Gambaran Pengetahuan dan Peran Kader dalam Penanganan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan

  • Hana Nafiah Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Aisyah Dzil Kamalah Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Keywords: Pengetahuan kader, Peran Kader, Gangguan Jiwa

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatiu keadaan terganggunya fungsi pada proses pikeir, emosi, kemauan dan perilaku psikomotor. Kader kesehatan mempunyai peran penting dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Pengetahuan mempunyai pengaruh terhadap kader dalam melaksanakan perannya dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pengetahuan kader dan penanganan gangguan jiwa. Metode dalam penelitian adalah diskripsif dengan pendekatan cross sectional. Sample dalam penelitian yaitu 71 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 41 orang (57,7%) berpengetahuan baik, 42 orang (59,1%) memiliki peran yang baik dalam penanganan gangguan jiwa. Dari hasil yang diperoleh dapat menjadi rekomendasi pihak Puskesmas Kedungwuni II untuk lebih meningkatkan screening awal atau deteksi dini tentang kesehatan jiwa di masyarakat sehingga angka kejadian gangguan jiwa dapat turunkan.

References

[1] Pratama DB dan Widodo A. Hubungan Pengetahuan dengan Efikasi Diri pada Caregiver Keluarga Pasien Gangguan Jiwa Di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi. Jurnal Kesehatan; 2017; 10(1); 13-22.
[2] Rosdiana Y., Widjajanto, E., dan Eko, RK. Pengetahuan sebagai Faktor Dominan Efikasi Diri Kader dalam Melakukan Deteksi Dini Gangguan Jiwa. Jurnal Kedokteran Brawijaya; 2018; Vol. 30, No. 2.
[3] Purnama, G., Yani, D.I., dan Sutini, T. Gambaran Stigma Masyarakat Terhadap Klien Gangguan Jiwa Di Rw 09 Desa Cileles Sumedang. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia; 2016; Vol.2 No. 1.
[4] Indrawati, P.A., Sulistiowati, N.M.D., dan Nurhesti, P.O.Y. Pengaruh Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa Terhadap Persepsi Kader Dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. Jurnal Keperawata; 2018; Volume 6. No 2Hal 71-75
[5] Marchira, C.R. Integrasi Kesehatan Jiwa Pada Pelayanan Primer Di Indonesia: Sebuah Tantangan Di Masa Sekarang. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan; 2011; Vol .14 No. 03 [6] Pramujiwati, D., Keliat, B.A., dan Wardani, I.Y. Pemberdayaan Keluarga Dan Kader Kesehatan Jiwa Dalam Penanganan Pasien Harga Diri Rendah Kronik Dengan Pendekatan Model Precede L. Green Di Rw 06, 07 Dan 10 Tanah Baru Bogor Utara. Jurnal Keperawatan Jiwa; 2013; Volume 1, No. 2, 170-177
[7] Keliat, B. A., Panjaitan, R. U., & Daulima, N. H. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa (2nd ed.). 2006. Jakarta: EGC
[8] Keliat, B. A., Panjaitan, R. U., & Riasmini, M. Manajemen Keperawatan
Jiwa Komunitas Desa Siaga CMHN (Intermediate Course). 2010. Jakarta: EGC [9] Keliat, B. A., Daulima, N. H., & Farida, P. Manajemen Keperawatan Psikososial & Kader Kesehatan Jiwa CMHN (Intermediate Course). 2011. Jakarta: EGC
[10] Sahriana. Peran Kader Kesehatan Jiwa dalam Program Kesehatan Jiwa Komunitas di Masyarakat. IR Perpustakaan Universitas Airlangga; 2018.
[11] Astuti, RT., Dan Amin, M.K. Pengaruh Pelatihan Kader Terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawatan Pada Gangguan Jiwa Di Wilayah Puskesmas Sawangan Kabupaten Magelang. Universitas Muhammadiyah Magelang; 2018.
Published
2021-05-27