Kajian Interaksi Obat Potensial Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap di RSUD Moewardi Tahun 2018

Authors

  • Dwi Ulfa Rahmawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nurul Mutmainah Universitas Muhammadiyah Surakarta

Keywords:

Interaksi obat, Farmakokinetik, Farmakodinamik, Penyakit jantung Koroner

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang disebabkan oleh plak aterosklerosis, trombus, dan spasm sehingga pasokan oksigen ke jantung berkurang. Pasien PJK biasanya akan mendapatkan pola terapi multiple medications. Pola terapi tersebut akan memperbesar peluang terjadinya interaksi obat yang akan berimbas pada efektivitas dan keamanan terapi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan metode retrospektif dari data rekam medik pasien terdiagnosis PJK yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian 100 pasien dengan peresepan sebanyak 1.111 obat ditemukan 86 (86%) pasien yang berpotensi mengalami interaksi obat dengan total 433 interaksi. Dilihat dari level signifikansinya ditemukan 297 (68,59%) interaksi yang merupakan interaksi moderate ; 74 (17,09%) major; dan 62 (14,32%) minor. Interaksi obat terbanyak adalah Aspirin dan Clopidogrel sebanyak 30 (34,88%) dari 86 kasus. Berdasarkan mekanismenya interaksi farmakodinamik sebanyak 312 (72,06%) interaksi, farmakokinetik 91 (21,02%), dan unknown mechanism 30 (6,93%).

References

[1] Al-Amin M.M., Zinchenko A., Rana M.S., Uddin M.M.N. and Pervin M.S., 2012, Study on polypharmacy in patients with cardiovascular diseases, Journal of Applied Pharmaceutical Science, 2 (12), 53–60.
[2] Al J.O.. et, 2012, Study of Drug-drug Interactions in the Medication Charts in Medicine Wards at a Tertiary Care Hospital, Bangalore, Journal of Pharmacy Practice, 5 (4), 3–6.
[3] Amrita A. and Badgal A., 2015, Factors Affecting the Average Length of Stay of the Patients in the Inpatient Department in a Tertiary Care Centre in North India, Journal of Evolution of Medical and Dental Sciences, 4 (02), 150–155.
[4] Ansari J., 2010, Drug interaction and pharmacist, Journal of Young Pharmacists, 2 (3), 326–331. Terdapat di: http://dx.doi.org/10.4103/0975-1483.66807. [ Diakses pada 31 Oktober 2019]
[5] Aparasu R., Baer R. and Aparasu A., 2007, Clinically important potential drug-drug interactions in outpatient settings, Research in Social and Administrative Pharmacy, 3 (4), 426–437.
[6] Cruz A.P.S., 2013, Survei Data Statistik Populasi Penyakit Jantung, Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.
[7] Mateti U.V., Rajakannan T., Nekkanti H., Rajesh V., Mallaysamy S.R. and Ramachandran P., 2011, Drug-drug Interactions in Hospitalized Cardiac Patients, Journal of Young Pharmacists, 3 (4), 329–333. Terdapat di: http://dx.doi.org/10.4103/0975-1483.90246.
[8] Mohammadpour A.H., Salehinejad Z., Elyasi S., Mouhebati M., Mirhafez S.R., Samadi S., Ghayour-Mobarhan M., Ferns G. and Sahebkar A., 2018, Evaluation of serum cathepsin D concentrations in coronary artery disease, Indian Heart Journal, 70 (4), 471–475. Terdapat di: https://doi.org/10.1016/j.ihj.2018.01.003. [Diakses pada 20 Desember 2019]
[9] Satoto H.H., 2014, Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner Coronary Heart Disease Pathophysiology, Jurnal Anestesiologi Indonesia, VI (3), 209–223. Terdapat di: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=2ahUKEwjyhZDyrcHoAhWTSH0KHcPaADEQFjABegQIBhAB&url=https%3A%2F%2Fejournal.undip.ac.id%2Findex.php%2Fjanesti%2Farticle%2Fdownload%2F9127%2F7385&usg=AOvVaw0-I3Ion3rmdspFViD-O4Vx. [Diakses pada 2 Februari 2020]
[10] Windriyati Y.N., Tukuru E. and Arifin I., 2008, Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Penyakit Gagal Jantung Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang Tahun 2008, Semarang, 1–7.
[11] Yang X.P. and Reckelhoff J.F., 2011, Estrogen, hormonal replacement therapy and cardiovascular disease, Current Opinion in Nephrology and Hypertension, 20 (2), 133–138.
[12] PERKI., 2016, buku PPK dan CP penyakit jantung dan pembuluh darah, PERKI, Jakarta.
[13] Baxter K., 2008, Stockley ’ s Drug Interactions 8th Edition, Annals of Pharmacoteraphy, 40(5), 1081-1219.
[14] Juzar D.A., Danny siska S., Irmalita, Tobing D.P., Firdaus I. and Widyantoro B., 2018, Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut, Pedoman Tatalaksan Sindrome Koroner Akut, 76.

Downloads

Published

2021-05-27

How to Cite

Rahmawati, D. U., & Mutmainah, N. (2021). Kajian Interaksi Obat Potensial Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap di RSUD Moewardi Tahun 2018. Prosiding University Research Colloquium, 417–428. Retrieved from http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/1428