Disfungsi Seksual Pada Wanita Dengan Polikistik Ovarium Sindrom: Systematic Review

  • Aprida Putri Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Safari Wahyu Jatmiko Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nining Lestari Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Dodik Nursanto Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Disfungsi Seksual, Penyakit Seksual, Fungsi Seksual, Polikistik Ovarium Sindrom, Polikistik Ovari Sindrom

Abstract

Latar belakang: Polikistik ovarium sindrom (PCOS) adalah kelainan endokrin yang paling umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Ini memengaruhi hampir 20% dari mereka, namun persentase ini bervariasi sesuai dengan kriteria diagnostik yang diadopsi. Sindrom ini ditandai dengan oligo-amenore, dengan atau tanpa hiperandrogenisme/hiperandrogenemia atau morfologi ovarium polikistik, dan obesitas juga sangat sering dikaitkan dengannya. Ciri PCOS tersebut jadi faktor terbentuknya morbiditas psikologis penderita, sebab penderita merasa kurang feminin serta memelihara perasaan yang lebih depresi. Mereka bisa jadi pula secara negatif mempengaruhi citra diri mereka yang berakibat pada seksualitas. Fungsi seksual tergantung pada integrasi aspek fisik, sosioemosional, serta intelektual. Pengetahuan yang lebih baik tentang kejadian, penyebab dan faktor risiko disfungsi seksual pada wanita dengan PCOS akan membantu dalam pencegahan, pengobatan dan prognosis pasien. Tujuan: Peneliti ingin mengetahui adakah pengaruh PCOS terhadap disfungsi seksual pada wanita dengan polikistik ovarium sindrom? Metode: Penelitian ini adalah studi systematic review. Data yang diperoleh adalah data sekunder yaitu hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Sumber data sekunder yang diperoleh berupa artikel jurnal internasional. Pencarian literature dalam systematic review ini menggunakan dua database yaitu Pubmed, Science Direct. Hasil: Didapatkan hasil data gabungan dari 2 database sebanyak 1764 artikel, 29 terduplikat, sisa hasil didapatkan 1735 artikel, dieliminasi kembali sesuai tittle, abstrack dan fulltext didapatkan 1491 data exclude, hasil sisa 244 artikel diantara nya data full text excluded 232 dan sebanyak 12 data yang sudah dilakukan analisa kritis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian atau tinjaun sistematis dari 12 artikel dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kejadian disfungsi seksual pada wanita dengan PCOS dibanding kontrol dalam skor FSFI, tetapi terdapat efek kecil yang signifikan ditemukan pada subskala fungsi seksual (gairah: P = 0,019; lubrikasi: P = 0,023; kepuasan: P = 0,015; orgasme: P = 0,028), hal ini menunjukkan gangguan fungsi seksual pada wanita dengan PCOS.

References

[1] Loh H H, Yee A, Loh H S, Kanagasundram S, Francis B, Lim L L. Sexual dysfunction in polycystic ovary syndrome: a systematic review and meta-analysis. Hormones. 2020; 1-11.
[2] Fauser B C, Tarlatzis B, Rebar R. Consensus on Women’s Health Aspects of Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): the Amsterdam ESHRE/ASRM-Sponsored 3rd PCOS Consensus Workshop
Group. Fertility And Sterility. 2012; 97(1): 28-38.
[3] Saftarina F, Putri I N W. Pengaruh Sindrom Polikistik Ovarium terhadap Peningkatan Faktor. Majority. 2016; 5(2): 43-48.
[4] Murgel A C, Simoes R S, Maciel G A, Soares J M, Baracat E C F. Sexual Dysfunction in Women With Polycystic Ovary Syndrome: Systematic Review and Meta-Analysis. The Journal of Sexual Medicine. 2019; 16: 542-550.
[5] Zhao S, Wang J, Xie Q, Luo L, Zhu Z, Liu Y, Luo J, Zhao Z. Is polycystic ovary syndrome associated with risk of female sexual dysfunction? A systematic review and meta-analysis. RBMO. 2019; 38(6): 979-989.
[6] Pastoor H, Timman R, Klerk C D, Bramer W M, Laan E TM, Laven J SE. Sexual function in women with polycystic ovary syndrome: a systematic review and meta-analysis. RBMO. 2018; 37(6): 750-760.
[7] Yin X, Ji Y, Chan C L W, Chan C H Y. The mental health of women with polycystic ovary syndrome: a systematic review and meta-analysis. Archives of Women's Mental Health. 2020; 1-17.
[8] Thannickal A, Brutocao C, Alsawas M, Morrow A, Zaiem F, Murad M H, Chattha A J. Eating, sleeping and sexual function disorders in women with polycystic ovary syndrome (PCOS): A systematic review and meta-analysis. Wiley. 2020; 92: 338-349.
[9] Amiri M, Nahidi Fatemeh, Yarandi Razieh B, Khalili Davood, Tohidi Maryam, Tehrani Fahimeh R. Effects of ora l contraceptives on the quality of life of women with polycystic ovary syndrome: a crossover randomized controlled trial. Health and Quality of Life Outcomes. 2020; 18(293): 1-12.
[10] Hashemi S, Tehrani F R, Farahmand M, Khomami M B. Association of PCOS and Its Clinical Signs with Sexual Function among Iranian Women Affected by PCOS. Journal Sexual Medicine. 2014; 11: 2508-2514.
[11] Kogure G S, Ribeiro V B, Lopes I P, Furtado C L M, Kodato S, Sa M F S D, Ferriani R A, Lara L A D S, Reis R M D. Body image and its relationships with sexual functioning, anxiety, and depression in wome n with polycystic ovary syndrome. Journal of Affective Disorders. 2019; 253: 385-393.
[12] Bazarganipour F, Ziaei S, Montazeri A, Foroozanfard F, Kazemnejad A, Faghihzadeh S. Health-Related Quality of Life in Patients with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): A Model-Based Study of Predictive Factors. The Journal of Sexual Medicine. 2014; 11: 1023-1032.
[13] Veras A B, Bruno R V, Avila M A P D, & Nardi A E. Sexual dysfunction in patients with polycystic ovary syndrome: clinical and hormonal correlations. Comprehensive Psychiatry. 2011; 52: 486-489.
[14] Diamond M P, Legro R S, Coutifaris C, Alvero R, Robinson R D, Casson P A, Christman G M, Huang H, Hansen K R, Baker V, Usadi R, Seungdamrong A, Bates W, Rosen R M, Schlaff W, Haisenleder D, Krawetz S A, Barnhart K, Trussell J C, Santoro N, Eisenberg E, Zhang H. Sexual Function in Infertile Women with Polycystic Ovary Syndrome and Unexplained Infertility. American Journal of Obstetrics and Gynecology. 2017; 1-57.
Published
2021-05-27