.
Siswa harus lebih peka lagi dengan keadaan fisiknya, yang semula
kurang mendapatkan perhatian khusus dalam perawatan, maka pada
saat ini membutuhkan perhatian khusus dalam perawatannya Tujuan.
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan
pengetahuan dan pemahaman diri terhadappubertas remaja pada
siswa kelas IV dan V SD Kreatif Muhammadiyah Gombong Metode.
Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pre-test,
ceramah, diskusi, post test. Materi yang diberikan meliputi kesehatan
reproduksi remaja dan masa pubertas dari segi fisik dan cara
merawat organ genital, Kesehatan reproduksi remaja dan masa
pubertas dari segi psikis dan sosisal dan cara menyikapinya.Jumlah
peserta sebanyak 72 siswa yang berumur 10-11 tahun di mana
mereka akan menghadapi dan beberapa sudah mengalami masa
pubertas. Media yang digunakan berupa leaflet, power point dan film
tentang motivasi remaja. Hasil. Siswa mengalami peningkatan
pengetahuan dan pemahaman diri pubertas dari perubahan fisik,
psikis, dan sosialnya. Siswa juga mampu menjelaskan kembali cara
merawat organ reproduksi dan bersikap yang baik terhadap
lingkungan sosialnya. Kesimpulan. Adanya peningkatan pengetahuan
dan pemahaman diri pubertas pada siswa kelas IV-V di SD Kreatif
Muhammadiyah Gombong.

References

Al Mighwar, 2006. Psikologi Remaja. Bandung: CV Pustaka Setia
BKKBN, 2011. Kajian Profil Penduduk Remaja (10-24 tahun). Ada Apa dengan Remaja. Policy
Brief Puslitbang Kependudukan-BKKBN 2011; 1
Maryanti, Dwi. Majestika Septikasari. 2009. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Teori dan
Praktikum. Yogyakarta : Nuha MedikaProverawati dan Misaroh. 2009. Menarche
Menstruasi Pertama Penuh Makna. Yogyakarta: Nuha Medika
Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 2019. Situasi Kesehatan Reproduksi
Remaja, www.pusdatin.kemkes.go.id, diakses tanggal 19 april 2017
Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta I, 2010. Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya.
Jakarta: Salemba Medika;
Wong, D, L. (2008), Buku Ajar Keperawatan Pedriatik, Jakarta; EGC
Published
2018-02-21