Penggunaan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Membantu Ibu Hamil Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan

  • Sri Mumpuni Yuniarsih Universitas Pekalongan
Keywords: SEFT, Cemas, Persalinan

Abstract

SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan sebuah
tehnik psikoterapi yang memiliki banyak manfaat dan telah dibuktikan
dalam berbagai penelitian. SEFT dapat bermanfaat untuk mengatasi
phobia, trauma, depresi, cemas bahkan juga nyeri. Kesehatan ibu
masih menjadi fokus pemerintah saat ini, karena masalah kematian ibu
masih belum dapat mencapai target, salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi kelancaran persalinan adalah kesiapan ibu
menghadapi persalinan. Seorang ibu yang tenang dan siap akan lebih
menciptakan suasana bersalin yang kondusif. Permasalahan
kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan masih cukup
tinggi, dan perlu diketahui bahwa jumlah persalinan tidak
mempengaruhi berat ringannya kecemasan. Tujuan dilakukan
pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan
dan ketrampilan mengenai SEFT agar dapat digunakan dalam
mengatasi kecemasan saat menghadapi persalinan. Metode yang
digunakan adalah dengan ceramah, diskusi dan demonstrasi. Sasaran
pengabdian masyarakat ini adalah 10 ibu hamil yang berada di Desa
Werdi Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Hasil yang di
dapatkan adalah semua ibu hamil memahami dan dapat
mempraktikkan kembali cara melakukan SEFT untuk mengatasi
kecemasan menjelang persalinan.

References

Yuniarsih.S.M, Ropi. H, Maryati.I. (2015). Pain and Anxiety Reduction of First Stage Maternity
Mothers using SEFT Intervention. Jurnal PENA Universitas Pekalongan Vol.28 No.2
online on: https://jurnal.unikal.ac.id/index.php/pena/article/view/140
Breslin, M, & Lewis, C.A. (2008). Theoretical models of the nature of player and health: A
review. Mental Health, religion and Culture, 11 (1), 9-21.
Fazdria dan Harahap. M.S. (2016). Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Dalam
Menghadapi Persalinan Di Desa Tualang Teungoh Kecamatan Langsa Kota Kabupaten
Kota Langsa Tahun 2014 Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Volume 16 Nomor 1. Online
on: Http://Www.Jurnal.Unsyiah.Ac.Id/Jks/Article/Viewfile/5003/4437
Jantos, M., & Kiat, H. (2007). Prayer as medicine: how much we learned. MJA, 186 (10), 51-53.
Maier, B. (2010). Women's worries about childbirth: making safe choices. British Journal Of
Midwifery, 18(5), 293-299
Melachan, H & Waldenstorm, U. (2005). Childbirth experience in Australia of women born in
Turkey, Vietnam and Australia. Birth,32 (4), 272-282.
Munir, M. (2011). Hubungan kecemasan ibu dengan lama persalinan kala II di bidan praktek
swasta Kabupaten Tuban.Sain Med, 3 (2), 46-49.
Otley, H. (2011). Fear Of Childbirth: Understanding the causes, impact and treatment. British
Journal of Midwifery, 19 (4), 215-220.
Soet, J.E., Brack, G.A, & Dilorio, C. (2003). Prevalence and predictor of womens’s experience
of psychological trauma during childbirth. Birth, 30 (1), 36-46.
Unicef Indonesia. (2012). Ringkasan Kajian Kesehatan Ibu dan Anak. Online on:
https://www.unicef.org/indonesia/id/A5_-_B_Ringkasan_Kajian_Kesehatan_REV.pdf
Wiklund, I., Matthiesen, A. S., Klang, B., & Ransjö-Arvidson, A. B. (2002). A comparative
study in Stockholm, Sweden of labour outcome and women's perceptions of being
referred in labour. Midwifery, 18(3), 193-199.
Zainuddin. (2008). Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) for
Healing+Succes+Happines+ Greatness. . Jakarta: Afzan Publising.
Published
2018-02-21